BUKU TAMU

Zainal
Assalamu'alaikum wr.wb Selamat pagi, maaf sebelumnya . Saya ingin tanya kalo pendaftaran Sekbang PSDP TNI 2014 kapan ya dibukanya...
Anggraini
Assalamu'alaikum, Mohon informasi apakah lulusan sarjana Olahraga tahun ini bisa mengikuti pendaftaran Perwira Karier TNI, di...
Dinul Habib Ulul Azmi Daniel
Assalamu'alaikum Apa persyaratan menjadi pilot TNI AU ? apakah pendaftarannya membutuhkan biaya ? terima kasih, wassalamu'alaikum.
Parramatta Adri Satyawada
Assalamualaikum Wr. Wb. Mohon info pendaftaran Wamil tahun 2014, seandainya bisa persyaratan apakah yang harus dipenuhi untuk mend...
Irfan Nurhadiansyah
Assalamualaikum Wr. Wb. Cita-cita saya dari kecil ingin menjadi TNI dan ingin mengikuti seleksi, dengan tinggi badan 161 cm,...
Ora Putra
Selamat siang Bapak/Ibu admin, Apakah jurusan Pendidikan Seni Musik bisa mengikuti seleksi penerimaan Perwira Karier TNI? Moh...
Rachell Nurman Zulkarnain
Saya mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Jember, di Malang. Apakah ada lowongan kerja praktek sesuai bidang jurusan saya pa...
Brian Julio Zesar
Selamat sore bapak/ibu, Lulusan S1 jurusan Akuntansi, bisakah daftar TNI-AU ? mohon informasinya. terima kasih.
Ignatius Sitorus
Saya tahun depan tamat SMA Unggul Del, bagaimana cara pendaftaran prajurit TNI AU? terima kasih.
Agnes
Selamat pagi, mohon informasi penerimaan calon Tamtama PK TNI AU Gelombang II TA 2014 ? terima kasih.
Annisa
Selama mengikuti kegiatan seleksi tingkat daerah maupun seleksi tingkat pusat di Akmil Magelang, apakah diperbolehkan dan diberi k...
Rifal Fauzi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Cita-cita saya ingin menjadi TNI dengan kondisi mata minus satu, mohon pendapatnya.
Betty
Saya sebagai keluarga menanyakan alamat lengkap dan kode pos untuk mengirim paket, buat anggota Prada yang tinggal di ba...
Rifki
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana cara bisa menjadi pilot di TNI AU ? 
Oscar
Apakah lulusan D3 Perhotelan bisa mengikuti test Perwira PK TNI ? terima kasih.

DEPOHAR 20

KOMANDAN DEPOHAR 20

Kolonel Lek Abdul Wahab

Tugas Pokok

Tugas Pokok Depohar 20 adalah menyelenggarakan pemeliharaan dan perbaikan peralatan avionik pesawat tempur, angkut, helikopter, latih, peralatan senjata dan peralatan khusus sampai tingkat sedang dan tingkat berat. Selain itu melakukan kalibrasi serta perbaikan alat ukur presisi yang dimiliki oleh TNI.

Visi & Misi

Visi. Visi Depohar 20 adalah menjamin kesiapan peralatan avionik pesawat TNI AU sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki. Oleh sebab itu, setiap ada permasalahan avionik harus dapat segera dicari solusinya. Sesuai dengan moto para teknisi avionik ”Create the Ability to Respond Rapidly to the Avionics Problems”, dalam melaksanakan pemeliharaan peralatan avionik.

Misi. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, diperlukan kerja keras dari seluruh personel TNI AU yang mengawaki Depohar 20, dalam meningkatkan kemampuan serta kualitas kinerja di bidang pemeliharaan. Hal ini dimaksudkan agar dapat memantapkan gerak langkah guna dapat mewujudkan kemandirian dalam rangka mengurangi ketergantungan dengan pihak luar.

