BUKU TAMU

Theo Sembiring
Kepada Yth. bapak/ibu, Saya tinggal di Jogja. Apakah lulusan Diploma bidang Komputer luar negeri Australia bisa mengikuti pendidik...
Asep Munandar
Selamat sore, Saya dari Indramayu, umur 19 tahun, lulusan SMK, cita-cita menjadi TNI untuk membela NKRI. Mohon informasi pendaftar...
Bayu Nurseto
Kapan pendaftaran Bintara PK TNI AU Tahun 2015 ?
Indra
Apakah lulusan S.1 Sarjana Sistem Informasi ada kesempatan untuk mendaftar calon Perwira Prajurit Karier TNI ? karena di tabe...
Akbar Nugraha
Kapan dibuka pendaftaran calon prajurit TNI AU Tahun 2015 ? terima kasih.
Sahala Tour
Salam Dirgantara, Kami akan menyelenggarakan rencana study tour ke Musium Dirgantara, mohon informasi dan persyaratan lainnya. Sek...
Piastiti Andriana
Selamat sore, Saya mahasiswi S.1 Kesehatan Masyarakat Sistem Informasi Kesehatan dan Rekam Medis, apakah bisa mendaftar calon Perw...
Lukman Prasetyo S.
Assalamu 'alaikum Pak, Kapan dibuka pendaftaran calon Bintara PK TNI-AU Tahun 2015 ? terima kasih.
Sem Wilson Adu
Dengan hormat, Saya pengurus Tim PON Remaja Olahraga Bridge Provinsi NTT, berada di Surabaya belum memiliki tiket. Mohon bantuan t...
Gabriel Sipayung
Dengan Hormat, Mohon informasi penulisan surat untuk perizinan di Lanud Halim Perdanakusuma, terima kasih, best regards, Gabriel.
Ayu
Assalamu'alaikum Wr. Wb., Persyaratan apa saja untuk mendaftar calon Mahasiswa Beasiswa TNI Pak ? terima kasih.
Gita Prihandini W
Selamat siang. Apakah persyaratan pendaftaran calon Taruni AAU Tahun 2015 masih sama seperti tahun ini? Saya bukan lulusan SM...
Dini Fajryani
Selamat malam , Saya Lulusan SMK jurusan Sekertaris dan lulusan D3 Manajement Transportasi Udara, apakah bisa mendaftar calon Perw...
Anisha Nugraha
Mohon info pendaftaran PNS TNI AU TA 2015. Terima kasih. 
Moch. Reza Pahlevi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya mahasiswa tingkat ahir jurusan D-3 Radiologi (Radiografer) Poltekkes Kemenkes Semarang berkeinginan...

SUKHOI TNI AU PAKSA MENDARAT PESAWAT ASING DI BALIKPAPAN

Dispenau - 1/10/2012

Flight pesawat Buru Sergap TNI AU  Thunder Flight  yang terdiri dari sebuah pesawat Sukhoi Su-27 bernomor ekor  TS 2705 dengan pilot Mayor Pnb Riyanto dan sebuah pesawat Sukhoi Su-30 bernomor TS 3004 dengan pilot Mayor Pnb David Ali/ Lettu Pnb Andri dari Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin, berhasil memaksa mendarat sebuah  pesawat Cessna 208B dengan nomor registrasi N354RM milik  Amerika Serikat yang melanggar wilayah udara nasional Indonesia pada hari Minggu tanggal 30 September 2012.

Pada pukul 12.30 siang  kehadiran pesawat tersebut sudah dideteksi jaringan radar udara Kohanudnas. Awalnya pesawat terdeteksi oleh Posek II Makassar lewat MCC (Military-Civil Coordination Center) Hasanuddin  melalui pantauan Radar Bandara Manado dan Radar Satrad 224 Kwandang.   Saat yang bersamaan Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional di Markas Kohanudnas juga mengamatinya.  Lebih kurang satu jam kemudian ATC (Air Traffic Controller) Gorontalo berhasil melakukan komunikasi dengan pesawat asing tersebut dan menanyakan perijinannya melintas di wilayah udara Indonesia.

