BUKU TAMU

Hendrikus Liguori Kuyap
Pak, saya lulusan Papua Merauke tahun 2014 dan sedang melanjutkan kuliah di Bandung, apakah bisa mengikuti tes di Bandung ?, terim...
Dini Fajryani
Selamat malam, Apakah lulusan D3 dengan jurusan Manajemen Transportasi Udara bisa mendaftar Perwira Prajurit Karier ?
Rizki Nur Hamid
Assalamu'alaikum, Tahun depan umur saya 22 tahun, lahir tanggal 19 Januari 1993, bisa ikut mendaftar bintara TNI AU tidak ? t...
Candra Nugroho
Adakah pembukan Wajib Militer untuk lulusan akuntansi D4. Terima kasih.
Zainal
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kapan dibuka pendaftaran Sekbang PSDP TNI TA 2014 ?, terima kasih.
Anggraini
Assalamu'alaikum, Mohon informasi apakah lulusan sarjana Olahraga tahun ini bisa mengikuti pendaftaran Perwira Karier TNI, di...
Dinul Habib Ulul Azmi Daniel
Assalamu'alaikum Apa persyaratan menjadi pilot TNI AU ? apakah pendaftarannya membutuhkan biaya ? terima kasih, wassalamu'alaikum.
Parramatta Adri Satyawada
Assalamualaikum Wr. Wb. Mohon info pendaftaran Wamil tahun 2014, seandainya bisa persyaratan apakah yang harus dipenuhi untuk mend...
Irfan Nurhadiansyah
Assalamualaikum Wr. Wb. Cita-cita saya dari kecil ingin menjadi TNI dan ingin mengikuti seleksi, dengan tinggi badan 161 cm,...
Ora Putra
Selamat siang Bapak/Ibu admin, Apakah jurusan Pendidikan Seni Musik bisa mengikuti seleksi penerimaan Perwira Karier TNI? Moh...
Rachell Nurman Zulkarnain
Saya mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Jember, di Malang. Apakah ada lowongan kerja praktek sesuai bidang jurusan saya pa...
Brian Julio Zesar
Selamat sore bapak/ibu, Lulusan S1 jurusan Akuntansi, bisakah daftar TNI-AU ? mohon informasinya. terima kasih.
Ignatius Sitorus
Saya tahun depan tamat SMA Unggul Del, bagaimana cara pendaftaran prajurit TNI AU? terima kasih.
Agnes
Selamat pagi, mohon informasi penerimaan calon Tamtama PK TNI AU Gelombang II TA 2014 ? terima kasih.
Annisa
Selama mengikuti kegiatan seleksi tingkat daerah maupun seleksi tingkat pusat di Akmil Magelang, apakah diperbolehkan dan diberi k...

LANUD ASTRA KSETRA

DANLANUD ASTRA KSETRA
Letkol Pnb Satriyo Utomo,S.H
(2013 - Sekarang)

Tugas Pokok

Tugas Pokok

Pangkalan TNI Angkatan Udara Astra ksetra bertugas menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya, membina potensi dirgantara serta menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya.

Visi & Misi

Visi

Dibawah jajaran koopsau I sebagai penjaga kedaulatan udara di wilayah Sumatera dan teritorial sekitarnya. Sehingga tercipta rasa aman dan tentram demi kejayaan bangsa dan Negara.


Misi

1. Pendukung kesiapan dan kesiagaan operasional penerbangan

2. Memelihara, menjaga dan meningkatkan kemampuan satuan

3. Membina dan mengembangkan, hubungan baik dengan muspida setempat.

4. Mengembangkan Binpotdirga melalui Fasida dan bekerja sama dengan institusi terkait

5. Menjaga asset Lanud dan sekitarnya.

Profil

AWAL MULA DINAMAKAN ASTRA KSETRA

Untuk memahami sesuatu yang baru kita mengenal pepatah tak kenal maka tak saying, demikian halnya dengan nama Lanud Astra Ksetra dapat diyakini bahwa tidak semua keluarga besar TNI Angkatan Udara mengenal Lanud Astra Ksetra, andaikata tahu semua tidak secara pasti mengetahui awal mula nama Astra Ksetra tersebut.