Profil

PROFIL DEPOHAR 20

 

Depo Pemeliharaan 20 (Depohar 20) merupakan satuan organisasi di bawah jajaran Komando Pemeliharaan Materiil TNI Angkatan Udara (Koharmatau) yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pemeliharaan dan perbaikan peralatan avionik pesawat tempur, angkut, helikopter, latih, peralatan senjata dan peralatan khusus sampai tingkat sedang dan tingkat berat. Selain itu melakukan kalibrasi serta perbaikan alat ukur presisi yang dimiliki oleh TNI AU. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Depohar 20 mempunyai tiga Satuan Peme-liharaan dimana masing-masing Sathar memiliki tugas sesuai dengan kemampuan yang ada.  

 

SATUAN PEMELIHARAAN 21

Satuan Pemeliharaan 21 berlokasi di Lanud Iswahjudi dan satu komplek dengan markas Depohar 20 dan Sathar 22 yang  secara struktural  berkedudukan langsung di bawah Komandan Depo Pemeliharaan 20. Mengingat peran dan fungsi Satuan Pemeliharaan 21 yang memiliki moto yaitu : ”KEEP THE AVIONIC ALIVE“.  Semboyan ini memiliki makna, bahwa Sathar 21 selalu berusaha untuk merawat dan memperbaiki peralatan avionik yang rusak hingga tetap terus dapat mendukung kesiapan avionik pesawat.

Sesuai   dengan   Keputusan   Kasau   Nomor   Kep/04/III/1999 tanggal 16 Maret 1999 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan Prosedur Depo Pemeliharaan 20 dan jajarannya maka struktur organisasi Sathar 21 ditetapkan dalam : “Sathar 21 adalah merupakan Satuan Pelaksana dari Depohar 20 yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan alat peralatan avionik pesawat tempur serta aksesorinya”.  Tugas dan tanggung jawab tersebut meliputi peralatan komunikasi, navigasi, radar, instrument elektronika serta alat bidik dan kendali.

 

Sarana dan Prasarana 

      Kondisi prasarana pemeliharaan yang terdiri dari bangunan gedung, instalasi air dan sumber tenaga listrik adalah sebagai berikut :

 

  1. Bangunan.   Bangunan pokok berupa gedung utama yang menyatu dengan gedung yang terdiri dari beberapa ruangan yang digunakan sebagai beberapa ruang seperti ruang komandan, staf, bengkel, titik bekal, ruang kelas maupun ruang rekreasi.

 

b.   Sarana Pemeliharaan.     Sarana Pemeliharaan yang ada di Sathar 21 berupa Test Bench, Test Set/Tester, Tools dan Publikasi Teknik adalah sebagai berikut :

a.   Test Bench.   Peralatan Test Bench yang digunakan untuk kegiatan pemeliharaan ataupun perbaikan peralatan avionik pesawat tempur yang berada di lingkungan TNI AU.

  1. Tester / AUP.   Peralatan Tester /AUP digunakan untuk mendukung test bench dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan ataupun perbaikan.

c.    Tools.          Peralatan Tools  digunakan untuk melaksanakan over haul komponen avionik dalam kegiatan pemeliharaan dan perbaikan.

 

 

SATUAN PEMELIHARAAN 22

Sejarah lahirnya Satuan Pemeliharaan 22  bermula dari sebuah bengkel yang memiliki nama bengkel Alat Ukur Presisi dibawah  Skadron Avionik 01 yang berada di Lanud Iswahjudi,  kemudian pada tanggal 16 maret 1999 seiring dengan berdirinya Depo Pemeliharaan 20 ditetapkan sebagai satuan yang berada di bawah Depo Pemeliharaan 20 sesuai dengan Skep Kasau  Nomor : Skep / IV / III / 1999. Satuan Pemeliharaan 22 mempunyai tugas pokok melaksanakan pemeliharaan korektif dan restorative pada peralatan Alat Ukur Presisi yang digunakan dalam mendukung system avionik pesawat terbang.  Mengingat peran dan fungsi Satuan Pemeliharaan 22 bertanggung jawab melaksanakan pemeliharaan korektif dan restorative pada peralatan Alat Ukur Presisi maka di luncurkanlah moto satuan pemeliharaan 22 yaitu : ” CALIBRATION IS THE ONLY EFFECTIVE AND EFFICIENT WAY TO MAINTAIN AND TO ENSURE THE AVAILIBILITY OF PRECISION MEASUREING EQUIPMENT” yang memiliki makna adalah kalibrasi satu-satunya jalan yang efektif dan efisien untuk pemeliharaan dan menyakinkan akurasi suatu alat. Maka dari itu untuk setiap alat elektronik khususnya peralatan yang di miliki oleh TNI AU wajib di kalibrasi untuk mencegah terjadi kecelakaan kerja.

