BUKU TAMU

Satriono Dzikru qolbudin
Hormat. Ini sya Dzikru dari salatiga, maaf pak izin menanyakan ,thun ini sya akan daftar Bintara AU, tapi sya msih bingung pr...
Jonathan Noga
Selamat malam bapak/ibu bidang perekrutan, Saya Jonathan Noga Soeitoe, berminat untuk bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia...
Leonny
Selamat malam,   Kami sekeluarga hadir di acara pagi tadi (Minggu, 9 April) di Halim Perdanakusuma.  Masukan dari kami:...
fendra dwi wicaksono
Assalamuallaikum Slamat pagi mohon ijin bertanya bapak atau ibu, saya mau tanya tentang pembukaan cata tni au gel 2 kira kira dibu...
Wira andhika
Assalamualaikum saya mau bertanya  pendaftaran bintara au ta 2017 apa di undur tanggal 02 mei-04 juni saya mengetahui informa...
Angga nur samudro
Assalamualaikum wr.wb Izin bertanya pak, lulusan SePapk TNI AU bisa tidak pak mendaftarkan diri jadi den bravo Paskhas, Mohon info...
Angga Nur Samudro
Assalamualaikum Wr.Wb Selamat malam pak, Izin bertanya. Untuk pemdaftaran SePapk TNI ijazahnya minimal d3 atau d4 pak, Mohon infor...
m ikhsan irsyandi
Assalamu alaikum wr.wb Sekamat siang Izin bertanya untuk lahir  tanggal 12 september 1995 apakah masih bisa ikut daftar? Teri...
Lia Wanadriani
Selamat siang, saya Lia Wanadriani, wartawan Antaranews. Saya bermaksud menulis mengenai TNI AU Indonesia, namun saya masih kekura...
Mahlul Nasution
Selamat Pagi min TNI AU,, dalam rangka memperingati HUT TNI AU 71 Tgl 9 Apr besok, apakah ada acara atraksi pespur di lanud soewon...
Muhammad Maulana
Assalamu'alaikum wr. wb. Pak saya ingin bertanya, kapan dimulainya tahapan seleksi Taruna AAU ?Terima Kasih
Ayu Kurnia
Assalamualaikum  Mau tanya, tahun ini Caba umumnya untuk wanita apakah ada?atau hanya ada yang program khusus wara pramugari?...
M.Fajar Maulana
Assalamu'alaikum maaf saya mau tanya ,, kalo gigi yang kurang rapih dan ada bolong apa masih bisa masuk ?? Terima kasih
Alfan Muhamad Rahman
Yth. Panitia Kegiatan Bulan Dirgantara 2017 Selamat siang, Mohon izin mempernalkan diri, nama saya Alfan Muhamad Rahman CEO Flying...
Siti Suhartinah Amir
Assalamu alaikum Ijin bertanya, untuk Pendaftaran PNS TNI kapan dimulai dan alamat web atau linknya apa..terima kasih sebelumnya..

LANUD SULTAN ISKANDAR MUDA

DANLANUD SULTAN ISKANDAR MUDA
Kolonel Pnb Suliono, S.Sos
(2016 - Sekarang)

Tugas Pokok

-

Visi & Misi

-

Profil

-

Sejarah

Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda 

Letak daerah Istimewa Aceh adalah berada di ujung barat laut pulau Sumatera pada posisi 2-6 derajat lintang utara (LU) dan 95-98 derajat bujur timur. Luas wilayahya 57.365.57 km persegi (12,26 persen pulau Sumatra,3,01 persen nasional), dengan jumlah penduduk 3.787.754 jiwa (data febuari 1996), adapun secara geografis Aceh berbatas sebagai berikut: sebelah utara dengan selat malaka,sebelah selatan dengan samudra Indonesia, sebelah timur dengan Sumatra uatara, dan sebelah barat dengan samudra Indonesia.tinggi rata-rata 125 m di atas permukaan laut, curah hujan 1.000-2.000 mm mencakup 119 pulau, 39 gunung, 73 sungai dan dua danau. 

