BUKU TAMU

Rangga Yudha Pratama
Assalamualaikum Wr. Wb. Pak saya pelajar SMA Kelas 12, apakah bisa mengikuti pendaftaran Taruna Akademi TNI Tahun 2015 ? nilai UAN...
Abdrahman
Asslamu'alaikum Wr. Wb. Pak apakah ijazah paket C dapat digunakan mendaftar prajurit TNI AU ? ijazah SD saya ijazah Paket A, ijaza...
Suyono
Saya guru dari SMPN 1 Trowulan Mojokerto Jawa Timur sering berkunjung ke Musium Dirgantara Jogjakarta, bagaimana agar bisa melihat...
Novalino Reynaldy
Selamat siang,  Umur saya 20 tahun bulan November 2015, tinggi 176 cm, berat 85 kg, lulusan SMK, nilai rata-rata 6.8, apakah...
Raden Dynasti Gusti
Selamat pagi Bapak/Ibu, Kapan pendaftaran Mahasiswa Beasiswa TNI ? dan kebutuhan jurusan/program studi apa saja untuk wanita ?, te...
Mokhamad Lutful Hakim
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat ulang tahun buat TNI AU yang ke-69 yang sebentar lagi akan merayakan pada tanggal 9 April 2015. B...
Frayunita
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak, apakah jurusan/program studi akreditasi C bisa mengikuti pendaftaran Perwira Prajurit Karier TNI ? t...
Bayu Eka P
Saya dari program militer O Channel TV, ingin melakukan kerjasama peliputan satuan TNI Angkatan Udara, bagaimana prosedural izin p...
Wahyu Saputro
Mohon informasi bagaimana cara mendaftar Wamil di Surakarta ?
Prasetyo Adi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bapak/Ibu, Umur saya 24 tahun, berapa umur maksimal penerimaan Bintara PK TNI AU? apakah menerima lulusan...
Agata Fairuz
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak saya ingin mendaftar menjadi Taruni AAU, pada http://au.rekrutmen-tni.ilmci.com belum ada pendaftaran...
Haqqa
Selamat malam Bapak/Ibu. Apakah bentuk kaki O berpengaruh untuk mendaftar prajurit TNI atau PNS ? saya kuliah D III Akper ing...
Ridho Rifaldi
Selamat malam Pak, Apabila lulus seleksi Taruna AAU, apakah ada pembayaran bulanan untuk pendidikan dan kapan pendaftaran Taruna A...
Andrian
Selamat sore Pak, Apakah lulusan sarjana bisa mendaftar Perwira PSDP TNI ? terima kasih.
Nur
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kapan pendaftaran Perwira PK TNI untuk profesi dokter ? saya baca di website TNI AU rekruitmen bulan Okto...

LETKOL KES. Dr WAWAN MULYAWAN PUTRA KOPRAL RAIH GELAR DOKTOR

Dispenau - 10/01/2012

Letkol Kes. DR. Dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS., bersama keluarga usai mempertahankan desrtasinya di Aula FK UI. Selasa (10/1)

Letkol Kes Dr. Wawan Mulyawan berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan dewan penguji yang diketuai Guru Besar Tetap Ilmu Bedah Syaraf FK UI Prof. dr. RM Padmosantjojo, Sp.BS (K), dengan anggota dr. Nuryati Siregar, MS, Sp.PA (K) PhD, Dr. dr Agus Turchan, SpBS (K) dan DR. dr. Sri Widia A Jusman, MS, serta Promotor Dr. rer. Physiol. Dr Septelia Inawati Wanandi dan Letkol Kes. Dr. dr Isdwiranto Iskanto, MSc di Aula FK UI, Selasa (10/1). Putra seorang kopral tersebut mengambil judul disertasi “Analisis respon adaptasi jaringan otak pasca induksi hipoksia hipobarik intermiten pada tikus : Kajian khusus pada ekspresi hypoxi-inducible factor-1a”.

Guru Besar Tetap Biokimia dan Biologi Molekuler FK UI Prof dr Muhamad Sadikin, DSc, mengatakan bahwa Letkol Kes. Dr. dr Wawan Mulyawan, Sp.BS., telah meruntuhkan mitos bahwa seorang militer tidak boleh berpikir bebas, yang konon hanya siap menjalankan perintah. Kata-kata siap yang selalu diucapkan kepada tim Promotor ternyata membuktikan kesiapan penelitian atas inisiatif sendiri bukannya siap menerima perintah semata.

Disebutkan dalam disertasinya bahwa resiko akibat terjadinya perubahan tekanan udara dari normobarik ke hipobarik secara akut adalah decompression sickness (gangguan tubuh akibat perbedaan tekanan udara di luar di dalam tubuh) dan kekurangan oksigen disebut hipoksia hipobarik. Resiko hipoksia hipobarik masih menjadi masalah hingga saat ini, karena angka terjadinya kebocoran pressurized cabin masih saja terjadi baik di penerbangan sipil maupun penerbangan militer, walau teknologi penerbangan semakin canggih.

Pada tahun 2000 di Amerika Serikat telah terjadi sebelas kejadian dekompresi pada pesawat komersial atau setiap 50.000 jam terbang, sedangkan US Air Force mengindikasikan hasil yang sama. Demikian juga terhadap G-Force pada penerbangan pesawat tempur terdapat resiko terjadinya kekurangan oksigen pada saat black out berupa hipoksia stagnan dan saat red out dengan terjadinya cedera re-perfusi.

Dalam penelitian membuktikan bahwa dengan pemberian latihan hipoksia yang terkendali dan berulang-ulang (intermiten) ternyata akan meningkatkan ketahanan otak dan jantung terhadap kekurangan oksigen yang berat dan fatal, jelasnya.

Selanjutnya hasil desertasi ini telah diserahkan dan dalam proses perbaikan untuk dimuat dalam majalah kedokteran penerbangan yang paling bergengsi dan dapat dikatakan sebagai artikel pelopor dalam bidangnya yang menggali sampai aspek seluler dan monokuler.


 

follow-us

VIDEO