LANUD SAM RATULANGI
Tugas Pokok
-
Visi & Misi
-
Profil
DHUAJA LANUD SAM RATULANGI

ISI DAN ARTI GAMBAR DALAM PERISAI
Awan menggambarkan bahwa TNI Angkatan Udara menggunakan media udara atau dirgantara sebagai ruang berkorban bagi setiap Prajurit TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan tugas.
Dengan demikian Motto “ PRAYATNA KERTA GEGANA “ adalah kewaspadaan mengamankan udara/ dirgantara, yang berarti bahwa Pangkalan Udara sebagai ujung tombak TNI Angkatan Udara selalu waspada dalam mengamankan / mengawal dan menegakkan kedaulatan negara di Udara / Dirgantara Nasional.
Warna Dasar Dhuaja Biru Langit Dengan Gambar Dalam Perisai Sebagai Berikut :
1. Sisi kanan merah dan sisi kiri berwarna hijau tua.
2. Sudut kanan bagian atas warna biru muda menggambarkan awan dengan lima Lekukan.
3. Bagian tengah perisai, gambar kilat dengan warna merah
4. Bagian bawah perisai terdapat 3 buah anak panahberwarna merah dan pinggiran perisai berwarna hitam
5. Atas perisai tertulis nama pangkalan yang bersangkutan.
6. Bawah perisai terdapat pita dengan warna kuning emas yang bertuliskan Motto dalm bahasa Sansekerta yang berbunyi “ PRAYATNA KERTA GEGANA “
Sejarah
PANGKALAN UDARA SAM RATULANGI
Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi terletak di Sulawesi Utara, 13 km dari kota “Nyiur Melambai” Manado adalah pangkalan pelaksana operasional yang berkedudukan langsung dibawah Komando Operasi TNI AU II dengan tugas pokok menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan di jajarannya serta membina potensi kedirgantaraan. Berdirinya Lanud Sam Ratulangi ini berawal pada tahun 1939 pemerintah Belanda membangun Lapangan Udara untuk kepentingan militernya. di ujung selatan danau Tondano daerah Celebes. Lapangan Udara berukuran panjang 1650 m dan lebar 90 m tersebut dikenal dengan nama Lapangan Udara Kalawiran.
Pada saat Perang Dunia II tahun 1941, Belanda memusatkan kekuatan penerbangannya di Lapangan Udara Kalawiran. Kemudian tahun 1942 Kalawiran jatuh ke tangan tentara Jepang. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu tahun 1944, Kalawiran dialihkan kembali penguasaannya kepada pemerintah Belanda yang kemudian dijadikan Markas Komando Pasukan Cadangan (Reserve Corps). Periode 1957-1958 terjadi pemberontakan Permesta. Dalam kurun waktu itu, Kalawiran hancur akibat serangan udara Permesta. Pada saat itu, Permesta menguasai lima Lapangan Udara di sebagian wilayah udara Indonesia Timur, yaitu Mapanget, Tasuka, morotai, Jailolo dan Tolotio.
Dalam usaha menumpas pemberontakan Permesta, TNI melaksanakan operasi gabungan memakai nama sandi ”Operasi Merdeka”. Operasi tersebut bertujuan merebut Sulawesi Utara sebagai ibukota Manado dan daerah sekitarnya seperti Gorontalo, Sangir Talaud, Morotai, Jailolo, Palu dan Donggala. Komandan Operasi Gabungan Letkol Rukminto Hendraningrat dengan Wakil I Letkol (L) Hunhols dan Wakil II Mayor Udara Leo Watimena.
Ketika Lapangan Udara Mapanget diduduki oleh AURI (PGT) maka saat itu juga fungsi sebagai Pangkalan penunjang operasi udara beralih di Mapanget dengan Staf Komando berada pula di Mapanget bersama Komandan Kompi PGT Letnan Udara Satu Moestam. Selanjutnya Staf Komando dipindahkan ke kota Manado (Perumahan Dinas Kantor Pos dan Giro) dengan status Detasemen Angkatan Udara Manado serta jabatan Komandan diserahkan kepada Letnan Udara Satu Ronggo Mulato tahun 1959.