Apabila kita memperhatikan kondisi geografis Aceh tersebut memiliki prospek yang baik, dan keunggulan comparative di bandingkan daerah lain, karena letaknya itu pula, yang berada di ujung barat memiliki tingkat kerawanan yang relatife cukup tinggi yang dapat mengganggu stabilitas ipoleksosbudhankam. Di pantai barat, sebagai mana kita ketahui terdapat beberapa kepulauan seperti: kepulauan Simeuleu,kepulauan banyak dan pulau babi.sebelah utara terdapat pulau Weh, pulau Nasi dan pulau Beras. 

Selain itu aceh memiliki kekayaan alam yang sangat potensial, yang sampai saat ini hanya beberapa persen saja dieksploitasi.kekayaan alam aceh yang tersebar itu seperti sumber daya alam bahan tambang Emas dan Batu Bara terdapat di Aceh Barat, sedangkan bahan baku semen yang di olah oleh PT SAI (Lhoknga) terdapat di Aceh Besar.selain itu kekayaan alam lain seperti flora-fauna dan tumbuh-tumbuhan perkebunan juga di miliki Aceh seperti kopi,karet,pala,cengkeh coklat dan kelapa sawit yang berada di Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Besar sedangkan kekayaan fauna yaitu hewan dimiliki tersebar di Aceh. 

Sehingga tepatlah Pemda Aceh dalam rangka percepatan pemerintahan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan telah menetapkan tujuh program strategi pada pembangunan lima tahun antara lain sebagai berikut: Pertama, mengurangi jumlah penduduk miskin di Aceh. Kedua, meningkatkan perana Aceh dalam forum kerjasama IMT-GT.Ketiga, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan system manajemen pemerintah daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah tingkat 11.Keempat, meningkatkan penyertaan modal kepentingan rakyat banyak.Kelima, pembangunan prasarana daerah melalui program transportasi dan komunikasi lintas Barat - Selatan dengan lintas Utara Timur yang di kenal dengan istilah”Jarring laba-laba”.Keenam, mengembangkan keistimewaan Aceh dengan agama, pendidikan serta budaya dan adat istiadat.Dan Ketujuh, menggalang kesadaran politik rakyat melalui lembaga-lembaga ke agamaan, masyarakat dan kepemudaan. 

Apabila diperhatikan ketujuh sasaran tersebut,inti utama yang mendasari adalah poin ketiga, yaitu mempersiapkan sumber daya manusia dan system manajemen dalam system otonomi daerah tingkat II.Karna sumber daya manusia, memegang peranan penting dalam upaya mewujudkan sasaran yang akan di capai.Sebagai mana yang dikatakan Marsekal Madya (Purn) Prof Dr Ir Drs Ginanjar kartasasmita, Menteri Negara Perencanaan pembangunan Nasional/Ketua bappenas bahwa mempersiapkan SDM yang berkualitas adalah mutlak. 

RI-001 “Seulawah” 

Sejarah telah mencatat dengan tinta emas, bahwah kemuliaan rakyat Aceh bagi pejuang bangsa Indonesia tidak mungkin di lupakan. Pada tanggal 16 juni 1948,di Aceh Hotel Kutaraja, Presiden Soekarno dalam pidatonya pertama kali dalam rangka pengumpulan dana Dakota berhasil membangkitkan gelora semangat rakyat Sumatera, khususnya Aceh, sehingga dengan sepontan terbentuklah panitia dana Dakota Aceh.Dalam jamuan makan yang di selengarakan oleh para pedagang di Aceh, Presiden Soekarno berkenan menyerahkan sebuah miniature pesawat Dakota dengan harapan agar segera terwujud menjadi sebuah pesawat Dakota yang sebenarnya. 

