BUKU TAMU

Santo Michael Sihombing
Selamat siang, Bagaimana caranya agar bisa mendaftar ? pada pengisian pendaftaran online Taruna AAU tidak bisa karena ya...
Desky Rawindra
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak kapan pendaftaran Tamtama PK TNI AU Gelombang II Tahun 2015 ?, informasi untuk anak saya di kota Tanj...
Irwan Toni
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak kapan pendaftaran CPNS TNI AU bagi Perawat ?
Mochamad Fahrurozi
Assalamua'laikum Wr. Wb. Saya ingin menjadi anggota TNI, informasi pendaftaran melalui google, tidak ada kebutuhan lulusan SMK jur...
Imam
Pak saya daftar Taruna Akademi TNI secara online, setelah daftar online datang ke Kodam. Apakah langsung datang ke Kodam dengan me...
Derra Diatama Riany
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bapak/Ibu, pada pendaftaran online ditentukan Nilai Akhir, maksudnya rata-rata nilai akhir raport semeste...
Anjan Wibowo
Selamat sore, Kapan pendaftaran Perwira PSDP TNI Tahun 2016 dan apakah tahun ini dibuka pendafataran ?
Rizki Ari Wijaya
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak, saya daftar Karbol AAU melalui website, tidak ada option Karbol AAU yang ada Bintara dan Tamtama. Sa...
Muhammad Nur Kholis
Selamat sore. Saya lulusan SMK jurusan Teknik Mesin Otomotif, apakah bisa mendaftar Karbol ? apakah jurusan Otomotif dalam kategor...
Aldi Nurul Oktafiyansyah
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak, saya coba mendaftar online Karbol AAU di website, tetapi option hanya Bintara dan  Tamtam...
Rangga Yudha Pratama
Assalamualaikum Wr. Wb. Pak saya pelajar SMA Kelas 12, apakah bisa mengikuti pendaftaran Taruna Akademi TNI Tahun 2015 ? nilai UAN...
Abdrahman
Asslamu'alaikum Wr. Wb. Pak apakah ijazah paket C dapat digunakan mendaftar prajurit TNI AU ? ijazah SD saya ijazah Paket A, ijaza...
Suyono
Saya guru dari SMPN 1 Trowulan Mojokerto Jawa Timur sering berkunjung ke Musium Dirgantara Jogjakarta, bagaimana agar bisa melihat...
Novalino Reynaldy
Selamat siang,  Umur saya 20 tahun bulan November 2015, tinggi 176 cm, berat 85 kg, lulusan SMK, nilai rata-rata 6.8, apakah...
Raden Dynasti Gusti
Selamat pagi Bapak/Ibu, Kapan pendaftaran Mahasiswa Beasiswa TNI ? dan kebutuhan jurusan/program studi apa saja untuk wanita ?, te...

LANUD ASTRA KSETRA

DANLANUD ASTRA KSETRA
Letkol Pnb Satriyo Utomo,S.H
(2013 - Sekarang)

Tugas Pokok

Tugas Pokok

Pangkalan TNI Angkatan Udara Astra ksetra bertugas menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya, membina potensi dirgantara serta menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan lainnya.

Visi & Misi

Visi

Dibawah jajaran koopsau I sebagai penjaga kedaulatan udara di wilayah Sumatera dan teritorial sekitarnya. Sehingga tercipta rasa aman dan tentram demi kejayaan bangsa dan Negara.


Misi

1. Pendukung kesiapan dan kesiagaan operasional penerbangan

2. Memelihara, menjaga dan meningkatkan kemampuan satuan

3. Membina dan mengembangkan, hubungan baik dengan muspida setempat.

4. Mengembangkan Binpotdirga melalui Fasida dan bekerja sama dengan institusi terkait

5. Menjaga asset Lanud dan sekitarnya.

Profil

AWAL MULA DINAMAKAN ASTRA KSETRA

Untuk memahami sesuatu yang baru kita mengenal pepatah tak kenal maka tak saying, demikian halnya dengan nama Lanud Astra Ksetra dapat diyakini bahwa tidak semua keluarga besar TNI Angkatan Udara mengenal Lanud Astra Ksetra, andaikata tahu semua tidak secara pasti mengetahui awal mula nama Astra Ksetra tersebut.

