KOSEKHANUDNAS I
“ LABDA YUDHA NIRBAYA “
Arti :
LABDA : Kemahiran
YUDHA : Peperangan
NIRBAYA : Marabahaya
Arti tersebut memiliki makna “Dengan kemahirannya menguasai wilayah peperangan, tidak gentar menghadapi segala marabahaya “.
PANGLIMA KOSEKHANUDNAS I
Marsekal Pertama TNI Mochamad Barkah
(2010-Sekarang)
Tugas Pokok
Tugas Pokok
Sesuai SKEP Pangkohanudnas Nomor: Skep/86/XII/2006 tanggal 29–12–2004 Kosekhanudnas I mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan mengendalikan Operasi Pertahanan Udara di wilayahnya, sesuai pembagian tanggung jawab geografis wilayah pertahanan udara nasional untuk mendukung tugas pokok Kohanudnas.
TUGAS POKOK
Kosek Hanudnas I mempunyai tugas pokok ”Menyelenggarakan dan mengendalikan Operasi pertahanan udara di wilayahnya sesuai pembagian tanggung jawab geografis wilayah Hanudnas untuk mendukung tugas pokok Kohanudnas ”.
Visi & Misi
Visi dan Misi Kosekhanudnas I
Kosekhanudnas I merupakan ujung tombak dalam mempertahankan kedaulatan Negara di udara. Selama Negara Kesatuan Republik Indonesia masih ada, tugas itu tidak akan pernah berakhir karena Kosekhanudnas I merupakan cerminan kekuatan TNI Angkatan Udara. Sedangkan peran Kosekhanudnas I kedepan akan semakin besar dalam membentengi negara Republik Indonesia agar terhindar dari ancaman udara baik dari dalam maupun dari luar.
a. Visi. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kosekhanudnas I memiliki landasan Visi sebagai berikut :
1) Terwujudnya suatu kedaulatan Negara di udara di wilayah geografis pertahanan udara Kosekhanudnas I, dari segala bentuk ancaman udara terhadap keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2) Terciptanya suatu sistim pertahanan udara yang mapan dan tidak dapat ditembus oleh pihak manapun yang memiliki niat ataupun tujuan untuk mengganggu persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.
3) Terwujudnya personel Kosek dan jajaran bawahnya yang memiliki kemampuan operasional yang tinggi serta tanggap dalam setiap pelaksanaan tugas.
b. Misi. Adapun misi yang diemban oleh Kosekhanudnas I dalam menyelenggarakan dan mengendalikan operasi pertahanan udara di wilayahnya sesuai tanggung jawab geografis wilayah pertahanan udara nasional adalah sebagai berikut:
1) Mempertahankan wilayah udara nasional khususnya wilayah Kosekhanudnas I dengan menyelenggarakan dan mengendalikan operasi pengamatan udara secara terus-menerus sepanjang tahun.
2) Menciptakan prajurit Kosek yang cakap dan tanggap sebagai Bhayangkara Negara dalam mengemban tugas untuk mempertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia di wilayah tanggung jawab geografisnya.
3) Mengoptimalkan alutsista baik yang berada dibawah jajaran Kosekhanudnas I maupun BKO Kosekhanudnas I agar setiap saat mampu melaksanakan operasi.
4) Mengaplikasikan doktrin pertahanan udara dengan melaksanakan langkah-langkah sesuai prosedur dan petunjuk pelaksanaan operasi Hanud serta Rule Of Engagement (ROE).
Profil
Profil Kosekhanudnas I

Makosekhanudnas I
Penguasaan wilayah udara nasional mutlak diperlukan bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara. Mempertahankan wilayah udara nasional memerlukan adanya Operasi Pertahanan Udara yang dilaksanakan secara terus menerus, baik pada masa damai maupun pada masa perang.
Operasi Pertahanan Udara adalah Operasi Gabungan TNI yang bersifat khusus dengan unsur Hanud TNI AU sebagai kekuatan utama dibantu oleh unsur-unsur lain yang berkemampuan Hanud serta digunakan secara terpadu. Karenanya, penyelenggaraan Operasi Hanud memerlukan suatu tahapan perencanaan, persiapan sampai dengan pelaksanaan yang dilakukan secara teliti, terinci dan terkoordinasi antara semua unsur yang terlibat dalam operasi.