Karena pesawat asing ini tidak tercatat dalam  rencana penerbangan Flight Clearance Information System (FCIS), maka dikatagorikan sebagai penerbangan gelap (Black Flight) dan melanggar keamanan nasional Indonesia. Dalam Database  Flight Clearance Information System (FCIS) yang terkoneksi antara Pusat Operasi Sektor Kosekhanudnas II Makassar dan  Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional di Makohanudnas Halim Perdanakusuma Jakarta menunjukkan tidak adanya  ijin melintas pesawat asing tersebut.

Atas perintah Pangkohanudnas Marsda TNI FHB. Soelistyo, S.Sos selaku pemegang komando operasi pertahanan udara maka  Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Agus Hariyadi yang mengendalikan operasi pertahanan udara memerintahkan MCC Hasanuddin agar mengarahkan pesawat asing tersebut untuk segera mendarat di Makassar atau Balikpapan. Melalui komunikasi radio lewat petugas ATC Gorontalo, ATC Palu dan ATC Balikpapan, Kohanudnas sudah meminta agar pesawat mendarat di Makassar untuk menyelesaikan masalah surat perijinan, namun pilot pesawat Cessna tidak mematuhi perintah tersebut dan kehilangan kontak radio.

Setelah beberapa waktu kemudian tetap tidak bisa radio contact dengan pesawat asing tersebut yang tetap tidak menunjukkan iktikad akan mendarat di Makassar atau Balikpapan, selanjutnya atas perintah Pangkohanudnas, maka Pangkosekhanudnas II memerintahkan dua pesawat Sukhoi dari Skadron 11 Lanud Hasanuddin untuk segera melakukan proses penindakan terhadap pesawat pelanggar wilayah udara Nasional ini.  Dua pesawat buru sergap Sukhoi yang selalu siaga di Lanud Hasanudin Makassar langsung “start engine” dan segera tinggal landas untuk melakukan Interception atau penyergapan secepat mungkin dengan dipandu oleh Perwira GCI (Ground Control Interceptor) dari Kosekhanudnas II Makassar dan Satrad 223 Balikpapan. 

Beberapa saat kemudian,setalh dipandu radar hanud dan menggunakan radar canggih pesawatnya akhirnya  kedua pesawat Sukhoi berhasil melakukan identifikasi secara  visual sebuah pesawat turboprop bermesin tunggal dengan nomor Registrasi N354RM. Melalui radio sang Flight Leader penyergapan menanyakan asal dan tujuan pesawat serta status perijinan melintasi wilayah Indonesia. Jawaban penerbang pesawat asing memperjelas fakta bahwa pesawat tersebut tidak mempunyai ijin melintas di wilayah udara Indonesia.  Kenyataan ini membuat Pangkosekhanudnas II   memerintahkan agar penerbang Sukhoi memaksa pesawat Asing tersebut untuk mendarat di Lanud Balikpapan. Pesawat asing tersebut akhirmya mendarat setelah dipaksa  turun (forced down) di Lanud Balikpapan Kaltim pada pukul 13.30 siang.

Pesawat Cessna 208 ternyata diawaki seorang penerbang berkebangsaan AS seharusnya hanya boleh melintasi wilayah udara  FIR (Flight Information Region) Filipina dan Malaysia namun dalam kenyataannnya melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah udara FIR Indonesia. Menurut keterangan pilot pesawat Cessna 208 Michael A. Boyd, misi penerbangan ini adalah pengiriman pesawat Cessna 208 baru dari pabriknya di Wichita Kansas yang dipesan oleh Hawker Pasific Jet melalui Operator Globeflyers.  Pesawat ini rencananya akan dioperasikan di Papua oleh Mr. Yus sebagai pembeli dengan rencana nomer registrasi PK-ICY (Nampak nomor registrasi  PK-ICY ditutup dgn sticker N-354RM).

Pesawat dengan kapasitas maksimal 14 penumpang. Panjangnya hanya 12,67 meter dengan jarak jelajah 2.000 kilometer tanpa harus refueling (pengisian bahan bakar), menjalani rute penerbangan pada tanggal tgl 24/9 berangkat dari Wichita, Kansas - Santa Maria, selanjutnya pada tanggal  25/9 melintasi California, tanggal 27/9 mendarat di Honolulu, Hawai, tanggal 29/9 mendarat di Kosrje, Macronesia, pada tanggal 30/9 mendarat di Koror, Palau menuju Singapura lewat wilayah udara Malaysia.

