BUKU TAMU

Yanuar Iqbal
Pak, apakah pendaftaran Karbol wilayah Jawa Tengah bergabung dengan DI Yogyakarta di Panda Lanud Adi Sutjipto, seperti tahun 2014...
Fadhillah D G
Saya siswa kelas XII IPA, umur 17 tahun 10 bulan, ketika link pendaftaran online, tidak bisa. Apakah penerimaan Bintara PK Wanita...
Winarto
Saya lulusan SMK Jurusan T. Penerbangan Tahun 2014 apakah bisa mengikuti pendaftaran Taruna Akademi TNI ? terima kasih.
Ahmad Riswandi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak, raport saya beda penulisan nama dengan ijazah SD, sedangkan pada KK, KTP dan Akta Kelahiran semua sa...
Bagus Maulana
Apakah ada toleransi untuk gigi yang bolong dalam kegiatan penerimaan prajurit TNI AU ?
Ridho Rifaldi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak, saya sudah mendapat jawaban bagaimana menjadi penerbang pesawat TNI AU, bisa dengan mengikuti pendaf...
Oki
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak, saya sudah daftar ulang di Lanud diberi surat pernyataan kesanggupan diri, paragraf pertama terulis...
M. Lutful Hakim
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya bangga memiliki TNI Angkatan Udara, Angkatan Udara terbaik, walaupun saya belum menjadi prajurit TNI...
Handzolah
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apakah siswa Kelas 3 SMA dapat mendaftar menjadi Taruna AAU ? Dari beberapa blog saya baca perlu melampir...
Harry Wu
Apakah ijazah paket C bisa digunakan mendaftar Taruna Akademi TNI ?, mohon informasinya, terima kasih.
Wawan
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya lulusan dari D.3 Kesehatan Hewan UGM, apakah bisa mengikuti pendaftaran Perwira PK TNI ? Apakah usia...
Chotibul Umam Assalafy
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya pelajar MA jurusan Agama ingin menjadi prajurit TNI AU, informasi melalui google, persyaratan lulusa...
Fandy Achmad
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya asal Jember, apakah KTP yang digunakan sebagai syarat pendaftaran Taruna AAU Tahun 2015 diwajibkan e...
Valentinus
Salam sejahtera bagi kita semua. Saya SMK Akuntansi Kelas 1, ingin menjadi prajurit TNI AU, berapa uang pendaftarannya terima kas...
Afrides Yusef
Pak, saya pernah mengikuti seleksi Tamtama PK TNI AU Tahun 2012 dari Panda Lanud Roesmin Noerjadin Pekanbaru, gagal di Pantukhir....

TNI AU Sukses Capai “Zero Accident”

Dispenau - 2/01/2012

Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP berjabat tangan dengan para pejabat usai memimpin apel khusus di Mabesau, Cilangkap, Senin (2/1). (Foto: Dispenau)

TNI AU telah sukses mencatat Tahun “Tanpa Kecelakaan” sepanjang tahun 2011. Prestasi yang disyukuri karena dengan restu Tuhan Yang Maha Esa serta upaya pencegahan kecelakaan terbang dan kerja yang intensif segenap jajaran TNI AU maka tahun 2011 dilewati dengan sukses dan aman tanpa adanya accident dalam tugas latihan dan operasional penerbangan. Dengan ini sasaran jangka pendek TNI AU yaitu “Zero Accident” yang dicanangkan awal tahun 2011 untuk menuju First Class Air Force telah berhasil diwujudkan pada tahun yang sama. Sebuah tantangan yang tidak mudah namun dengan kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas jajaran TNI AU bisa mencapai suatu tingkat keamanan operasi penerbangan yang tinggi dengan pencapaian 48.674 jam terbang

serta tingkat kesiapan alutsista 70% untuk mempertanggungjawabkan total anggaran 7,433 trilyun rupiah.

Kasau menyatakan bahwa menyikapi tahun 2012, TNI AU harus jeli dalam membaca situasi nasional. Kebijakan mengenai modernisasi alusista TNI telah direalisasikan secara bertahap. Modernisasi merupakan awal kebangkitan yang harus disikapi dengan bijak karena proses penyediaan yang tengah berjalan ini mendapat perhatian dari berbagai elemen bangsa dan media massa. Demikian sambutan Kasau dalam apel khusus menyambut tahun baru 2012 yang dilaksanakan di Mabesau, Cilangkap, Senin (2/1).

“TNI AU harus mampu melaksanakan setiap amanah rakyat dengan sebaik-baiknya melalui kerja keras yang profesional. Ini harus kita terapkan secara ketat mulai dari siklus perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Kesemuanya harus dilaksanakanan dengan kejujuran serta sesuai dengan aturan main yang berlaku”, tekan Kasau.

Selain itu, kebijakan pemerintah di bidang reformasi birokrasi salah satu tujuannya adalah untuk menata sistem menajemen sumber daya manusia di lingkungan TNI AU. Kebijakan pemerintah yang menetapkan zero growth policy adalah untuk meningkatkan efisiensi anggaran TNI yang jutru dihabiskan untuk membayar gaji personel. Untuk itu, anggaran yang diperoleh pada tahun 2012 akan digunakan untuk mendukung 60.000 jam terbang dan mendukung seluruh kegiatan TNI AU.

Kasau menambahkan kepada satuan-satuan yang berkaitan langsung dengan penanganan sumber daya manusia, agar benar-benar mencermati dan mengerti hal-hal mendasar mengenai tuntutan reformasi birokrasi, sehingga TNI AU mampu membangun SDM yang tangguh dan mampu menjawab tantangan. Menjadi the right man on the right place, merit sistem, konsisten dengan kaidah, maka akan tercipta rasa keadilan yang mampu meningkatkan profesionalisme di setiap lini organisasi.

TNI AU harus mengedepankan transparansi dan ketaatan hukum saat ini dalam melaksanakan penugasan, karena hal tersebut menempati prioritas utama dalam mengukur kualitas kinerja yang baik, terukur, akuntabel yang diawaki oleh personel yang jujur dan memiliki integritas. Dengan demikian, kondisi zero accident yang telah dicapai pada 2011 dapat dipertahankan di tahun 2012 untuk menjadi First Class Air Force.

Hadir dalam apel khusus tersebut Irjen TNI Marsdya TNI Sukirno, Kabasarnas Marsdya TNI Daryatmo, Wakasau Marsdya TNI Dede Rusamsi, para pejabat di lingkungan TNI AU, perwira, bintara, tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil.


 

follow-us

VIDEO