Pada hakikatnya Operasi Pertahanan Udara merupakan kegiatan-kegiatan dalam upaya mempertahankan kedaulatan wilayah udara Nasional terhadap setiap ancaman udara. Wujud ancaman udara yang sewaktu-waktu dapat muncul mengharuskan Hanud ini dilaksanakan secara terus menerus sehingga setiap kemungkinan ancaman udara dapat terdeteksi sedini mungkin.
Tujuan Operasi Hanud adalah tercapainya penguasaan wilayah udara nasional.
Sedangkan sasaran-sasaran yang harus dicapai untuk mewujudkan tujuan operasi pertahanan udara antara lain Keunggulan udara di wilayah udara nasional dan tegaknya hukum di wilayah udara nasional.
Kosekhanudnas I yang bermarkas di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta berdasarkan Perkasau/123/XII/2008 tanggal 19 Desember 2008 merupakan salah satu komando pelaksanana operasi pertahanan udara nasional yang bertugas menyelenggarakan dan mengendalikan operasi pertahanan udara diwilayahnya , sesuai pembagian tanggung jawab geografis wilayah Hanudnas untuk mendukung tugas pokok Kohanudnas.
Dengan alat utama sistem senjata yang dimiliki oleh Kosekhanudnas I berupa stasiun-stasiun radar mulai dari satrad 211 Tanjungkait, satrad 212 Ranai, satrad 213 Tanjung Pinang, satrad 214 Pemalang, satrad 215 Congot sampai dengan satrad 216 Cibalimbing, Kosekhanudnas I siap mengemban tugas yang sangat penting guna menjaga keselamatan Bangsa dan Negara di udara.
Sejarah
Sejarah Singkat Kosekhanudnas I
Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I bermarkas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta dan berdekatan dengan Markas Kohanudnas. Tak ayal bila sejarah pertumbuhannya tidak lepas dari sejarah Kohanudnas sendiri, bahkan terlahir bersama-sama dengan Kohanudnas. Sejak embrio Kohanudnas masih bernama Kohanudgab, maka Air Defence Command (ADC) I sebagai embrio Kosekhanudnas I pun telah berdiri dengan pusat di Jakarta.
Menilik sejarah berdirinya Kosekhanudnas I, setelah keluarnya keputusan Kasau Nomor : 16/PERS/MKS/1963 tanggal 27 juni 1963, tentang perubahan nama Sector Operation Command (SOC) menjadi Komando Sektor, pada tanggal 1 Juli 1963 Kosekhanudnas I resmi berdiri, yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Kosekhanudnas I. Pada masa itu dalam rangka melaksanakan tugasnya untuk mempertahankan wilayah Jakarta, maka dibangun ruang SOC (Sector Operation Center) atau Pusat Operasi Sektor (Posek) dibelakang kantor kohanudnas sekarang. Tugas posek saat itu adalah sebagai pusat penerima berita adanya lasa (Laporan Sasaran) dari Radar. Bangunan ini kemudian menjadi Markas Kosekhanudnas I.
Dalam perjalanan sejarahnya, Kosekhanudnas I telah mengalami perpindahan tempat, yang pada awalnya bertempat di depan gedung Makohanudnas namun karena adanya perubahan struktur dan kemajuan teknologi menuntut sebuah rancangan bangunan baru yang lain dan berbentuk setengah lingkaran. Dengan adanya gedung baru ini maka Kosekhanudnas I harus melaksanakan reposisi dengan bergeser ketempat yang baru untuk melaksanakan operasi Hanud. Mengikuti organisasi Kohanudnas, maka Kosekhanudnas I juga mengalami proses reorganisasi dan modernisasi yang memakan waktu. Kemudian pada tahun 1999, Kosekhanudnas I menerima satuan Radar sebagai satuan jajarannya.
Komandan
PANGKOSEKHANUDNAS I
DARI MASA KE MASA





