BUKU TAMU

Zainal
Assalamu'alaikum wr.wb Selamat pagi, maaf sebelumnya . Saya ingin tanya kalo pendaftaran Sekbang PSDP TNI 2014 kapan ya dibukanya...
Anggraini
Assalamu'alaikum, Mohon informasi apakah lulusan sarjana Olahraga tahun ini bisa mengikuti pendaftaran Perwira Karier TNI, di...
Dinul Habib Ulul Azmi Daniel
Assalamu'alaikum Apa persyaratan menjadi pilot TNI AU ? apakah pendaftarannya membutuhkan biaya ? terima kasih, wassalamu'alaikum.
Parramatta Adri Satyawada
Assalamualaikum Wr. Wb. Mohon info pendaftaran Wamil tahun 2014, seandainya bisa persyaratan apakah yang harus dipenuhi untuk mend...
Irfan Nurhadiansyah
Assalamualaikum Wr. Wb. Cita-cita saya dari kecil ingin menjadi TNI dan ingin mengikuti seleksi, dengan tinggi badan 161 cm,...
Ora Putra
Selamat siang Bapak/Ibu admin, Apakah jurusan Pendidikan Seni Musik bisa mengikuti seleksi penerimaan Perwira Karier TNI? Moh...
Rachell Nurman Zulkarnain
Saya mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Jember, di Malang. Apakah ada lowongan kerja praktek sesuai bidang jurusan saya pa...
Brian Julio Zesar
Selamat sore bapak/ibu, Lulusan S1 jurusan Akuntansi, bisakah daftar TNI-AU ? mohon informasinya. terima kasih.
Ignatius Sitorus
Saya tahun depan tamat SMA Unggul Del, bagaimana cara pendaftaran prajurit TNI AU? terima kasih.
Agnes
Selamat pagi, mohon informasi penerimaan calon Tamtama PK TNI AU Gelombang II TA 2014 ? terima kasih.
Annisa
Selama mengikuti kegiatan seleksi tingkat daerah maupun seleksi tingkat pusat di Akmil Magelang, apakah diperbolehkan dan diberi k...
Rifal Fauzi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Cita-cita saya ingin menjadi TNI dengan kondisi mata minus satu, mohon pendapatnya.
Betty
Saya sebagai keluarga menanyakan alamat lengkap dan kode pos untuk mengirim paket, buat anggota Prada yang tinggal di ba...
Rifki
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana cara bisa menjadi pilot di TNI AU ? 
Oscar
Apakah lulusan D3 Perhotelan bisa mengikuti test Perwira PK TNI ? terima kasih.

LETKOL KES. Dr WAWAN MULYAWAN PUTRA KOPRAL RAIH GELAR DOKTOR

Dispenau - 10/01/2012

Letkol Kes. DR. Dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS., bersama keluarga usai mempertahankan desrtasinya di Aula FK UI. Selasa (10/1)

Letkol Kes Dr. Wawan Mulyawan berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan dewan penguji yang diketuai Guru Besar Tetap Ilmu Bedah Syaraf FK UI Prof. dr. RM Padmosantjojo, Sp.BS (K), dengan anggota dr. Nuryati Siregar, MS, Sp.PA (K) PhD, Dr. dr Agus Turchan, SpBS (K) dan DR. dr. Sri Widia A Jusman, MS, serta Promotor Dr. rer. Physiol. Dr Septelia Inawati Wanandi dan Letkol Kes. Dr. dr Isdwiranto Iskanto, MSc di Aula FK UI, Selasa (10/1). Putra seorang kopral tersebut mengambil judul disertasi “Analisis respon adaptasi jaringan otak pasca induksi hipoksia hipobarik intermiten pada tikus : Kajian khusus pada ekspresi hypoxi-inducible factor-1a”.

Guru Besar Tetap Biokimia dan Biologi Molekuler FK UI Prof dr Muhamad Sadikin, DSc, mengatakan bahwa Letkol Kes. Dr. dr Wawan Mulyawan, Sp.BS., telah meruntuhkan mitos bahwa seorang militer tidak boleh berpikir bebas, yang konon hanya siap menjalankan perintah. Kata-kata siap yang selalu diucapkan kepada tim Promotor ternyata membuktikan kesiapan penelitian atas inisiatif sendiri bukannya siap menerima perintah semata.

Disebutkan dalam disertasinya bahwa resiko akibat terjadinya perubahan tekanan udara dari normobarik ke hipobarik secara akut adalah decompression sickness (gangguan tubuh akibat perbedaan tekanan udara di luar di dalam tubuh) dan kekurangan oksigen disebut hipoksia hipobarik. Resiko hipoksia hipobarik masih menjadi masalah hingga saat ini, karena angka terjadinya kebocoran pressurized cabin masih saja terjadi baik di penerbangan sipil maupun penerbangan militer, walau teknologi penerbangan semakin canggih.

Pada tahun 2000 di Amerika Serikat telah terjadi sebelas kejadian dekompresi pada pesawat komersial atau setiap 50.000 jam terbang, sedangkan US Air Force mengindikasikan hasil yang sama. Demikian juga terhadap G-Force pada penerbangan pesawat tempur terdapat resiko terjadinya kekurangan oksigen pada saat black out berupa hipoksia stagnan dan saat red out dengan terjadinya cedera re-perfusi.

Dalam penelitian membuktikan bahwa dengan pemberian latihan hipoksia yang terkendali dan berulang-ulang (intermiten) ternyata akan meningkatkan ketahanan otak dan jantung terhadap kekurangan oksigen yang berat dan fatal, jelasnya.

Selanjutnya hasil desertasi ini telah diserahkan dan dalam proses perbaikan untuk dimuat dalam majalah kedokteran penerbangan yang paling bergengsi dan dapat dikatakan sebagai artikel pelopor dalam bidangnya yang menggali sampai aspek seluler dan monokuler.


Share this

 

VIDEO