 

Sarana Prasarana

Kondisi prasarana pemeliharaan yang terdiri dari :

  1. Bangunan.   Bangunan Sathar 22 terdiri dari beberapa ruangan seperti ruang Komandan, bengkel-bengkel, staf, titik bekal, ruang kelas dan juga ruang rekreasi.

 

b.   Sarana Pemeliharaan.      Sarana pemeliharaan yang ada di Sathar 22 berupa Test Bench, Test Set/Tester, Tools dan Publikasi Teknik adalah sebagai berikut :

 

1)    Test Bench.   Peralatan Test Bench yang digunakan untuk kegiatan pemeliharaan ataupun perbaikan..   Sejumlah Test Bench ini digunakan untuk pemeliharaan, kalibrasi dan perbaikan peralatan alat ukur presisi yang berada di lingkungan TNI AU.

 

2)    Tester/AUP.  Peralatan Tester / AUP digunakan untuk dapat melaksanakan kegiatan pemeliharaan baik kalibrasi maupun perbaikan.

 

SATUAN PEMELIHARAAN 23

      Sathar 23 merupakan satuan pelaksana Depohar 20 yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan peralatan avionik pesawat angkut, heli dan latih beserta assesorinya. Tugas dan tanggungjawab tersebut meliputi peralatan komunikasi, navigasi, radar, instrument, serta alat peralatan avionik khusus. Berbeda dengan dua sathar lainya, Sathar 23 lokasinya berada di Lanud Halim Perdanakusuma.           Sathar 23 yang pada awalnya bernama Skadron avionik 02, memiliki motto “Create the ability to respond rapidly to avionics problems”  , kurang lebih memiliki makna Sathar 23 memiliki kemampunan dan kecepatan respon yang tinggi dalam menyelesaikan permasalahan avionik.

 

Sarana Prasarana

Kondisi prasarana pemeliharaan yang terdiri dari :

  1. Bangunan.   Sathar 23 terdiri dari beberapa bangunan dan ruangan seperti bengkel-bengkel, ruang Komandan dan staf, titik bekal.

 

  1. Sarana Pemeliharaan. Sarana Pemeliharaan yang ada di Sathar 23 berupa Test Bench, Tester/AUP, Tools dan Publikasi Teknik adalah sebagai berikut :

 

1)     Test Bench.   Peralatan Test Bench yang digunakan untuk kegiatan pemeliharaan ataupun perbaikan.   Sejumlah Test Bench ini digunakan untuk pemeliharaan dan perbaikan peralatan avionik pesawat angkut, heli yang berada di lingkungan TNI AU.

 

2)     Tester/AUP.   Peralatan Tester / AUP cukup memadai untuk menangani kegiatan pemeliharaan dan perbaikan peralatan avionik pesawat angkut, helikopter.

 

3)   Tools.        Peralatan Tools yang ada di Satuan Pemeliharaan 23 identik sama dengan satuan pemeliharaan lain.

 

Sejarah

Sejarah Depohar 20

 

Saat ini Depo Pemeliharaan 20 telah menginjak usia belia semenjak kelahirannya 11 tahun silam.  Tepat tanggal 16 Maret 1999 terbitlah Skep KSAU No : Skep/4/III/1999 tentang peresmian Organisasi Depo Pemeliharaan 20.   Dengan dikeluarkannya surat keputusan inilah yang menjadikan dasar bagi warga Depohar 20 dalam memperingati hari ulang tahunnya sebagai hari yang bersejarah.