Pada masa penjajahan jepang, sebelum Lanud Astra Ksetra diambil alih oleh bangsa Indonesia, daerah tersebut dinamakan Tulung Ranti. Adapun nama Tulung Ranti tersebut, dalam bahasa daerah Lampung mempunyai arti Tulung adalah sungai kecil, sedangkan Ranti adalah pohon Meranti. Jika kita lihat kondisinya saat itu memang di daerah Astra Ksetra tersebut ada sebuah sungai kecil yang disekitarnya ditumbuhi/dikelilingi pohon meranti.dimana aliran sungai tersebut membentang dari samping rumah dinas Komandan pangkalan Sampai ke Way (sungai) Miring di kecamatan Menggala sejauh ±7 km.

Pada masa setelah perang dunia II, saat tentara jepang kalah perang, Lanud Astra Ksetra (tulung Ranti) diambil alih oleh bangsa Indonesia dan diganti nama menjadi Lanud Dhara (h) Ksetra. Adapun nama Dhara Ksetra tersebut digunakan untuk nama Lanud saat itu, karena dahulu pada masa penjajahan jepang, untuk melaksanakan pembangunan Landasan di lanud tersebut dilaksanakan dengan cara kerja paksa (romusha) dan menimbulkan banyak korban jiwa dari pihak rakyat sekitar akibat dibunuh oleh tentara Jepang.

Sejarah

SELINTAS LANUD ASTRA KSETRA

Sejarah perkembangan pangkalan TNI Angkatan Udara yang berada diseluruh wilayah Nusantara ini selalu terkait dengan sejarah dan awal mula berdirinya. Sedangkan fungsi dan tugas pokok serta perannya akan berjalan sesuai dengan kurun waktu dan sangat dipengaruhi oleh dinamika situasi politik Negara dan pemerintahan yang berkuasa saat itu.

Demikian juga sejarah perjalanan kehidupan pangkalan TNI AU Astra Ksetra yang dulunya digunakan sebagai Pusat latihan Tempur Abri Matra Udara sesuai Peraturan Penguasa Perang Pusat Nomor Nomor 02 RI PERPU/1959 tanggal 25 Januari 1959 yang dikeluarkan oleh Kasau Laksamana Madya Udara S. Suryadarma selaku Penguasa Perang Pusat AURI. Ditinjau dari letak geografiknya Lanud Astra Ksetra dibagi menjadi dua wilayah yang terletak diwilayah kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang pada koordinat 040 37’ S dan 1090 14 E dengan jarak ± 20 km sebelah Utara Ibu Kota Kabupaten Menggala dan ± 103 sebelah selatan Ibu kota Propinsi Bandar Lampung, dengan batas-batas sebagai berikut:

a. Wilayah "A"

1) Sebelah Utara : ujung sungai Way Tulang Bawang, Pantai laut Jawa, Posisi 1050 22’ E dan 040 24’ 250S dengan garis lurus menuju kebarat hingga samping sungai Way Tulang bawang, selanjutnya munyusur sampai Way Miring hingga Umbul Miring. Dari posisi tersebut dengan garis lurus ke Barat hingga posisi 1050 10’ 20” E dan 040 31’ S.

2) Sebelah Selatan : Dari pantai laut Jawa posisi 1050 52’ E dan 040 35’ 20” S, garis lurus ke Barat hingga sungai Way Terusan posisi 1050 18’ 15” E dan 040 35’ 20” S, dan dari tempat tersebut menyusur sungai Way terusan, menuju ke Selatan-barat melingkar garis bajang staal 3 mil yang dihitung dari pusat landasa Astra ksetra sampai ketemmu titik di sebelah barat daya hingga posisi 1050 52’ E dan 040 39’ 40” S.

