BUKU TAMU

Chintya Widya Kusumaningrum
Apakah perempuan bisa mendaftar calon prajurit TNI ?
Wulan Fitri
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya bukan dari lingkungan TNI mencari update informasi tentang pendaftaran PNS dikalangan TNI ...
Nabilatan Rosyid
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Persyaratan pendaftaran calon Taruna AAU, untuk surat persetujuan orang tua dan surat pernyataan tidak me...
Habil
Kegiatan pendaftaran calon Taruna AAU Tahun 2014 pada tanggal 2 mei berkumpul di Lanud, membawa fotocopy legalisir akte, kartu kel...
Eka Oktavia
Selamat siang, Saya dari Lanud Padang Propinsi Bengkulu mendaftar online calon Taruni AAU pada form isian jenis kelamin tidak...
M Wijdan
Pendaftaran Taruna AAU wilayah Tasikmalaya di mana ? karena pada pengumuman tidak tercantum untuk daerah Tasikmalaya.
Anditia Danang Kusuma Aburisma
Assalamu'alaikum Pak, alamat serta nomor telepon untuk RS TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma ? terimakasih.
David Ryan
Persyaratan pendaftaran calon Taruna AAU melampirkan foto kopi daftar nilai kolektif yang telah dilegalisasi dan buku raport asli...
David Ryan
Bagaimana dengan surat persetujuan/Ijin orang tua/wali yang diketahui oleh kepala desa/lurah setempat, surat pernyataan belum per...
Taufan Gumilang Amirudin
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Untuk test administrasi apa saja persyaratannya ? apakah harus datang dengan orang tua karena terdapat su...
Nabilatan Rosyid
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya siswa SMA lulusan tahun ini, mengisi pendaftaran online Taruna AAU, pada langkah 2 "form profil...
Dian Bagus
Pak boleh minta alamat Lanud Surabaya dan RS Angkatan Udara Surabaya ? Terimakasih.
Retno Ayu Priyani
Ass. admin yang terhormat, Saya anak SMK jurusan Akuntansi lulusan tahun ini, apakah bisa mengikuti pendaftaran calon Taruni AAU ?...
Diandra Anggara P.
Assalamu'alaikum, Pak saya dari SMA jurusan IPS apakah bisa mengikuti pendaftaran calon Taruna AAU (Karbol) ?
Rizka NR
Assalamu'alaikum, Apakah pendaftaran gelombang ke 2 sudah dibuka? dan kapan waktu pelaksanaannya ?

AAU

Tugas Pokok

Menyelenggarakan pendidikan pertama perwira sukarela TNI AU tingkat akademi, bercirikan Prajurit pejuang Sapta Marga yang Profesional dan memiliki kemampuan akademis potensial dasar matra udara serta berkesemaptaan jasmani untuk menunjang tugas dalam pengabdiannya selaku prajurit TNI/TNI AU.

Visi & Misi

 

 

 

 

-

Sejarah

Sekolah Penerbangan Kalijati

Pada tanggal 1 Agustus 1921 mulai dibuka sekolah penerbangan pertama di Indonesia yang bertempat di Kalijati Subang, Jawa Barat. Selanjutnya pada tanggal 1 Januari 1940 dirubah namanya menjadi penerbangan militer (militaire luchvaart). Syarat untuk menjadi penerbang yaitu harus lulusan militaire Academy Breda (Belanda), karena Letnan Suryadi Suryadarma adalah seorang lulusan Akademi Militer Breda, maka diterima menjadi penerbang pengintai dan setelah lulus ditugaskan menjadi instruktur di sekolah penerbang Kalijati. Dan akhirnya sekarang bapak R. Suryadi Suryadarma dinyatakan sebagai Bapak Auri dan namanya dijadikan sebagai nama pangkalan udara Kalijati pada tahun 2001.

Sekolah Penerbangan Andir Bandung 
Pada tahun 1939 Sekolah Penerbang digabungkan dengan Sekolah Pengintai di Lapangan Andir Bandung. Dari sekolah penerbang tersebut direkruit sebanyak 10 orang siswa, di mana 5 orang berhasil mencapai taraf KMB (Kleine Militaire Brevet) yaitu antara lain Husein Sastranegara, Sulistio dan H. Sujono, 2 orang mencapai GMB (Groote Militaire Brevet) yaitu Adisutjipto dan Sambudjo Hurip dan 3 orang lagi grounded. Selanjutnya setelah penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada Pemerintah RI, maka PAU Andir membuka Sekolah Penerbang Lanjutan (SPL) pada tahun 1950 dan hanya menghasilkan 3 angkatan, untuk angkatan pertama tahun 1950 sejumlah 10 penerbang militer dan 11 penerbang sipil, di antara penerbang militer tersebut Bapak Rusmin Nurjadin, angkatan kedua lulus tahun 1952 sejumlah 16 penerbang antara lain Bapak Ashadi Tjahjadi, Sompil Basuki dan Suwoto Sukendar. Sedangkan angkatan ketiga sebanyak 8 orang antara lain Nurtanio dan Supadio.

Sekolah Penerbangan di Maguwo Yogyakarta 
Sejarah Akademi Angkatan Udara dimulai sejak didirikannya Lembaga Pendidikan Pertama Perwira TNI AU di Maguwo Yogyakarta pada zaman perang kemerdekaan RI pada Tahun 1945.  Akhir bulan Desember 1945, Komodor udara Suryadi Suryadarma merencanakan tugas pembentukan personil Angkatan Udara. Tugas ini kemudian diserahkan kepada Agustinus Adisutjipto. Inilah Lembaga Pendidikan Angkatan Udara pertama yang merupakan embrio Akademi Angkatan Udara dengan menggunakan pesawat latih jenis Cureng buatan tahun 1933.


