BUKU TAMU

Cyntia Wahyuningrum
Selamat siang, Apakah pengelola Puri Ardhya Garini ada pada hari libur ?
Azizah Khairunnisa
Selamat pagi, Saya dari OSIS SMAN 12 Jakarta, ingin mengadakan LDKS di TNI AU, mohon informasi ke mana untuk menghubungi...
Bachtiar Firdaus
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Mohon informasi bagaimana caranya mendaftar menjadi Taruna AAU, terima kasih,  wassalamu'alaikum Wr....
Mangapul Alexus Simbolon
Selamat Sore Bapak/Ibu. Apakah jurusan Antropokinetika/Olahraga Rekreasi (Orek) bisa diterima untuk pendaftaran Mahasisw...
Orlando Pranata
Assalammualaikum Wr. Wb. Bapak/Ibu, kapan penerimaan Bintara PK TNI AU tahun 2016 ? terima kasih dan mohon jawabannya.
Ipan Rahayu Hanapiah
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kami siswa siswi MTs Darul Falah ingin berkunjung ke Lanud Halim Perdanakusuma, bagaimana prosedurnya dan...
Ari Wardhana
Assalamu'alaikum Pak. Bagaimana cara mendaftar wajib militer, di mana dan tanggal berapa Pak ? terima kasih.
Aidan Zafran
Bapak/Ibu, Apakah seleksi Taruna Akademi TNI TA 2016, per matra atau integrasi angkatan ?, terima kasih, om swastiastu.
Agung Muharam
Selamat sore. Apakah pendaftaran wajib militer untuk bela negara terhadap kecintaan negeri ini sudah dibuka? saya ingin...
Angga Surya
Pak, apabila kesalahan cetak tempat lahir di SKHUN SD, apakah cukup meminta surat keterangan pada sekolah atau dinas pendidikan ?
Elsa Puji R.
Assalamualaikum Wr. Wb. Bpk/Ibu, Kapan penerimaan CPNS untuk tenaga kesehatan di RS TNI AU ? dan apa saja persyaratan dan prosedur...
Rafly
Assalamualaikum Wr. Wb. Ibu/bapak Admin, apakah bisa mendaftar prajurit TNI dengan surat keterangan kehilangan beserta lampiran fi...
Terysa
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apakah bisa tempat mendaftar calon prajurit TNI AU berbeda dengan tempat tinggal asal? misalnya tinggal d...
Imron Shobarudin
Selamat sore Bapak/Ibu, saya ingin menjadi anggota wajib militer dan bagaimana cara pendaftarannya serta apakah yang sudah menikah...
Budi Santoso
Bagaimana cara mendaftar menjadi TNI Angkatan Udara ? saya ingin menjadi TNI AU.

LETKOL KES. Dr WAWAN MULYAWAN PUTRA KOPRAL RAIH GELAR DOKTOR

Dispenau - 10/01/2012

Letkol Kes. DR. Dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS., bersama keluarga usai mempertahankan desrtasinya di Aula FK UI. Selasa (10/1)

Letkol Kes Dr. Wawan Mulyawan berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan dewan penguji yang diketuai Guru Besar Tetap Ilmu Bedah Syaraf FK UI Prof. dr. RM Padmosantjojo, Sp.BS (K), dengan anggota dr. Nuryati Siregar, MS, Sp.PA (K) PhD, Dr. dr Agus Turchan, SpBS (K) dan DR. dr. Sri Widia A Jusman, MS, serta Promotor Dr. rer. Physiol. Dr Septelia Inawati Wanandi dan Letkol Kes. Dr. dr Isdwiranto Iskanto, MSc di Aula FK UI, Selasa (10/1). Putra seorang kopral tersebut mengambil judul disertasi “Analisis respon adaptasi jaringan otak pasca induksi hipoksia hipobarik intermiten pada tikus : Kajian khusus pada ekspresi hypoxi-inducible factor-1a”.

Guru Besar Tetap Biokimia dan Biologi Molekuler FK UI Prof dr Muhamad Sadikin, DSc, mengatakan bahwa Letkol Kes. Dr. dr Wawan Mulyawan, Sp.BS., telah meruntuhkan mitos bahwa seorang militer tidak boleh berpikir bebas, yang konon hanya siap menjalankan perintah. Kata-kata siap yang selalu diucapkan kepada tim Promotor ternyata membuktikan kesiapan penelitian atas inisiatif sendiri bukannya siap menerima perintah semata.

Disebutkan dalam disertasinya bahwa resiko akibat terjadinya perubahan tekanan udara dari normobarik ke hipobarik secara akut adalah decompression sickness (gangguan tubuh akibat perbedaan tekanan udara di luar di dalam tubuh) dan kekurangan oksigen disebut hipoksia hipobarik. Resiko hipoksia hipobarik masih menjadi masalah hingga saat ini, karena angka terjadinya kebocoran pressurized cabin masih saja terjadi baik di penerbangan sipil maupun penerbangan militer, walau teknologi penerbangan semakin canggih.

Pada tahun 2000 di Amerika Serikat telah terjadi sebelas kejadian dekompresi pada pesawat komersial atau setiap 50.000 jam terbang, sedangkan US Air Force mengindikasikan hasil yang sama. Demikian juga terhadap G-Force pada penerbangan pesawat tempur terdapat resiko terjadinya kekurangan oksigen pada saat black out berupa hipoksia stagnan dan saat red out dengan terjadinya cedera re-perfusi.

Dalam penelitian membuktikan bahwa dengan pemberian latihan hipoksia yang terkendali dan berulang-ulang (intermiten) ternyata akan meningkatkan ketahanan otak dan jantung terhadap kekurangan oksigen yang berat dan fatal, jelasnya.

Selanjutnya hasil desertasi ini telah diserahkan dan dalam proses perbaikan untuk dimuat dalam majalah kedokteran penerbangan yang paling bergengsi dan dapat dikatakan sebagai artikel pelopor dalam bidangnya yang menggali sampai aspek seluler dan monokuler.


 

follow-us

VIDEO