 

Di usia yang belia ini Depohar 20 telah mampu melaksanakan tugasnya sebagai organisasi yang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan terhadap berbagai peralatan avionik dan elektronika pesawat TNI AU maupun kalibrasi berbagai alat ukur presisi.   Hal ini dapat terlaksana karena kematangannya selama perjalanan yang panjang sebelum menjadi Depohar 20.  Berawal dari mulai pembentukan seksi perawatan radio hingga menjadi Depohar seperti sekarang ini.

 

Dari Embrio Hingga Lahir

Pada mulanya pesawat-pesawat yang dimiliki oleh TNI AU saat itu merupakan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II berupa pesawat Guntai, Churen, Hayabusa tinggalan Jepang maupun pesawat Dakota dan Mustang dari Sekutu.

 

      Pesawat-pesawat tersebut terbilang masih sederhana dan peralatan elektronik yang ada pada masa itupun masih menggunakan teknologi tabung dengan peralatan avionik yang tidak rumit seperti kompas, yang digunakan untuk navigasi dan radio VHF, sebagai alat komunikasi dari pesawat ke tower.  Perawatan dari komponen tersebut pun masih terbilang mudah sehingga pada masa itu, cukup sebuah seksi perawatan radio di Skadron Teknik/Skadron Udara yang melakukan pemeliharaannya.

 

      Pada masa tersebut,  terdapat beberapa seksi pemeliharaan avionik di seluruh Skadron Teknik di Indonesia. Di Skatek 021 seksi pemeliharaan avionik bertanggung jawab terhadap pemeliharaan Pesawat C-47, C-130B, Cassa, Cessna, C-212-100 dan F-27. Pejabat Kasi Avioniknya  pada masa itu adalah Kapten Lek Djupri (Alumnus Akabri 1972). Sedangkan seksi avionik di Skatek 042 menangani pemeliharaan avionik pesawat F-86, T-33, A-10 dan T-Bird.

 

      Seiring dengan perkembangan teknologi kedirgantaraan, maka teknologi avionik pun tak ketinggalan perkembangannya. Sehingga peralatan avionik yang dipergunakan dalam pesawat tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan navigasi saja, tapi juga diaplikasikan dalam sistem persenjataan ataupun “Mission System”  yang berkaitan dengan operasi udara. Di sisi lain TNI AU memiliki pesawat-pesawat baru dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan udara. Sehingga beban kerja perawatan peralatan avionik pun menjadi bertambah. Oleh sebab itu maka wadah pemeliharaannya mengalami perubahan menjadi Seksi Avionik di Skatek 021 Halim dan Skatek 042 Iswahjudi.   Pejabat Kasi Avionik pada waktu itu adalah Mayor Lek Haryadi (Alumnus Akabri tahun 1968).

 

      Berdasarkan Sprint Danwing 300 Buser No : Sprin/093/VI/1980 Seksi Avionik Skatek 042 berubah menjadi Pusat Avionik Wing 300 Kohanudnas, namun secara struktural masih menjadi bagian dari Skatek 042. Perubahan ini berkaitan dengan kedatangan pesawat-pesawat tempur yang baru dibeli oleh Indonesia yaitu MK-53, A-4 dan F-5. 

 

      Berikutnya pada tahun 1983 kedua seksi avionik tersebut berubah menjadi Skadron Avionik 01 & 02 berdasarkan Surat Keputusan KSAU No: Kep/05/IV/1983 tanggal 9 April 1983 Pusat Avionik Wing 300 Kohanudnas berubah menjadi Skadron Pemeliharaan Avionik 01 (Skavionik 01) yang berkedudukan langsung di bawah Danjen Komatau. Dengan Komandan Skavionik 01 yang pertama yaitu Letkol Lek Haryadi. Dengan dasar Skep yang sama, status  Seksi Avionik 021 pun berubah menjadi Skadron Avionik 02 dengan komandan Skavionik 02 pertama yaitu Letkol Lek Sardjono (Alumnus AAU 1967). Perubahan status ini diperlukan berkaitan dengan kedatangan pesawat F-27, C-130H/L-100 dan B-737 di Lanud Halim Perdana Kusumah.