Pada masa penjajahan jepang, sebelum Lanud Astra Ksetra diambil alih oleh bangsa Indonesia, daerah tersebut dinamakan Tulung Ranti. Adapun nama Tulung Ranti tersebut, dalam bahasa daerah Lampung mempunyai arti Tulung adalah sungai kecil, sedangkan Ranti adalah pohon Meranti. Jika kita lihat kondisinya saat itu memang di daerah Astra Ksetra tersebut ada sebuah sungai kecil yang disekitarnya ditumbuhi/dikelilingi pohon meranti.dimana aliran sungai tersebut membentang dari samping rumah dinas Komandan pangkalan Sampai ke Way (sungai) Miring di kecamatan Menggala sejauh ±7 km.

Pada masa setelah perang dunia II, saat tentara jepang kalah perang, Lanud Astra Ksetra (tulung Ranti) diambil alih oleh bangsa Indonesia dan diganti nama menjadi Lanud Dhara (h) Ksetra. Adapun nama Dhara Ksetra tersebut digunakan untuk nama Lanud saat itu, karena dahulu pada masa penjajahan jepang, untuk melaksanakan pembangunan Landasan di lanud tersebut dilaksanakan dengan cara kerja paksa (romusha) dan menimbulkan banyak korban jiwa dari pihak rakyat sekitar akibat dibunuh oleh tentara Jepang.

Sejarah

SELINTAS LANUD ASTRA KSETRA

Sejarah perkembangan pangkalan TNI Angkatan Udara yang berada diseluruh wilayah Nusantara ini selalu terkait dengan sejarah dan awal mula berdirinya. Sedangkan fungsi dan tugas pokok serta perannya akan berjalan sesuai dengan kurun waktu dan sangat dipengaruhi oleh dinamika situasi politik Negara dan pemerintahan yang berkuasa saat itu.

Demikian juga sejarah perjalanan kehidupan pangkalan TNI AU Astra Ksetra yang dulunya digunakan sebagai Pusat latihan Tempur Abri Matra Udara sesuai Peraturan Penguasa Perang Pusat Nomor Nomor 02 RI PERPU/1959 tanggal 25 Januari 1959 yang dikeluarkan oleh Kasau Laksamana Madya Udara S. Suryadarma selaku Penguasa Perang Pusat AURI. Ditinjau dari letak geografiknya Lanud Astra Ksetra dibagi menjadi dua wilayah yang terletak diwilayah kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang pada koordinat 040 37’ S dan 1090 14 E dengan jarak ± 20 km sebelah Utara Ibu Kota Kabupaten Menggala dan ± 103 sebelah selatan Ibu kota Propinsi Bandar Lampung, dengan batas-batas sebagai berikut:

a. Wilayah "A"

1) Sebelah Utara : ujung sungai Way Tulang Bawang, Pantai laut Jawa, Posisi 1050 22’ E dan 040 24’ 250S dengan garis lurus menuju kebarat hingga samping sungai Way Tulang bawang, selanjutnya munyusur sampai Way Miring hingga Umbul Miring. Dari posisi tersebut dengan garis lurus ke Barat hingga posisi 1050 10’ 20” E dan 040 31’ S.

2) Sebelah Selatan : Dari pantai laut Jawa posisi 1050 52’ E dan 040 35’ 20” S, garis lurus ke Barat hingga sungai Way Terusan posisi 1050 18’ 15” E dan 040 35’ 20” S, dan dari tempat tersebut menyusur sungai Way terusan, menuju ke Selatan-barat melingkar garis bajang staal 3 mil yang dihitung dari pusat landasa Astra ksetra sampai ketemmu titik di sebelah barat daya hingga posisi 1050 52’ E dan 040 39’ 40” S.