Dalam waktu dua hari saja, sebuah panitia dana Dakota yang diketuai Djuned Jusuf dan Said Muhammad Alhabsji telah berhasil mengumpulkan uang sejumlah 130.000 Sraits Dollars dari masyarakat Aceh daerah-daerah yang dijadikan sasaran dana Dakota tersebut adalah Lampung, Bengkulu, Jambi, Pekan Baru, Bukit tinggi, Tapanuli dan Aceh. 

Setelah dana Dakota tersebut terkumpul, maka dibelilah Dakota..Auri menugaskan opsir udara II Wiweko Supono, seorang ahli teknik pesawat terbang, sebagai ketua misi pembelian.Pilihan ini di dasari oleh keahlihannya dalam bidang teknik pesawat terbang dan kedudukannya sebagai kepala Biro rencana dan Propa Ganda Auri.Opsir udara II Wiweko supono bersama dengan Opsir mudah Udara III Nurtanio pringoadisurjo ini sebelumnya telah berhasil membuat enam buah pesawat luncur jenis zogling. 

Pada tanggal 1 Agustus 1948,Djuned Jusuf dan beberapa orang Lainya menyusul ke Singapura dengan membawa uang dan 20 kg emas hasil pengumpulan dana Dakota tersebut untuk di serahkan kepada ketua misi pembelian Opsir Udara II Wiweko Supono yang telah berangkat terlebih dahulu.

 

Pesawat Dakota RI-001 Seulawah tiba di tanah air pada akhir Oktober 1948, dengan tersedianya spare parts yang cukup antara lain sebuah mesin cadangan, beberapa kebutuhan untuk perawatan seperti: minyak pelumas, acetone, thinner dan sebagainya.Semuanya itu di tempatkan di Pangkalan Udara Manguwo yang telah ditentukan sebagai home base (pangkalan induk) pesawat ini di beri nomor registrasi RI-001 sebagai nomor pesawat yang disediakan khusus bagi VIP.Untuk memberikan tanda terima kasih kepada masyarakat Aceh, maka diberi nama “Seulawah”yang artinya “Gunung Emas”. 

Pesawat RI-001 Seulawah ini merupakan salah satu pesawat terbang yang memegang peranan penting dalam proses penumpasan Indonesia Airways.Maka tepatlah apabila dipaparkan kegiatannya sebelum menjadi modal utama bagi Indonesia Airways.

Pada November 1948 pesawat ini dipergunakan oleh Wakil Presiden Drs Mohammad Hatta untuk mengadakan perjalanan keliling ke Sumatra dengan rute: Manguwo-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payahkumbuh-Manguwo di Kutaraja pesawat RI-001 Seulawah ini disambut dengan meriah dan kedatangannya merupakan bukti bagi masyarakat Aceh akan hasil sumbanganya. Sekarang pesawat RI-001 Seulawah dapat dilihat di lapangan Blang Padang Banda Aceh.

Pangkalan TNI AU

Pangkalan TNI AU tentunya berbeda dengan Bandara Sultan Iskandar Muda, dimana Bandara aktivitasnya secara aktif melayani penumpang yang menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia Airways (GIA) dan penerbangan pelangi (Malaysia) secara regular.Sedangkan Pangkalan TNI AU ditunjukan kekuatan untuk pengamanan terpadu guna mendukung stabilitas dan meningkatkan kekuatan, kemampuan yang ada.Selain itu juga sebagai sarana dan prasarana yang akan disiapkan guna mendukung kepentingan ABRI khususnya TNI AU.Namun letak Pangkalan TNI AU adalah satu lokasi dengan Bandara Sultan Iskandar Muda yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.Peresmian Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda pada tanggal 25 Mei 1996 dilakukan oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Sutria Tubagus didampingi oleh Gubernur Daerah Istimewah Aceh Prof Dr Syamsuddin Mahmud.Menurut Kasau Pembangunan Lanud Sultan Iskandar Muda ini berkaitan dengan kurang memadainya Lanud Medan yang selama ini di gunakan sebagai Pangkalan Operasi guna menanggulangi permasalahan yang muncul dikawasan barat Indonesia khususnya Sumatra Utara.Dijelaskan pula, kurangnya peranan Lanud Medan tersebut erat kaitanya dengan semakin komplek dan meningkatnya kerawanan serta ancaman yang muncul dikawasan tersebut, sehingga diperlukan Pangkalan Operasi yang mampu menjawab permasalahan dimaksud secara cepat dan tepat. 