 

Tepat tanggal 11 Maret, terbitlah Skep KSAU No: Kep/24/III/1985 yang merubah status Skadron Avionik 01 & 02 menjadi Sub Depo Avionik 01 & 02. Terbitnya keputusan ini seiring adanya wacana peningkatan organisasi di lingkungan TNI-AU, yang akan membentuk organisasi Depo Avionik. Saat itu ditinjau dari sisi kemampuan dan produksi Sub Depo Avionik 01/02 sudah layak dibentuk menjadi sebuah Depo.   Kondisi ini bertahan hingga tahun 1987.

 

      Ketika diadakan reorganisasi di jajaran TNI-AU pada tahun 1987, Sub Depo Avionik 01/02 kembali mengalami perubahan setelah keluar Skep KSAU No : Skep/41/III/1987 tanggal 30 Maret 1987 Sub Depo Avionik 01/02 secara resmi berubah menjadi Skadron Pemeliharaan Avionik 01/02. Dengan jalur komando yang semula berada di bawah Koharmatau berubah menjadi di bawah Komandan Lanud setempat. Namun secara fungsi dan perannya dalam pemeliharaan peralatan avionik tetap sama.

 

      Akhirnya secara resmi yakni tanggal 2 Februari 1999 keluarlah Radiogram Asrena KSAU No: TK/11/1999 yang melikuidasi  organisasi Skavionik 01 & 02.  Kemudian disusul Skep KSAU tentang peresmian Depo Pemeliharaan 20 yang merupakan satuan pelaksana Koharmatau berkedudukan langsung di bawah Dankoharmatau. Pejabat Komandan Depohar 20 yang pertama adalah Kolonel Lek Wahono.

Komandan

_________________________________________________________________________

Arti Lambang Satuan

 

 

 

 

Depohar 20

 

Dhuaja

Sebagai satuan dengan tugas yang telah diamanatkan maka sebagai ciri khasnya Depohar 20 mendapatkan Dhuaja dengan semboyan Indra Paksa Karya Sakti. Yang menandakan bahwa Depohar 20 harus dapat menjunjung tinggi kepercayaan dari komando atas dengan dedikasi yang tinggi yang tercermin dalam Dhuaja Depohar 20 Indra Paksa Karya Sakti.

 

Gambar

Garuda dan Rantai. Garuda diartikan sebagai unsur TNI Angkatan Udara sedangkan Rantai diartikan sebagai satuan pelaksana pemeliharaan tingkat Depohar. Garuda menggenggam rantai mengandung makna bahwa Depohar dalam melaksanakan pemeliharaan alutsista TNI Angkatan Udara saling berkaitan dengan pemeliharaan yang dilaksanakan oleh kesatuan lain baik di dalam maupun di luar jajaran Koharmatau.

 

Bunga Wijaya Kusuma. Simbol ini memberikan makna bahwa Depohar dalam melaksanakan pemeliharaan alutsista TNI Angkatan Udara selalu mengutamakan dan menjunjung tinggi sifat-sifat kejujuran, kemurnian dan kebersihan.

Rangkaian Daun. Menggambarkan kejayaan, cita-cita dan tujuan Depohar untuk selalu tumbuh dan mengembangkan profesinya secara dinamis dan berkesinambungan.

Tanda segi Lima. Berarti melambangkan keudaraan, sedangkan angka 20 menunjukkan satuan Depohar 20.

Omega Petir. Simbol ini bermakna bahwa kemampuan, ketepatan dan kecepatan dalam perbaikan dan pemeliharaan peralatan elektronika.

 

Pesawat Terbang. Merupakan perlambang dari salah satu alutsista yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, yang peralatan avioniknya dipelihara dan diperbaiki oleh Depohar 20.

 

Warna

·         Warna Dasar Biru Langit melambangkan kesetiaan dan loyalitas dalam melaksanakan tugas pengabdiannya kepada TNI Angkatan Udara.

 

·         Warna Putih (Sulaman Benang Perak) melambangkan kesucian dan kemurnian, bermakna integritas Depohar Avionik 20 dalam melaksanakan pemeliharaan selalu mengutamakan kejujuran, kebersihan dan kemurnian jiwanya, merupakan sifat-sifat utama yang dijunjung tinggi.