3) Sebelah Timur : Dari posisi 1050 52’ E dan 040 24’ 15” S arah pantai laut Jawa ke Selatan hingga titik 1050 52’ E dan 040 35’ 20” S dengan kelebaran ±20 km.

4) Sebelah barat : Dengan jarak 5 km dari pusat landasan menuju ke Barat dengan posisi 1050 51’ E dan … garis lurus ke Utara hingga posisi 1050 10’ dan 040 31’ S.

b. Wilayah "B"

1) Sebelah Utara : Dimuali dari sungai Way Tulang Bawang pada titik Kota Bakung ke hulu sampai dengan muaranya di pantai Laut Jawa dengan melewati antara Bakung, Gedonghaji, Gunung Tapa dan Gedong Meneng dengan catatan bahwa batas tersebut adalah 2 km sebelah Selatan yang mengikuti sejajar dengan sungai berkait.

2) Sebela Timur : Dari muara sungai Way Tulang Bawang dengan titik Tanjung Bubuajung menyusur pantai Laut Jawa dengan melalui Tanjung Serdang, Lanjung Bungin dan Tanjung Kenam hingga mencapai muara sungai Way Seputih.

3) Sebelah Selatan : Mulai titik tengah muara Way seputih mengikkuti aliran sungai tersebut ke hulu sampai bertemu garis bayang batas 3 mil.

Secara geografis sebetulnya letak dan kondisi Lanud Astra Ksetra mempunyai nilai taktis maupun strategis sebagai daerah penyangga Ibukota Negara Republik Indonesia. Apalagi jika hal ini dikaitkan dengan situasi dan kondisi pembangunan Ibukota yang sangat pesat yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempersepit koridor wilayah pertahanan udara guna mengamankan berbagai obyek vital di dalamnya. Namun demikian kenyataan yang ada saat ini potensi terpendam berkaitan dengan posisi geografis Lanud Astra Ksetra belum mendapat perhatian serius.

Sedangkan kondisi alam Lanud Astra Ksetra terdiri dari daerah pertanian, semak-semak, padang alang-alang serta sedikit rawa yang mayoritas medannya terbuka. Lahan yang berada di daerah lanud Astra Ksetra sangat cocok untuk pertanian khususnya pertanian lahan kering seperti singkong dan tebu. Hal ini terdukung dengan potensi wilayah dengan adanya berbagai pabrik pengolahan tepung tapiyoka dan pabrik gula.



Komandan

KOMANDAN LANUD DARI MASA KE MASA


LU I BJ. Sukohutomo
(1961-1963)

Lettu Doki
(1963-1968)

Kapten Adm Sudarso
(1968-1973)

Mayor Int
Adji Sumarto
(1973-1975)

Mayor Mat
Ipuk Minpuno
(1975-1978)

Mayor Adm B. Pohan
(1978-1981)

Letkol Nav Atang L.
(1981-1984)

Mayor Kal Suparjo
(1984-1986)

Letkol Tek
Sudiyanto Adi
(1986-1990)

Mayor Psk
Imam Sujono
(1990-1993)

Letkol Psk Sriyono
(1993-1996)

Mayor Psk Sunaryo
(1996-1998)

Letkol Psk Manurung
(1998-2000)

Letkol Psk Pratikno
(2000-2003)

Mayor Pom
Agung Handoko
(2003-2004)

Letkol Pom
Joko Tri Kartono
(2004-2006) 

Letkol Pom Sentot Adhi
(2006-2008)

Letkol Pom
Djoko Leksono, SE
(2008-2010) 

Letkol Pnb
Dodi Fernando, SE.
(2010-2011)

Letkol Nav
Insan Nanjaya
(2011-2013)

Letkol Pnb
Satriyo Utomo, S.H.
(2013-Sekarang)
     
_________________________________________________________________________

 

follow-us

VIDEO