“Saya berharap dengan diresmikannya Lanud Sultan Iskandar Muda ini akan membawa unsur kekuatan pengamanan dan pengawalan Dirgantara Nasional khususnya yang menyangkut pengamanan yuridiksi Nasional kawasan Barat Indonesia yang memiliki beberapa obyek vital Nasional ujar Kasau. 

Dijajaran TNI AU khususnya Koopsau I, Lanud Sultan Iskandar Muda merupakan Lanud yang ke 14, termasuk dalam Lanud type C dengan komandan berpangkat Letkol, masuk Wilayah Kabupaten Aceh Besar.Keberadaan Lanud Sultan Iskandar Muda sendiri sebenarnya sudah cukup lama, yaitu dalam bentuk Detasemen dan termasuk dalam Detasemen TNI AU Blang Bintang. 

Sedangkan nama Sultan Iskandar Muda bagi masyarakat Aceh tentunya sudah dikenal.Iskandar merupakan seorang raja yang arif, bijak sana dan berhasil mengembangkan kerajaannya sehingga menjadi besar dan disegani oleh Negara manapun, Ia adalah seorang negarawan yang cakap, diplomat yang ulung, ahli strategi dan filsafat sehingga Sultan Iskandar Muda ini harum namanya, iya memegang dua filsafat: Pertama kemajuan suatu Negara bergantung kepada kemajuan ekonominya, Kedua siapa kuat hidup siapa lemah tengelam. 

Pada masa-masa kepemimpinannya, kerajaanya subur makmur dan kuat serta rakyatnya taat menjalankan agama Islam.ia sendiri di kenal sangat taat menjalankan agama Islam.masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda ,1016 – 1045 H (1607 – 1636 M ) yang kemudian diganti oleh Sultan Iskandar Thani, 1045 – 1050 (1636 – 1641 M ) untuk menghargai jasa-jasanya Pemda Aceh mengabadikannya pada Bandara dan Pangkalan TNI AU. 

Keberadaan pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda di Aceh ini sangat dituntut,mengingat perkembagan zaman yang senantiasa berubah.Tugas pokok TNI AU adalah: Pertama mempertahankan wilayah Dirgantara Nasional dan penegak hukum di Udara bersama-sama dengan segenap komponen pertahanan keamanan Negara lainya. Kedua mengembangkan potensi Nasional menjadi kekuatan pertahanan keamanan Negara didirgantara. Dan ketiga mengamankan dan menyukseskan perjuangan bangsa dalam mengisi kemerdekaan serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

Sebagaimana kita ketahui, bentuk tata dunia pasca perang dingin belum sepenuhnya jelas.Banyak pengamat meramalkan banyak politik dan keamanan baik dikawasan pasifik maupun dunia akan ditandai dengan ketidak pastian dan ketidak stabilan.Demikian pula kaitan-kaitan strategi dan keamanan telah berkembang diantara Asia timur dan Asia tengara, sehingga arti kawasan Asia pasifik yang semakin penting dalam perkembangan ekonomi dunia dan isu konflik akan mudah tersulut. 

TNI AU sebagai ujung tombak pertahanan dan keamanan Negara, dituntut harus mampu beroperasi siang dan malam dalam segala cuaca serta memiliki alat utama system persenjataan (alutsista) yang mampu menghasilkan daya penghancur yang tinggi dengan perkenaan yang akurat karna TNI AU dengan kualitas seperti ini yang kita perlukan saat ini, guna memberi jamin command and control of air space. 

