BUKU TAMU

Tito Aprianto N
Assalamualaikum wr.wbsaya ingin bertanya pak, bagaimana cara menjadi teknisi pesawat TNI pak? dan kapan pendaftarannya ?
Purwanto Nugroho
Yth. Pengelola Website TNI-AU, Mohon informasi, itu DANKORPASKHAS kan sudah sertijab...kog fotonya tidak di update ?    ...
ayu
selamat siang pak, bagmn penyelesaian kalau suami selingkuh dan sudah membuat pernytaan akan tetapi tidak ada kenyamanan, sy meras...
Yohanes Wisnu Kunta Bagaskara
Selamat pagi berkah dalem.saya mau bertanya tentang apa saja syarat untuk masuk TNI AU.karena saya dari jurusan IPA dan lulus dita...
Deden N. Natawisastra
Assalamu alaikum, Sy mhn informasi dan contact person dr Bpk Eko Prihandoko, beliau adalah teman SMP sy di smp negeri 8 lanud sula...
Roid Mushoddaq
saya lulusan d3 keperawatan, apakah bisa bekerja di rs tni au? jika bisa apakah harus melalui pendidikan tni terlebih dahulu?
Farlin
Syalom, apakah bisa saya mendaftar dilanud banjarmasin jika semua berkas saya berasal dari makassar? Mohon dijawab Terima Kasih
alexsander putra palsendo
assalamualiakum.wr.wb maaf pak sebelumnya saya ingin bertanya perrkenalkan saya dulu pak,, nama saya alexsander putra palsendo ber...
Fahmi Ahmad Fauzi
Assalamualaikum Wr. Wb. saat ini saya masih duduk di kelas XII IPA. saya berkeinginan melanjutkan di AKMIL. namun saya mendapat in...
Wahyu Stevanus Parulian
Malam pak, saya ingin bertanya umur saya sudah 25 tahun dibulan agustus lalu. Saya ingin sekali dftr jd angkatan udara. Pendidikan...
hafni anggraeni
asssalamualaikum, saya ingin bertanya, dimana saja keberadaan Pesawat Super Tucano EMB-314 TNI AU yaa Pak? apakah di Mabes AU ada...
Haekal
Yth kasau beserta staf jajaran TNI AU Pak S1 teknik manajemen industri akan ditempatkan di korps apa ?
Hilda Nurhelfitrianingsih
Assalamu'alaikum wr. Wb Salam sejahtera,  Mohon Izin,  Saya ingin bertanya apakah bisa untuk lulusan Teknik Sipil namun...
rio daniel
maaf saya mau tanya, soalnya saya tidak seberapa paham soal hukum, maaf kalau pertanyaan saya tidak sopan. pertanyaan saya apakah...
Dimas eka octaviano
Saya ingin bertanya apakah memiliki gigi gingsul tidak dapat diterima di TNI AU? 

LETKOL KES. Dr WAWAN MULYAWAN PUTRA KOPRAL RAIH GELAR DOKTOR

Dispenau - 10/01/2012

Letkol Kes. DR. Dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS., bersama keluarga usai mempertahankan desrtasinya di Aula FK UI. Selasa (10/1)

Letkol Kes Dr. Wawan Mulyawan berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan dewan penguji yang diketuai Guru Besar Tetap Ilmu Bedah Syaraf FK UI Prof. dr. RM Padmosantjojo, Sp.BS (K), dengan anggota dr. Nuryati Siregar, MS, Sp.PA (K) PhD, Dr. dr Agus Turchan, SpBS (K) dan DR. dr. Sri Widia A Jusman, MS, serta Promotor Dr. rer. Physiol. Dr Septelia Inawati Wanandi dan Letkol Kes. Dr. dr Isdwiranto Iskanto, MSc di Aula FK UI, Selasa (10/1). Putra seorang kopral tersebut mengambil judul disertasi “Analisis respon adaptasi jaringan otak pasca induksi hipoksia hipobarik intermiten pada tikus : Kajian khusus pada ekspresi hypoxi-inducible factor-1a”.

Guru Besar Tetap Biokimia dan Biologi Molekuler FK UI Prof dr Muhamad Sadikin, DSc, mengatakan bahwa Letkol Kes. Dr. dr Wawan Mulyawan, Sp.BS., telah meruntuhkan mitos bahwa seorang militer tidak boleh berpikir bebas, yang konon hanya siap menjalankan perintah. Kata-kata siap yang selalu diucapkan kepada tim Promotor ternyata membuktikan kesiapan penelitian atas inisiatif sendiri bukannya siap menerima perintah semata.

Disebutkan dalam disertasinya bahwa resiko akibat terjadinya perubahan tekanan udara dari normobarik ke hipobarik secara akut adalah decompression sickness (gangguan tubuh akibat perbedaan tekanan udara di luar di dalam tubuh) dan kekurangan oksigen disebut hipoksia hipobarik. Resiko hipoksia hipobarik masih menjadi masalah hingga saat ini, karena angka terjadinya kebocoran pressurized cabin masih saja terjadi baik di penerbangan sipil maupun penerbangan militer, walau teknologi penerbangan semakin canggih.

Pada tahun 2000 di Amerika Serikat telah terjadi sebelas kejadian dekompresi pada pesawat komersial atau setiap 50.000 jam terbang, sedangkan US Air Force mengindikasikan hasil yang sama. Demikian juga terhadap G-Force pada penerbangan pesawat tempur terdapat resiko terjadinya kekurangan oksigen pada saat black out berupa hipoksia stagnan dan saat red out dengan terjadinya cedera re-perfusi.

Dalam penelitian membuktikan bahwa dengan pemberian latihan hipoksia yang terkendali dan berulang-ulang (intermiten) ternyata akan meningkatkan ketahanan otak dan jantung terhadap kekurangan oksigen yang berat dan fatal, jelasnya.

Selanjutnya hasil desertasi ini telah diserahkan dan dalam proses perbaikan untuk dimuat dalam majalah kedokteran penerbangan yang paling bergengsi dan dapat dikatakan sebagai artikel pelopor dalam bidangnya yang menggali sampai aspek seluler dan monokuler.


 

follow-us

VIDEO