MONUMEN BARU CASSA-212 DI LANUD HUSEN SASTRANEGARA
![]() Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP menandatangani prasasti monumen pesawat Cassa -212-100 nomor ekor A-2101 di Lanud Husein Sastranegara. Kamis (28/6). ![]() Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP meninjau monumen pesawat Cassa -212-100 nomor ekor A-2101 di Lanud Husein Sastranegara .Kamis (28/6). |
Pengabdian pesawat angkut ringan jenis Cassa akhirnya diabadikan sebagai monumen. Sebuah pesawat Cassa C-212-100 dengan Tail Number A-2101 yang telah mengabdi di jajaran TNI Angkatan Udara selama dua puluh tujuh tahun lebih akhirnya diresmikan sebagai monumen oleh Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP pada hari Kamis (28/6) di Lanud Husein Sastranegara Bandung.
Pesawat Cassa 212-100 yang dalam beroperasi memiliki call sign “Walet” tersebut menjadi kekuatan angkut ringan TNI Angkatan Udara sejak 9 April 1985 dibawah Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.
Prototipe Pesawat Cassa 212 Aviocar pertamakali di buat oleh pabrik Cassa Spanyol pada tahun 1971, sedangkan pembuatannya di Indonesia di buat oleh PT. Nurtanio (PT DI) pada tahun 1976.
Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., dalam sambutannya mengatakan, bahwa peresmian monumen semacam ini sangat baik untuk meningkatkan rasa kebanggan prajurit Angkatan Udara khususnya yang ada di Lanud Husein Sastranegara.
“Pesawat ini bukan pesawat rongsokan namun pesawat yang terperlihara dengan baik, sehingga siapapun yang menghuni pangkalan ini akan merasa bangga”, jelas Kasau
Kasau menjelaskan, bahwa TNI Angkatan Udara memiliki dua type pesawat Cassa yaitu Cassa 212-100 dan Cassa 212-200. Khususnya type 212-100 jika di opesionalkan sudah kurang efektif dan disisi lain TNI Angkatan Udara masih memiliki type 212-200 yang relatif masih cukup baik dan efektif untuk dioperasionalkan. Saat ini PT DI sudah mulai memproduksi pesawat Cassa 212 yang lebih canggih yaitu dengan type 212-400.
Pesawat Cassa 212 yang dijadikan monument ini banyak jasanya dalam melakukan operasi udara di seluruh wilayah tanah air, seperti operasi Rencong Terbang di Aceh pada tahun 1987, operasi Malirja (Maluku dan Irian Jaya/Papua), Operasi Gabungan TNI Hiu Elang tahun 1999 di Timor Timur dan Operasi Imbang Terbang di Aceh tahun 2002 serta berbagai operasi-operasi udara lainnya, ungkap Kasau.
Pesawat Cassa 212 oleh TNI AU sangat efektif digunakan dlam berbagai tugas seperti dibidang pemotretan udara, pembuatan hujan buatan, SAR, pemetaan, ambulan udara, pendidikan sekolah navigator, penerjunan pasukan, olahraga terjun payung, cargo dropping, air landed maupun pengintaian udara.





