DEPOHAR 30
KOMANDAN DEPO PEMELIHARAAN 30
Kolonel Tek Bebas Irianto, S.H.
Tugas Pokok
Tugas Pokok Depo pemeliharaan 30
Melaksanakan pemeliharaan tingkat berat pesawat terbang bersayap tetap (Fix Wing), motor turbine, pemeliharaan komponen dan alat uji serta produksi materiil.
Visi & Misi
Visi
Terwujudnya kesiapan dan kemampuan Pemeliharaan, Pembekalan dan Produksi Materiil Alutsista TNI Angkatan Udara, menuju kemandirian sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan IPTEK dalam rangka mendukung kesiapan Alutsista TNI Angkatan Udara.
Misi
1. Mewujudkan/meningkatkan kemampuan pemeliharaan dan produksi materiil Alutsista TNI AU dalam rangka pencapaian kesiapan Alutsista TNI AU.
2. Mewujudkan/meningkatkan kemampuan engineering pemeliharaan dalam rangka pencapaian hasil pemeliharaan yang sesuai dengan tingkat kesiapan, keandalan dan kemampuan yang dipersyaratkan.
3. Mewujudkan / meningkatkan jaminan kualitas hasil pemeliharaan dan produksi dalam rangka mendukung keselamatan terbang dan kerja untuk mencapai ”Zero Accident”.
Sejarah
SEJARAH DEPOHAR 30
Di awal tahun 50-an setelah AURI menerima pelimpahan pesawat-pesawat bekas Militaire Luchtvaart ( AU Belanda ), dibentuklah Skadron-skadron Udara untuk menampung pesawat-pesawat tersebut yang jumlahnya mencapai ratusan. Kegiatan logistik yang tadinya cukup ditangani oleh Markas Besar Angkatan Udara (MBAU) harus ditangani oleh suatu wadah yang mampu menginventarisasi, mengkoordinasi serta mengawasi aset-aset tersebut. Maka melalui surat Keputusan Menteri/panglima Angkatan Udara No. 38 Thn. 1963 dibentuklah Komando Logistik TNI AU (KOLOG). KOLOG tersebut membawahi Depot-Depot Teknik dan Materiil, salah satunya Depot Teknik 012 yang berada di Lanud Abdulrachman Saleh Malang.
Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menpangau No. 428 tanggal 31 Mei 1960, merupakan titik awal dimulainya Proyek Pancar Gas (PAGAS) yaitu sebuah proyek perawatan dan pemeliharaan tingkat berat terhadap engine dan air frame pesawat-pesawat MIG – 15, MIG – 17, IL – 28 dan IL – 14 Avia. Panitia kerja Proyek Pancar Gas diketuai oleh Mayor Udara Ir. Suratman Dharma dan Wakil ketua Kapten Udara Surjono Hardjosoebroto. Secara fisik pembangunan fasilitas pemeliharaan dimulai pada tahun 1961 dengan pembangunan ”Jet Engine Overhaul Plant” bekerja sama dengan Polish State Trading Enterprise Polandia. Depot Teknik 012 sendiri dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Men/Pangau No. 34 Thn. 1963 tanggal 7 Agustus 1963.
Dalam perkembangan selanjutnya Depot Teknik 012 mengalami penyempurnaan yang bertujuan untuk meng-efisiensikan beban tugas yang semakin berat dan kompleks. Revitalisasi Depot Teknik 012 ini dilakukan dengan menggabungkan kesatuan-kesatuan teknik yang ada di Lanud seperti Depot teknik 012, Sub Depot materiil 063 dab Depo Teknik 031 (divisi kesenjataan). Selanjutnya dibentuk kesatuan dengan nama Wing logistik 30 (Winglog 30) yang selanjutnya berubah nama menjadi Depo Pesawat Terbang 30 (Depo Pesbang 30) dan terakhir menjadi Depo Pemeliharaan 30.
Dalam perkembangan selanjutnya Depot Teknik 012 mengalami penyempurnaan yang bertujuan untuk meng-efisiensikan beban tugas yang semakin berat dan kompleks. Revitalisasi Depot Teknik 012 ini dilakukan dengan menggabungkan kesatuan-kesatuan teknik yang ada di Lanud seperti Depot teknik 012, Sub Depot materiil 063 dab Depo Teknik 031 (divisi kesenjataan). Selanjutnya dibentuk kesatuan dengan nama Wing logistik 30 (Winglog 30) yang selanjutnya berubah nama menjadi Depo Pesawat Terbang 30 (Depo Pesbang 30) dan terakhir menjadi Depo Pemeliharaan 30.
![]() SATHAR 31 |
![]() SATHAR 32 |
![]() SATHAR 33 |







