BUKU TAMU

Bayu
Assalamu'alaikum Wr. Wb.  Pak, apakah cadel ringan bisa dimaklumi untuk menjadi Bintara TNI AU ? terima kasih.
Senditya
Selamat sore, Di mana alamat lengkap Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang ? terima kasih atas bantuannya.
Lailiy
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana contoh format penulisan surat lamaran untuk menjadi prajurit TNI AU ? dan mapnya warna apa...
Bima Nugraha
Selamat malam, Pak bagaimana mengisi asal Panda dan Nilai UN, formulir pendaftaran online prajurit TNI AU ? terima kasih.
Hernandi
Selamat siang,  Kalau SKHUN SD saya hilang, apakah bisa mendaftar prajurit TNI AU tahun ini ? mohon informasinya bapak/ibu, t...
Wakimin Purwanto
Selamat sore, Di mana alamat lengkap Lanud Sam Ratulangi, Manado ? saya Wakimin, staf Kemenko Polhukam, terima kasih, wassalamu'al...
Saur Sinaga
Selamat sore Pak. Apakah mess Mulyasari disewakan untuk umum? berapa contact person yang bisa dihubungi ? terima kasih.
Anggita Ragisa
Selamat siang. Apakah pengisian Nilai Ujian Akhir Sekolah pendaftaran online prajurit TNI AU, hanya mata pelajaran yang diuji dala...
Bandy A. Sulistiono
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Dengan arsip yang ada, bagaiman cara mengurus tunjangan janda veteran ? almarhum ayah saya purnawirawan T...
Isa Ias Sagib
Selamat siang. Apakah Lanud Iswahjudi atau Lanud Abdul Rachman Saleh menerima mahasiswa PKL untuk jurusan Teknik Elektro ? terima...
Ego Prayoga
Assalamu'alaikum Wr, Wb. Berapa nilai UN persyaratan menjadi TNI AU ? apa saja yang harus saya persiapkan ? mohon bantuannya...
Meindrad Oka
Salam Dirgantara. Bagaimana tata cara kunjungan ke Museum Dirgantara Halim Perdanakusuma ? dengan membawa 20 siswa kelas 4, 20 sis...
Rafi Dwi Fitrianto
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apa saja yang akan di ujikan untuk menjadi prajurit TNI AU ? terima kasih.
Yuniarta
Selamat siang, Kapan penerimaan CPNS TNI AU, apakah prosedurnya sama seperti pada umumnya dan apa saja persyaratannya ? terima kas...
Wilda
Salam sejahtera, Apakah pesawat TNI Angkatan Udara, boleh dipakai dan dipinjam publik?

TNI AU KEDEPANKAN PENYELESAIAN TANAH LANUD PALEMBANG SECARA HUKUM

Pentak Lanud Plg - 4/03/2013

Upaya TNI AU untuk menyelesaikan permasalahan asset tanah Kemenhan Cq. TNI AU di Lanud Palembang dengan masyarakat, yang telah berjalan sekitar 8 bulan, sekarang ini masih dalam proses penyelesaian.

Asset tanah yang berlokasi menyatu dengan obyek vital dan merupakan salah satu gerbang Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Propinsi Sumatera Selatan ini, seharusnya menjadi clear area (wilayah aman), dari segala bentuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan operasional penerbangan, baik militer maupun penerbangan sipil.

Berkaitan dengan penanganan asset tanah Lanud Palembang, meskipun melibatkan 1 SSK pasukan dari Batalyon 462 Paskhas sebagai pasukan pengamanan, namun tidak ada istilah penggusuran paksa maupun tindakan kekerasan. Kegiatan yang dilakukan adalah operasi teritorial dengan mengedepankan pendekatan manusiawi untuk memberikan pengertian dan menyadarkan serta merelokasi warga ke tempat yang aman, tidak memberatkan dan damai dengan tetap terus memantau dan mendampinginya.

Di tempat relokasi ini berbagai fasilitas umum diberikan berupa jembatan dan mushola sebagai sarana ibadah yang masih dalam proses pengerjaan. Dengan demikian, hubungan antara TNI AU dengan warga yang berada di tempat relokasi tetap terjalin dan terjaga dengan baik.

Tindakan pengamanan terhadap aset tanah di Lanud Palembang yang diupayakan TNI AU tidak ada muatan bersifat pribadi, semua merupakan tugas dan kewajiban yang berorientasi pada kepentingan negara. TNI AU menyadari akan tugas dan tanggung-jawabnya sebagai kekuatan pertahanan matra udara yang mempertahan wilayah dirgantara nasional, untuk itu TNI AU berusaha mempersiapkan diri guna menyongsong tugas kedepan dengan berbagai pertimbangan strategis dan efisiensi tanpa meninggalkan dukungan dan peran masyarakat.

Permasalahan yang terjadi banyak menyita perhatian pemerintah daerah maupun pusat serta masyarakat sarat dengan berbagai kepentingan, sehingga muncul isu bersifat positif maupun negatif yang memungkinkan timbulnya konflik berkepanjangan.

Sebagai tindak lanjutnya Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja guna menyaksikan ini secara langsung situasi di lapangan serta mencari data dan masukan-masukan dari berbagai pihak sebagai referensi untuk menyelesaikan di tingkat pusat.

Menyikapi hal tersebut, TNI AU menyambut baik dan mematuhi proses yang sedang ditempuh karena dari awal pelaksanaannya sudah menjadi komitmen bagi TNI AU bahwa penyelesaian permasalahan aset tanah di Lanud Palembang melalui jalur hukum karena negara kita negara hukum.

Menyikapi permasalahan yang krusial ini, dituntut kemampuan untuk memilah dan mengurai setiap akar permasalahan secara benar yang diiringi niat baik untuk sebuah solusi penyelesaian secara baik dan tepat.


 

follow-us

VIDEO