Pengenalan Singkat

 Merupakan lembaga pendidikan pertama perwira sukarela tingkat akademi yang menghasilkan perwira TNI AU. Perwira hasil didik AAU diharapkan mampu mengemban tugas sebagai Prajurit TNI AU serta terus dapat mengembangkan kemampuannya sejalan dengan perkembangan teknologi sistem senjata TNI AU.Falsafah Pendidikan Falsafah pendidikan Akademi Angkatan Udara dilaksanakan berdasarkan pada falsafah pendidikan TNI, yaitu "Dwi Warna Purwa Cendekia Wusana" yang berarti mengutamakan pembentukan kepribadian dengan jiwa kejuangan yang tinggi dengan dilengkapi kemampuan profesi yang mantap sebagai suatu kebulatan. Berdasarkan falsafah pendidikan TNI, Akademi Angkatan Udara memiliki falsafah pendidikan yaitu "Tri Sakti Wiratama" yang berarti integrasi dari ketiga sifat prajurit yang utama yaitu tanggon, tanggap dan trengginas.

Tanggap. Artinya berdaya tangkap dan penalaran yang tinggi dengan memiliki potensi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dapat mengembangkan diri.

Tanggon. Artinya dapat diandalkan, ulet dan tahan uji, dengan memiliki mental yang dilandasi jiwa Pancasila dan UUD 1945, bersemangat juang kebangsaan, berkode etik Sapta Marga, berwatak keprajuritan dan berkepemimpinan TNI.

Trengginas. Artinya tangkas dalam bertindak dan berolah pikir dengan memiliki kesemaptaan jasmani, daya tahan yang tinggi dalam menghadapi tugas.

 

Pola Pendidikan 

 Pola Pendidikan di Akademi Angkatan Udara menganut pola pendidikan 3-1. Artinya 3 tahun masa pendidikan dengan status Karbol dan 1 tahun pendidikan Dasar Kecabangan. Dalam pelaksanaannya untuk masa 1 tahun Dasar Kecabangan dibagi menjadi dua bagian yaitu setengah tahun pertama (satu semester) merupakan pendidikan Akademi Lanjutan yang diselenggarakan oleh AAU dan setengah tahun berikutnya merupakan pendidikan Dasar kecabangan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan yang berada dalam jajaran Kodikau.

 

Profil

 Jenjang pendidikan : Diploma 3, Jumlah Lulusan : 465 Karbol (April 2005), Jumlah Lulusan pertahun : 150 Karbol (Fluktuatif), Jumlah Alumni 3.896 Orang (40 Angkatan/2006), Jumlah Dosen tetap dan Instruktur/pelatih : 189 Orang.

 

Pataka 

 Pataka Akademi Angkatan Udara merupakan lambang kebanggaan kesatuan dalam bentuk jiwa korsa dan semangat juang yang dilandasi profesionalisme di bidang matra udara. Adapun semboyan " VIDYA KARMA VIRA PAKCA" mengandung makna Karbol calon perwira ksatria TNI AU dengan dibekali ilmu pengetahuan yang profesional disiapkan untuk berbakti serta mengemban tugas negara dengan jiwa kejuangan dalam bidang matra udara.

 

Sejarah Lokasi Pendirian AAU 

 Tempat pendidikan Karbol diselenggarakan di Ksatrian AAU yang dipilih di Pangkalan Udara Adisutjipto, sebab tempat ini memiliki pertalian sejarah dengan berdirinya TNI Angkatan Udara dan didirikannya Sekolah Penerbang (Sekbang) pertama tahun 1946. Hal ini juga dimaksudkan pula untuk menghormati dan mengenang pahlawan TNI Angkatan Udara Marsekal Muda TNI (Komodor Udara) Adisutjipto selaku pendiri Sekbang TNI AU yang pertama itu, yang kemudian gugur ditembak jatuh ketika pesawat yang ditumpanginya akan mendarat di Pangkalan Udara Maguwo (Sekarang Lanud Adisutjipto) pada tanggal 29 Juli 1947.Pada Bulan September 1947, untuk pertama kali Sekolah Penerbang TNI AU menerima pemuda-pemuda Indonesia untuk dididik sebagai siswa penerbang. Selanjutnya tahun 1950, sebanyak 60 Cadet dikirim ke Amerika Serikat untuk mengikuti Pendidikan penerbang di Taloa, California.Bertepatan dengan hari ulang Tahun TNI AU ke-14 tanggal 9 April, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Mako Akademi Angkatan Udara (AAU) di Lanud Adisutjipto. Dan tanggal 26 Juli 1965, Mako AAU beserta Patakanya diresmikan oleh Mentri Panglima Angkatan Udara sekaligus hari tersebut dijadikan sebagai hari Jadi AAU.

 

Lokasi AAU 

 Ksatrian AAU meliputi area seluas 69 hektar yang terletak ± 315 kaki diatas permukaan laut, dan berada 10,3 km sebelah timur Kota Yogyakarta. Suasana lingkungan Ksatrian yang tenang dengan pepohonan dan taman yang ditata apik menjadikan Komplek Ksatrian AAU sebagai tempat yang nyaman dan asri.

 

VIDEO