Modal utama yang melahirkan TNI adalah semangat juang dan kerelaan berkorban hanya dengan pesawat tua TNI AU telah menunjukan kekuatan perjuangan bangsa kita di Udara juga dengan komunikasi jarak jauh kita dapat menyatukan perjuangan gerilnya didalam negeri dengan diplomasi diluar negeri.Dalam setengah abat usianya, TNI AU telah berhasil tumbuh berkembang dan makin kukuh , tegar juga tidak pernah absen dalam menjalankan tugas mempertahankan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 demikian amanat Presiden Soeharto selaku irup pada upacara memperingati hari TNI AU ke-50 ,9 April 1996 di Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HUT

Lanud Sultan Iskandar Muda

 

 

Gubernur Aceh samsudin mahmud mengharapkan agar Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh dapat dijadikan sebagai benteng pertahanan Udara yang mampu menangkal dan menghalau setiap seragam musuh yang datang dari arah Barat.Untuk itu, Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda perlu diperkuat dengan berbagai fasilitas yang diperlukan.

 

Harapan Gubernur Aceh itu disampaikan kepada Panglima Operasi TNI AU I Marsekal Muda Purnomo Sidhi yang hadir menyaksikan latian Strategis TNI AU di lapangan tembak Pangkalan Udara SIM dikawasan Sare, Aceh Besar.

 

Apa yang dikatakan Gubernur Aceh tersebut sangat beralasan mengigat semakin komplek dan meningkatnya kerawanan serta ancaman yang muncul dikawasan Barat Indonesia khususnya Sumatra Utara.sehingga diperlukan sebuah Pangkalan Oprasi yang mampu menjawab permasalahan secara cepat dan tepat.Selain itu, bentuk tata dunia pasca perang dinggin belum sepenuhnya jelas karna kondisi politik dan keamanan, baik dikawasan pasifik maupun dunia cendrung ditandai dengan ketidak pastian dan ketidak stabilan.

 

“Saya berharap dengan diresmikannya Lanud Sultan Iskandar Muda ini akan menambahkan unsur kekuatan pengamanan dan pengawalan Dirgantara Nasional, khususnya yang menyangkut pengamanan wilayah yuridiksi Nasional kawasan barat Indonesia, yang memiliki beberapa objek vital nasional”, Demikianlah harapan Kasau Marsekal Madya Sutria Tubagus pada saat meresmikan Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda pada tanggal 25 Mei 1996.

 

Dengan tidak terasa pula keberadaan Lanud SIM di tengah-tengah masyarakat Aceh sudah satu tahun.selain itu masyarakat Aceh sendiri tidak banyak mengetahui aktifitas yang telah dilakukan dan akan diproyeksikan Lanud Sultan Iskandar Muda ini.Masyarakat Aceh sangat berharap dengan keberadaan Lanud SIM ini dapat memberikan kontribusi rasa aman dan nyaman disegala bidang,baik pertahanan, keamanan, politik sosial, mobilitas ekonomi pendidikan, kebudayaan maupun dalam bidang regilius.

 

Sejarah membuktikan bahwa sejarah pantai Aceh mulai dari Krueng Raya sampe ke Ulee Lhueu, Banda Aceh, dulu dijadikan basis pendaratan Militer asing, baik itu dari tentara Portugis, Belanda maupun Jepang.akan tetapi, kitapun kagum terhadap perjuangan rakyat Aceh yang terkenal gigih dan berani dalam mengusir masuknya penjajah kedaerah ini, sampai sekarang masi bisa dilihat lewat beberapa bukti, seperti benteng Indra patra, benteng inong bale dan benteng keumalahayati.

Secara umum propinsi daerah Istimewah Aceh dibentuk dengan UU nomor 24 tahun 1956 ,terletak diujung barat laut pulau Sumatra, pada posisi 2-6 derajat lintang Utara dan 95-98 barat ujung timur, dengan luas Wilayah 57.365.57 km persegi (12,26 persen pulau Sumatra ,3,01 persen Nasional jumblah penduduk 3.902.600) Data maret 1997.pada ahir pelita VI diharapkan pendapatan perkapita Aceh mencapai Rp 2,650.000. adapun secara geografis Aceh berbatasan sebagai berikut: sebelah Utara dengan Selat Malaka, sebelah selatan dengan Samudra Indonesia, sebelah Timur dengan Sumatra Utara, dan sebelah Barat dengan samudra Indonesia.

