Artikel
Mesin Pembunuh Super Cepat Bakal Muncul di 2025

X-51A Waverider (Foto: Space)
CALIFORNIA - Senjata berteknologi tinggi bakal digunakan militer Amerika Serikat (AS) pada dekade mendatang. Rencana AS untuk mengusung senjata dengan kemampuan tembak super cepat ini bergantung pada riset lanjutan mengenai kendaraan tempur hipersonik seperti Air Force's X-51A Waverider.
Dilansir Space, Selasa (21/5/2013), senjata mutakhir ini bisa melesat di udara dalam kecepatan lima kali lipat kecepatan suara sekira 10 tahun mendatang. Satu dekade mendatang merupakan waktu yang tepat, di mana pihak militer AS tengah menyempurnakan dan optimis untuk menggunakan teknologi senjata tersebut.
Program Manager X-51A untuk Air Force Research Laboratory Aerospace Systems Directorate, Charlie Brink mengatakan, Angkatan Udara AS menyiapkan teknologi agar matang dalam rentang waktu hingga 2020. "Kami ingin menunjukkan Warfighter yang kami siap untuk memulai," kata Charlie.
Menurutnya, hingga jangka waktu 2025-2030, pihak Angkatan Udara belum akan terjun ke medan perang. Untuk X-51A Waverider, armada udara ini telah selesai diuji coba terbangkan pada awal bulan ini.
Rudal jelajah AS umumnya mampu meluncur di kecepatan 500 sampai 600 mph (800 sampai 965 kilometer per jam). Dengan teknologi canggih ini, maka penerbangan hipersonik bisa membawa rudal melesat di kecepatan sedikitnya Mach 5 atau lima kali kecepatan suara.
Satu kali kecepatan suara sekira 762 mph atau 1.226 kilometer per jam. Brink melanjutkan, kecepatan super ini tidak mendukung untuk pertempuran, tetapi juga meningkatkan kemampuan bertahan pada sistem ketika berada di wilayah musuh.
Militer AS mencari cara untuk mendapatkan kemampuan menyerang cepat. Untuk itu, pengembang robot dari Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) meluncurkan dua prototipe pesawat bom tak berawak, HTV-2.
Militer Angkatan Udara AS bekerja dengan DARPA pada program X-51A senilai USD300 juta yang dimulai pada 2004. (fmh)
sumber: http://techno.okezone.com
Teknologi Pesawat F-35, Menyerang Tanpa Terdeteksi
(Foto: Lockheedmartin)WASHINGTON - Pesawat tempur F-35 Lighting II merupakan armada jet masa depan yang menguatkan militer Amerika Serikat (AS). Teknologi pesawat ini memungkinkan pilot menyerang target tanpa terdeteksi oleh lawan.
Australia makin Gundah dengan Modernisasi Alutsista TNI AU

Pitch Black 2012 Sukhoi TNI AU dan F-18 RAAF (cazasyhelicopteros.com)
WADAN SATGAS POM TNI KONGA XXV-E/UNIFIL HADIRI ACARA HUT KOPASSUS

Blate Marjayoun, 16 April 2013, Wakil Komandan Satgas POM TNI Konga XXV-E/UNIFIL ( United Nations Interim In Lebanon ) Mayor POM Kadek Jaya Kusumantara menghadiri acara HUT Kopassus ( Komando Pasukan Khusus ) TNI-AD. Acara HUT yang ke 61 dilaksanakan dengan sederhana namun khidmat ini dipimpin oleh WADAN Sector East yang dihadiri oleh Perwira, Bintara dan Tamtama anggota Kopassus serta undangan dan berlangsung di ruang serba guna FPC ( Force Protection Company ), Sudirman Camp Naqoura, Lebanon Selatan (16/04). Baca selengkapnya..
"Jupiter Aerobatic Team" yang Memukau pada HUT TNI AU ke-67
![]() |
Tanggal 9 April adalah hari besar bagi TNI AU karena pada tanggal 9 April 2013 TNI AU memperingati HUT ke-67. Penulis mendapat undangan pada peringatan yang dilaksanakan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Upacara peringatan dipimpin oleh Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, dihadiri para pejabat tinggi angkatan, polri, pejabat sipil serta anggota dan purnawirawan TNI AU. Baca selengkapnya..
Ancaman Perang Korea dan Benturan Peradaban
![]() |
Samuel P.Hutington dalam mengulas "benturan peradaban," menyatakan bahwa terbentuknya sebuah gagasan peradaban universal adalah gagasan Barat, dan secara langsung bertentangan dengan partikularisme dari sebagian besar masyarakat Asia. Dalam wilayah politik perbedaan-perbedaan itu terwujud dalam usaha Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya dalam membujuk masyarakat lainnya untuk mengadopsi ide-ide Barat tentang demokrasi dan hak asasi. Sebuah pemerintahan demokratis modern berasal dari Barat. Ketika berkembang di masyarakat non Barat, hal ini biasanya merupakan produk dari kolonialisme atau pemaksaan Barat. Baca selengkapnya..









