BUKU TAMU

Alfa Rio W.
Bagaimana cara daftar menjadi pegawai TNI AU ?
Kana Meiyana
Assalamualaikum Wr. Wb. Apakah adik saya lulusan SMK  bisa mendaftar prajurit TNI AU ? kapan pendaftaran gelombang 2 tahun in...
Munawar Khalil
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apakah lulusan D.4 Teknik Informatika bisa menjadi pilot pesawat tempur TNI AU ? dan apakah besar biaya p...
Mulyanto
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kapan pendaftaran Tamtama PK TNI AU Gelombang II tahun 2015? terima kasih.
Meidey Rembet
Selamat siang. Apakah ada latihan fighter jet di wilayah udara Lanud Samratulangi Manado? dan kapan dilaksanakan pameran pesawat?...
Hafizhin Ar Rosyiid
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apakah persyaratan penerimaan Pa PK TNI dengan IPK 3.00 atau 2.80 ? saya lulusan S.1 Teknik Informatika a...
Andar
Selamat siang. Apakah jika tangan sebelah kiri sedikit bengkok bisa mengikuti pendaftaran prajurit TNI AU ?, mohon kejelasannya, t...
Ispriyono
Selamat malam Pak. Apakah setelah lulus dari pendidikan Komando Paskhas langsung masuk Batalyon ?
Gunarto Hadi
Assalamulaikum Wr. Wb. Persyaratan apa saja yang dipersiapkan untuk menjadi pilot pesawat tempur TNI AU ?. Anak perempuan saya kel...
Puguh Agung P.
Selamat pagi Pak/IBu. Apakah jurusan/program studi S.1 Teknik Elektro akreditasi B perguruan tinggi negeri Bandung, ada...
Maharani Lupita Putri
Apakah TNI Angkatan Udara membutuhkan tenaga medis? apa persyaratannya dan apakah bisa lulusan SMK menjadi tenaga medis? 
Sugiyonono
Apakah ijazah paket bisa digunakan mendaftar menjadi anggota TNI AU ? saya lulusan SMP Paket B dan umur 18 tahun.
Tarmizi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana dengan raport SLTP saya hilang 10 tahun yang lalu Pak ? saya lihat di internet untuk menja...
Anggitya
Berapa lama pendidikan Tamtama PK TNI AU ? dan apakah peserta pendidikan pulang, pada saat bulan puasa atau lebaran nanti ?
Evan
Kapan pendaftaran Bintara PK TNI AU Gelombang II ? apakah penerimaan untuk Bintara atau Tamtama ?

TNI AU KEDEPANKAN PENYELESAIAN TANAH LANUD PALEMBANG SECARA HUKUM

Pentak Lanud Plg - 4/03/2013

Upaya TNI AU untuk menyelesaikan permasalahan asset tanah Kemenhan Cq. TNI AU di Lanud Palembang dengan masyarakat, yang telah berjalan sekitar 8 bulan, sekarang ini masih dalam proses penyelesaian.

Asset tanah yang berlokasi menyatu dengan obyek vital dan merupakan salah satu gerbang Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Propinsi Sumatera Selatan ini, seharusnya menjadi clear area (wilayah aman), dari segala bentuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan operasional penerbangan, baik militer maupun penerbangan sipil.

Berkaitan dengan penanganan asset tanah Lanud Palembang, meskipun melibatkan 1 SSK pasukan dari Batalyon 462 Paskhas sebagai pasukan pengamanan, namun tidak ada istilah penggusuran paksa maupun tindakan kekerasan. Kegiatan yang dilakukan adalah operasi teritorial dengan mengedepankan pendekatan manusiawi untuk memberikan pengertian dan menyadarkan serta merelokasi warga ke tempat yang aman, tidak memberatkan dan damai dengan tetap terus memantau dan mendampinginya.

Di tempat relokasi ini berbagai fasilitas umum diberikan berupa jembatan dan mushola sebagai sarana ibadah yang masih dalam proses pengerjaan. Dengan demikian, hubungan antara TNI AU dengan warga yang berada di tempat relokasi tetap terjalin dan terjaga dengan baik.

Tindakan pengamanan terhadap aset tanah di Lanud Palembang yang diupayakan TNI AU tidak ada muatan bersifat pribadi, semua merupakan tugas dan kewajiban yang berorientasi pada kepentingan negara. TNI AU menyadari akan tugas dan tanggung-jawabnya sebagai kekuatan pertahanan matra udara yang mempertahan wilayah dirgantara nasional, untuk itu TNI AU berusaha mempersiapkan diri guna menyongsong tugas kedepan dengan berbagai pertimbangan strategis dan efisiensi tanpa meninggalkan dukungan dan peran masyarakat.

Permasalahan yang terjadi banyak menyita perhatian pemerintah daerah maupun pusat serta masyarakat sarat dengan berbagai kepentingan, sehingga muncul isu bersifat positif maupun negatif yang memungkinkan timbulnya konflik berkepanjangan.

Sebagai tindak lanjutnya Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja guna menyaksikan ini secara langsung situasi di lapangan serta mencari data dan masukan-masukan dari berbagai pihak sebagai referensi untuk menyelesaikan di tingkat pusat.

Menyikapi hal tersebut, TNI AU menyambut baik dan mematuhi proses yang sedang ditempuh karena dari awal pelaksanaannya sudah menjadi komitmen bagi TNI AU bahwa penyelesaian permasalahan aset tanah di Lanud Palembang melalui jalur hukum karena negara kita negara hukum.

Menyikapi permasalahan yang krusial ini, dituntut kemampuan untuk memilah dan mengurai setiap akar permasalahan secara benar yang diiringi niat baik untuk sebuah solusi penyelesaian secara baik dan tepat.


 

follow-us

VIDEO