 

·         Warna Merah Hati dari pada moto berarti keberanian yang mantap, melambangkan bahwa Depohar Avionik 20 selalu berani dan bertanggungjawab menghadapi tantangan kemajuan teknologi dibidang pemeliharaan peralatan avionik beserta komponennya.

·         Warna Kuning Emas melambangkan kekuasaan, mengandung arti bahwa Depohar Avionik 20 memegang kewenangan pelaksanaan pemeliharaan peralatan avionik beserta komponennya.

 

·         Warna Hijau melambangkan profesional dan tanggung jawab yang tinggi.

 

·         Warna Hitam melambangkan kebulatan tekad dan sifat ksatria serta kerelaan berkorban.

 

Arti semboyan ”Indra Paksa Karya Sakti”, dalam setiap kata sebagai berikut :

 

  • Indra     : Data penglihatan dan pendengaran
  • Paksa   : Burung, Alutsista, Pesawat Terbang
  • Karya    : Kegiatan, perbuatan yang menghasilkan. Tugas pengabdian untuk menciptakan sesuatu.
  • Sakti     : Ampuh, bertuah

 

Dengan demikian ”Indra Paksa Karya Sakti” mempunyai arti, ”Dengan segala kelebihan penginderaan pemberi data (pendengaran, penglihatan) menentukan keampuhan dan kelebihan kemampuan pesawat terbang TNI Angkatan Udara dalam membela kejayaan Nusa dan Bangsa”.

Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Depohar 20 mempunyai tiga Satuan Peme-liharaan dimana masing-masing Sathar memiliki tugas sesuai dengan kemampuan yang ada.  

 

 

SATUAN PEMELIHARAAN 21

 

Tunggul

Selain memiliki moto, Satuan Pemeliharaan 21 juga memiliki tunggul yang diresmikan oleh KSAU pada tahun 2007 bersamaan dengan Satuan pemeliharaan lain yang berada dibawah  jajaran Koharmatau. Tunggul Satuan Pemeliharaan sendiri memiliki nama ”DAYA SAMUDANA ANGREKSA BUWANA”.

Sesuai   dengan   Keputusan   Kasau   Nomor   Kep/04/III/1999 tanggal 16 Maret 1999 tentang Pokok-Pokok Organisasi dan Prosedur Depo Pemeliharaan 20 dan jajarannya maka struktur organisasi Sathar 21 ditetapkan dalam :

“Sathar 21 adalah merupakan Satuan Pelaksana dari Depohar 20 yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan alat peralatan avionik pesawat tempur serta aksesorinya”.  Tugas dan tanggung jawab tersebut meliputi peralatan komunikasi, navigasi, radar, instrument elektronika serta alat bidik dan kendali.

 

SATUAN PEMELIHARAAN 22

 

Tunggul

Selain memiliki moto Satuan Pemeliharaan 22 juga memiliki tunggul yang diresmikan oleh KSAU pada tahun 2007. Tunggul Satuan Pemeliharaan sendiri memiliki nama ”IKANG KAYATNAN PANGRAKSA KOTTA MANIRA” yang mempunyai arti ketelitian sangat diutamakan didalam setiap melakukan suatu pekerjaan.

 

SATUAN PEMELIHARAAN 23

 

Tunggul

Satuan Pemeliharaan 23 memiliki bendera kebanggaan atau yang di namakan tunggul yang melambangkan tugas pokok. Tunggul Satuan Pemeliharaan 23 diresmikan oleh KSAU pada tahun 2007 bersamaan dengan Satuan pemeliharaan lain yang berada dibawah  jajaran Koharmatau. Tunggul Satuan Pemeliharaan sendiri memiliki nama “ INDRA RUMEKSA DIGDAYA PAKSI “ yang mempunyai arti kemampuan untuk melihat suatu ancaman yang merupakan penenentu dalam ikut serta menjaga dan mengawal kedaulatan wilayah udara nasional .

 

follow-us

VIDEO