Keberadaan Lanud Sultan Iskandar Muda telah menambah unsur kekuatan dalam pelaksanaan operasi keamanan dalam negeri (Kamdagri) bersama-sama dengan komponen pertahanan keamanan lainya, kemudian langsung atau tidak langsung telah memberikan kontribusi yang diperlukan masyarakan Aceh dalam menumbuhkan rasa aman dan tentram terhadap ganguan, karna keberadaan Lanud Sultan Iskandar Muda telah terintegrasi dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Berawal dari Lhoknga

Mata rantai lapangan udara (Lanud) di Aceh adalah dimulai dari Pangkalan Udara Detasemen Lhoknga yang merupakan peninggalan Belanda yang sekarang menjadi lapangan golf.Keberadaan pangkalan Udara di Lhokngah pada saat itu cukup strategis dan mendukung perjuangan Bangsa Indonesia era revolusi, baik merebut maupun mempertahankan kemerdekaan.

Pada tahun 1945, setelah Jepang kalah dengan sekutu segera dikumandangkan proklamasi oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama rakyat Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.Gemah proklamasi disambut oleh seluruh rakyat.Rakyat Aceh segera membentuk laskar dan merebut semua senjata Jepang yang belum sempat diserakan kepada sekutu,karna sekutu tidak pernah masuk ke Aceh, tanggal 12 November 1946 didirikat Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) di pusatkan di ibu kota Aceh (Koetaradja), anggota staf saat itu hanya 4 orang kemudian ditambah dengan personil yang datang dari yogyakarta, Jambi dan Bukit Tingggi sehingga jumlahnya mencapai 17 orang.

Tugas Auri utama saat itu adalah menginvestarisir peninggalan Jepang yang berkaitan dengan kendaraan di lapangan Udara Lhok semawe dan Blang BIntang, baik pesawat terbang elektronika maupun fasilitas perubahan serta gudang dan hanggar, pada tahun 1947 presiden RI Soekarno datang ke koetaradja Banda Aceh untuk mengobarkan semangat pejuang, Presiden mengharapkan partisipasi rakyat Aceh dalam perjuangan. Antara lain rakyat Aceh mengumpulkan emas untuk diserahkan kepada pemerintah kemudian dibeli pesawat terbang C-47 Dakota yang diberi nama Seulawah (Gunung emas) dengan registrasi 001.

Pada saat itu panitia dana Dakota yang diketahui Djuned Jusuf dan Said Muhammad Alhabsji, telah berhasil mengumpulkan uang sejumlah 130.000 straits Dollars dari masyarakat Aceh, selanjutnya pesawat yang telah dimiliki ini beroperasi di Ranggoon Binna (Myanmar), kemudian dibawa ke Indonesia melalui Pekanbaru-Jambi dan terus ke Maguwo.

Tahun 1958 Pangkalan pindah ke Sabang (Pulau Weh) menjadi Pangkalan Detasemen AURI Sabang.pada tahun 1962 di Banda Aceh dibuka perwakilan Detaseman Udara Sabang berlokasi di Blang Bintang, Tahun 1995 berubah menjadi Detasemen Blang Bintang dan tanggal 25 Mei 1996 diresmikan menjadi Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda dilakukan oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Sutria Tubagus didamping oleh Gubernur Aceh Profesor DR.Samsudin Mahmud dijajaran TNI Angkatan Udara khususnya Koopsau I Lanud Sulta Iskandar Muda merupakan Lanud yang ke 14, termasuk dalam Lanud tipe C dengan komandan berpangkat Letkol.