Namun selepas Palau penerbang justru membawa pesawat memotong wilayah udara Sulawesi utara, Gorontalo dan hendak melintasi Kalimantan menuju Singapura. Alasan dia memasuki wilayah udara Indonesia dikarenakan menghindari cuaca buruk, dan agen dari Hawker Pacific Jet ternyata memberikan Nomor perijinan yang  tidak termasuk melintasi wilayah udara  FIR Indonesia melainkan hanya  perijinan untuk melintasi wilayah udara Filipina, Malaysia.dan Singapura.

Perintah operasi penyergapan yang diinstruksikan langsung  oleh Panglima Kohanudnas Marsda TNI Bambang Soelistyo berdasarkan laporan bahwa pesawat asing ini tidak mematuhi perintah mendarat lewat komunikasi dengan ATC (Air Traffic Controller). Operasi pertahanan udara berupa  penyergapan oleh Flight  Tempur Sergap Sukhoi yang take off dari Makassar ini  dikendalikan dari Pusat Operasi Sektor Hanudnas II Makassar. Flight Sukhoi dengan tuntunan Radar TNI AU berhasil dengan sukses menyergap dan memaksa pesawat pelanggar wilayah udara nasional tersebut mendarat tanpa perlawanan di Bandara Sepinggan Balikpapan.

Setelah mendarat di Base Operasi Lanud Balikpapan, anggota Lanud Balikpapan dengan bersenjatakan senapan laras panjang sesuai prosedur  forced down, segera mengamankan pilot asing tersebut yang bernama Michael A Boyd yang ternyata terbang seorang diri. Setelah turun dari pesawat Komandan Lanud Balikpapan Kolonel Pnb. Djoko Senoputro segera menemui pilot asing tersebut guna memeriksa kelengkapan  surat-surat resmi seperti Flight Approval dan Flight Security Clearance. 

Sesungguhnya apabila pesawat sipil asing melintas di wilayah udara Indonesia harus dilengkapi dengan perijinan berupa Flight Clearance yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dengan dilengkapi;  nomor M.F.A ( Ministry of Foreign Affair) dari Kemenlu, nomor I.N.D.F         (Indonesian Defence Force) dari Mabes TNI dan nomor M.o.T (Ministry of Transportation) dari Kemenhub.   Dalam kejadian ini menurut Pangkohanudnas, diketahui bahwa  pesawat dengan type C-208B dan memiliki call sign N354RM tidak dilengkapi syarat-syarat tersebut. Penerbang asing diinterogasi selama tidak kurang dari dua jam setelah sebelumnya menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan, pendataan diri dan juga pengambilan gambar, selanjutnya  Michael A.Boyd  diajak menuju pesawat yang dikendarainya untuk kemudian menyaksikan penggeledahan muatan pesawat tersebut.

Pendaratan pesawat pelanggar wilayah udara nasional  itu di Bandara Sepinggan, Balikpapan, membuat seluruh pihak terkait dibandara menjadi bersiaga. Sebelum pesawat mendarat, sekitar 30 prajurit Angkatan Udara (AU) bersenjata SS-2 P1 siaga di landasan. Saat  pesawat Cessna 208 yang dikawal dua Sukhoi mendarat segera diperintahkan parkir dan penerbang yang ada di pesawat diperintahkan keluar dari pesawat dengan posisi tangan di atas untuk selanjutnya digeledah, dan digiring menuju ruang interogasi Base Ops Lanud Balikpapan.

Selanjutnya dalam rangka pemeriksaan  penerbang pesawat Cessna 208 untuk mengetahui motif dan kemungkinan ada pelanggaran serius maka  penerbangan terpaksa dihentikan sambil  menunggu perusahaan terkait membereskan administrasi perijinan penerbangan. Penerbang dalam keadaan sehat  dan diperlakukan dengan baik sesuai prosedur internasional oleh personel Lanud Balikpapan serta sebagai langkah pengamanan ditempatkan di Mess Penerbang Lanud Balikpapan dengan pengawalan ketat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

follow-us

VIDEO