Kemudian Detasemen Angkatan Udara Manado dirubah statusnya menjadi Pangkalan Udara Sam Ratulangi Manado dengan Keputusan DPRD Dati I Propinsi Sulut nomor : Kepts 17/DPRD-Sul/70 dan Radiogram Ass Ops DKT No.2327/Ops/70. Staf Komando kemudian dipindahkan kembali ke Mapanget dengan menggunakan bangunan tua peninggalan Belanda (Kantin Garuda) sebagai sarana perkantoran. Selain Mako Lanud Sam Ratulangi di Mapanget, masih terdapat aset Lanud Sam Ratulangi di Kalawiran, Tasuka, Gorontalo yang dulunya direbut dari Permesta.
Komandan

Nama
Ir. Yudi Mandega Raswana
Pangkat
Letnan Kolonel
Korps/NRP
PNB /
T. Tgl. Lahir
Sidoarjo / 5 Oktober 1969
Alumnus
AAU Tahun 1991
Agama
Islam
DAFTAR NAMA KOMANDAN
PANGKALAN TNI AU SAM RATULANGI
| NO. | Nama | Pangkat | Periode |
| 1 | SADJAD | Kapten Udara | 1952 – 1955 |
| 2 | DHOMYAGAN | Kapten Udara | 1955 - 1957 |
| 3 | BASIR | Kapten Udara | 1957 - 1958 |
| 4 | RONGGO MULATO | Letnan Udara I | 1959 - 1960 |
| 5 | SOEMANTRI | Letnan Udara |
1960 - 1961 |
| 6 | SOEKAMTO | Letnan Udara |
1961 - 1962 |
| 7 | ROEDITO | Letnan Udara I | 1962 - 1964 |
| 8 | GOELTOM | Letnan Udara I | 1964 - 1965 |
| 9 | SOEGIRAN | Mayor Udara | 1965 - 1967 |
| 10 | HASAN ACHMAD | Kapten Udara | 1967 - 1969 |
| 11 | ADJI SOEMARTO | Kapten Udara | 1969 - 1972 |
| 12 | SUKANTA | Mayor Pnb | 1972 - 1974 |
| 13 | BR. SAROINGSONG | Mayor Pas | 1975 - 1977 |
| 14 | BOWO ASTOTO | Mayor Pnb | 1977 - 1979 |
| 15 | KUSNADI | Mayor Pnb | 1979 - 1981 |
| 16 | R. SASTRANEGARA | Mayor Pnb | 1981 - 1984 |
| 17 | INDRA PURWOKO | Mayor Pnb | 1984 - 1986 |
| 18 | SUJUDIMAN. S | Letkol Nav | 1986 - 1988 |
| 19 | KUMBIYONO | Mayor Lek | 1988 - 1991 |
| 20 | ST. SARONO | Letkol Pnb |
1991 - 1994 |
| 21 | B. DARMA. S | Letkol Pnb | 1994 - 1996 |
| 22 | HERYANTO. R | Letkol Pnb | 1996 - 1999 |
| 23 | AGUS R. BARNAS | Letkol Pnb | 1999 - 2000 |
| 24 | AGOES HARYADI | Letkol Pnb | 2000 - 2002 |
| 25 | H. CHAIRIL ANWAR | Letkol Pnb | 2002 - 2004 |
| 26 | SULASTRI BASO | Letkol Pnb | 2004 - 2006 |
| 27 | RA. SASONGKOJATI | Letkol Pnb | 2006 - 2007 |
| 28 | ARIF MUSTOFA | Letkol Pnb | 2007 - 2008 |
| 29 | BAMBANG WIJANARKO | Letkol Pnb | 2008 - 2010 |
| 30 | Ir. Yudi Mandega Raswono | Letkol Pnb | 2010 - Sekarang |



