BUKU TAMU

Awal Nurhidayat
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya ingin mengetahui tentang Tamtama, Taruna dan Bintara karena pada pendaftaran online terdapat kategor...
Rizal Firdaus
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya sekolah di SMK ingin mengabdi kepada negara, apakah setelah lulus SMK kuliah terlebih dahulu un...
Prasasta
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya dari LPHI FH UI, menanyakan alamat lengkap Mabes TNI AU untuk melakukan pengiriman jurnal internasio...
Febriandi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kenapa hanya dari SMA IPA saja yang bisa mendaftar Taruna AAU (Karbol) ?, menurut pandangan awam kami dis...
Ridwan Nugraha
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya sudah mendaftar dan memberikan persyaratan penerimaan Bintara PK TNI AU ke Lanud, diberi blanko dan...
Aisah Dewi Sartika
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya kelas 1 MAN jurusan IPS, mata minus, jika lulus nanti bisa tidak menjadi Taruni AAU ? menjadi m...
Muhardi
Assalamu'alaikum Wr. Wb.   Pak, kemarin saya sudah daftar online penerimaan Bintara PK TNI AU TA 2015, untuk validasi ke Lanu...
Meidey
Apakah mungkin seorang PNS dari salah satu propinsi dengan ijazah S.1 Komputer mengikuti penerimaan prajurit TNI AU ?.
Laura Langgeng Gerhana
Selamat malam, Apakah lulusan SMA tahun 2015 belum bisa mengikuti penerimaan prajurit TNI AU ?
Tian
Salam sejahtera, Bagaimana dengan penerimaan Bintara PK TNI AU TA 2015 bagi yang tidak memiliki SKHUN SD karena sekolah tidak memb...
Ridho Rifaldi
Bisakah saya mendaftar Taruna AAU sekaligus Sekolah Penerbangan ?
Jolis
Apakah ada penerimaan beasiswa bagi pilot ? terima kasih.
Ridwan
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Jika memiliki lemak lipoma, apakah bisa lulus tes kesehatan penerimaan Bintara PK TNI AU TA 2015 ? t...
Andre
Bapak/Ibu yang terhormat, Apakah ijazah paket C dapat mengikuti penerimaan Bintara PK TNI AU atau Akmil ? terima kasih.
Rully Winardo
Selamat pagi, Apakah lulusan SMK Penerbangan Jogja bisa mengikuti pendaftaran Karbol ? terima kasih.

TERJUN PAYUNG PRAJURIT YON 465 PASKHAS

Pentak Lanud Spo - 1/03/2011

Prajurit Batalyon 465 Paskhas satu persatu lompat dari pesawat Hercules C-130 dan melayang-layang diudara menuju pendaratan di run way.

      Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio, Selasa (1/3) melakukan latihan terjun payung penyegaran (Jungar) tempur di run way Lanud Supadio, Pontianak yang dikuti sebanyak 250 prajurit Batalyon 465 Paskhas. 

      Kepala Dinas Operasi Lanud Supadio Letkol Pnb Tjahya Elang Migdiawan dalam arahannya mengatakan setiap prajurit paskhas yang mengikuti latihan terjun payung penyegaran ini agar selalu memperhatikan keselamatan diri maupun perlengkapan perorangan.   Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.  Disisi lain, latihan terjun ini juga untuk meningkatkan kesiapan prajurit paskhas dalam menghadapi tugas-tugas operasional dalam bidang matra udara.    

      Sedangkan Komandan Batalyon (Danyon) 465 Paskhas, Mayor Psk Rana Nugraha, S.E. memimpin langsung latihan terjun tempur tersebut.   Dalam pelaksanaannya latihan terjun payung penyegaran (Jungar) menggunakan pesawat C-130 Hercules dengan tiga kali sortie, sortie pertama terdiri dari 2 run, sortie kedua berjumlah 2 run dan sortie ketiga berjumlah 3 run, sedangkan ketinggian penerjunan mencapai 1.200 feet.   

      ”Latihan Ini merupakan kelanjutan dari latihan yang telah dilaksanakan oleh Batalyon 465 Paskhas.  Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan seluruh prajurit Paskhas dalam hal terjun tempur sehingga akan tercapai kesiapan operasional yang tinggi,” jelas Danyon 465 Paskhas, Mayor Psk Rana Nugraha, S.E.   

      Dengan adanya latihan ini diharapkan agar kesiapan operasional seluruh prajurit Batalyon 465 Paskhas dapat meningkat.  ”Seluruh prajurit mampu mencapai titik pendaratan yang telah ditentukan dengan aman dan selamat.  Mereka juga terampil melaksanakan prosedur penerjunan tempur yang benar serta mampu meningkatkan rasa percaya diri dalam melaksanakan penerjunan, ”jelasnya. 

      Oleh sebab itu, lanjut Danyon, setiap prajurit paskhas harus mampu memelihara profesionalisme sehingga dapat siap siaga apabila ada ancaman yang datang.   Untuk itu diperlukan kesiapan operasi satuan yang tinggi, dan kondisi ini dapat tercapai apabila dilakukan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut pada seluruh prajurit.


 

follow-us

VIDEO