KODIKAU PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW
![]() Dankodikau Marsekal Muda TNI Bagus Puruhito didampingi Wadan Kodikau Marsekal Pertama TNI M.Nurullah S.IP beserta seluruh personel Kodikau dan jajaran sedang mendengarkan ceramah dari bapak DR.H.M. Hidayat pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gor Ganesha Kodikau, Rabu (8/2). (Foto : Pen Kodikau) |
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kodikau dilaksanakan dengan penuh hikmat di Gor Ganesha Kodikau, Rabu (8/2) yang dihadiri oleh Dankodikau Marsekal Muda TNI Bagus Puruhito, Wadan Kodikau Marsekal Pertama TNI M.Nurullah S.IP, para pejabat Kodikau, para Komandan satuan jajaran wilayah Jakarta, PIA AG Gabungan II Kodikau, serta seluruh personel Makodikau, dengan mengambil tema “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita mantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna meningkatkan pengabdian kepada Nusa dan Bangsa”.
Dankodikau dalam sambutannya menyatakan dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi yaitu dari sudut pandang religius yakni sosok beliau sebagai manusia biasa sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep ke-Islaman dan sosio politik dimana beliau adalah sosok politikus handal dan pemimpin yang adil, toleran dan non diskriminatif yang mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab saat itu menuju tatanan masyarakat sosial sejahtera dan tentram. Untuk kita keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri pada kehidupan yang selaras untuk dapat memberi semangat baru dalam membangun nilai-nilai baru sehingga tercipta masyarakat yang aman, adil dan sejahtera
Dalam ceramahnya Bapak DR. H. M.Hidayat menjelaskan Nabi Muhammad SAW saat menyampaikan tausiahnya di Masjid Nabawi pernah berpesan bahwa dalam kehidupan, anugerah terbesar yang diberikan Allah yang kita terima adalah anak –anak yang kita miliki. Untuk itu betapa pentingnya menjaga anak anak kita sebagai sesuatu yang paling berharga dan yang kita harapkan. Anak juga asset yang paling besar yang membuat kita rela melakukan apa saja demi anak-anak kita.
Ada petuah Nabi Muhammad SAW yang lain yang disampaikan bahwa ada empat hal kebahagiaan yang kalian cari didunia dalam visi hidupmu yang pertama, mendapatkan pasangan hidup yang sholeh dan sholekhah. Kedua targetmu adalah engkau punya anak-anak yang berkualitas. Ketiga engkau berinteraksi dengan orang orang yang baik dan yang ke empat rejeki yang engkau peroleh itu dari negeri sendiri yang artinya tidak terlalu sulit engkau mencari rejeki untuk kehidupanmu.
Pada akhir ceramahnya DR.H .M Hidayat mengatakan sudah sepatutnya umat muslim itu memiliki buku biografi atau sejarah hidup Nabi Muhammad SAW di setiap rumah tangga setelah Alquran dan Hadis. Dengan demikian kita bisa melihat islam dengan kaca mata atau prespektip yang benar yang jernih yang orisinil, bukan islam yang dinyatakan oleh pihak pihak yang mempunyai kepentingan tertentu.
Pada kesempatan yang sama juga diadakan kebaktian bersama bagi umat Nasrani Kodikau dipimpin oleh Romo Sunyoto PR di Rupat Suryadharma Makodikau yang menyatakan bahwa kehidupan seseorang dalam melayani Allah dapat dilihat dari tingkah laku dan perbuatan baik yang dilakukan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, tempat tinggal maupun dilingkungan tempat berdinas.