3) Sebelah Timur : Dari posisi 1050 52’ E dan 040 24’ 15” S arah pantai laut Jawa ke Selatan hingga titik 1050 52’ E dan 040 35’ 20” S dengan kelebaran ±20 km.

4) Sebelah barat : Dengan jarak 5 km dari pusat landasan menuju ke Barat dengan posisi 1050 51’ E dan … garis lurus ke Utara hingga posisi 1050 10’ dan 040 31’ S.

b. Wilayah "B"

1) Sebelah Utara : Dimuali dari sungai Way Tulang Bawang pada titik Kota Bakung ke hulu sampai dengan muaranya di pantai Laut Jawa dengan melewati antara Bakung, Gedonghaji, Gunung Tapa dan Gedong Meneng dengan catatan bahwa batas tersebut adalah 2 km sebelah Selatan yang mengikuti sejajar dengan sungai berkait.

2) Sebela Timur : Dari muara sungai Way Tulang Bawang dengan titik Tanjung Bubuajung menyusur pantai Laut Jawa dengan melalui Tanjung Serdang, Lanjung Bungin dan Tanjung Kenam hingga mencapai muara sungai Way Seputih.

3) Sebelah Selatan : Mulai titik tengah muara Way seputih mengikkuti aliran sungai tersebut ke hulu sampai bertemu garis bayang batas 3 mil.

Secara geografis sebetulnya letak dan kondisi Lanud Astra Ksetra mempunyai nilai taktis maupun strategis sebagai daerah penyangga Ibukota Negara Republik Indonesia. Apalagi jika hal ini dikaitkan dengan situasi dan kondisi pembangunan Ibukota yang sangat pesat yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempersepit koridor wilayah pertahanan udara guna mengamankan berbagai obyek vital di dalamnya. Namun demikian kenyataan yang ada saat ini potensi terpendam berkaitan dengan posisi geografis Lanud Astra Ksetra belum mendapat perhatian serius.

Sedangkan kondisi alam Lanud Astra Ksetra terdiri dari daerah pertanian, semak-semak, padang alang-alang serta sedikit rawa yang mayoritas medannya terbuka. Lahan yang berada di daerah lanud Astra Ksetra sangat cocok untuk pertanian khususnya pertanian lahan kering seperti singkong dan tebu. Hal ini terdukung dengan potensi wilayah dengan adanya berbagai pabrik pengolahan tepung tapiyoka dan pabrik gula.



Komandan

KOMANDAN LANUD DARI MASA KE MASA


LU I BJ. Sukohutomo
(1961-1963)

Lettu Doki
(1963-1968)

Kapten Adm Sudarso
(1968-1973)

Mayor Int
Adji Sumarto
(1973-1975)

Mayor Mat
Ipuk Minpuno
(1975-1978)

Mayor Adm B. Pohan
(1978-1981)

Letkol Nav Atang L.
(1981-1984)

Mayor Kal Suparjo
(1984-1986)

Letkol Tek
Sudiyanto Adi
(1986-1990)

Mayor Psk
Imam Sujono
(1990-1993)

Letkol Psk Sriyono
(1993-1996)

Mayor Psk Sunaryo
(1996-1998)

Letkol Psk Manurung
(1998-2000)

Letkol Psk Pratikno
(2000-2003)

Mayor Pom
Agung Handoko
(2003-2004)

Letkol Pom
Joko Tri Kartono
(2004-2006) 

Letkol Pom Sentot Adhi
(2006-2008)

Letkol Pom
Djoko Leksono, SE
(2008-2010) 

Letkol Pnb
Dodi Fernando, SE.
(2010-2011)

Letkol Nav
Insan Nanjaya
(2011-2013)

Letkol Pnb
Satriyo Utomo, S.H.
(2013-Sekarang)
     
_________________________________________________________________________

 

follow-us

VIDEO