Selama kehadiran Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda di wilayah Aceh, telah dapat mengobtimalkan kemampuan setiap operasi TNI AU.terutama dalam meningkatkan, memantapkan komando dan pengendalian serta mempermudah jaringan komunikasi serta koordinasi dengan berbagai pihak dan satuan terkait.aktifasi Lanud Sultan iskandar Muda relative padat seperti: Operasi Pelangi Nusantara, Operasi Rencong Terbang, Latihan Perkasa, Latihan Indopura, Latihan Tertuka, Latihan Jalak Sakti dan Latihan Operasi Udara strategis halau bertempat di Sare, Silimum, Aceh Besar.

Sare merupakan lokasi sasaran penggempuran atau AWR (Air Weapon Range) dengan luas 600 ha disumbangkan pada tahun 1993 oleh Pemda Aceh dalam bentuk hibah kepada Koopsau I.AWR Sare yang letaknya dikaki sebelah utara Gunung Seulawah, merupakan milik TNI AU yang sangat strategis karena letaknya di ujung paling Barat Indonesia.lokasi ini sangat baik untuk melatih kemampuan Pilot Pilot dan Pesawat Pesawat TNI AU.Lokasi Sare lebih strategis dari lapangan tembak Siabu di Pekan Baru.

Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda di proeksikan dari tipe C menjadi tipe B, sehingga Pangkalan Udara ini akan menjadi basis pertahanan udara yang handal di kawasan ujung wilayah Indonesia.Apabila Lanud SIM telah berubah menjadi tipe B, maka akan dipimpim seorang Kolonel, untuk itulah kini berbagai pasilitas pendukung terus dibangun.untuk tahun mendatang sudah direncanakan pembangunan satuan Tehnik, termasuk pembekalan dan pembangunan hanggar.Nantinya akan dilengkapi dengan satuan Skandron Udara yang siap mengamankan ujung barat Indonesia.

Walaupun baru tahap awal, keberadaan Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda sudah dapat dirasakan manfaatnya.Stabilitas keamanan di Aceh dan sekitarnya terkendali, pemunculan lasaex dalam pendeteksian Radar Satrad 209 menurun.Kegiatan nelayan di sekitar Banda Aceh lebih aman.Sebelum adanya Lanud Sultan Iskandar Muda pemunculan lasaex dalam pendeteksian Satrad 209 relatif cukup banyak adanya blac fiht (penerangan gelap) diwilayah ini.

Asia Pasifik.

Berakhirnya perang dingin telah menghapus polarisasi dua blok kawasan Asia Fasifik.Banyak konfrontasi Militer antara dua Negara, Adidaya juga telah hilang seiring dengan berkurangnya kehadiran Militer Amerika Serikat dan ditarik mundurnya kekuatan Militer bekas Uni soviet dari kawasan ini.akan tetapi, ironisnya tidak seperti di Eropa dan Amerika dimana berakhirnya persaingan Timur Barat dibarengi dengan munculnya tekanan tekanan tentang perlunya pengurangan anggaran Militer dan tuntutan akan keuntungan dari suatu perdamaian (Peacee dividend).Di Asia Pasifik terjadi perkembangan yang sebaliknya.

Dalam beberapa tahun terakhir terutama sejak akhir tahun 1980 an anggaran Militer Asia Pasifik meningkat tajam.Taiwan, beberapa waktu lalu membeli sekitar 150 Pesawat Tempur F16 dari AS dan 60 mirage dari Perancis.Sementara Cina telah memperkuat Angkatan Udaranya dengan 72 SU-27 dan 24 Mig-31 dan sekitar 1500 Pesawat tempur baru akan digelar oleh Negara Negara Asia Timur, dengan perincian Cina 550 Pesawat, Jepang 400, Taiwan 466 dan Korea Selatan 170.

Untuk kawasan Asia Tenggara, dalam dasawarsa 1990 an ini diperkirakan akan menambah kekuatan Udara mereka dengan 300 Pesawat Tempur.Diperkirakan Negara Negara di kawasan Asia Pasifik akan terdapat sekitar 3000 Pesawat Tempur baru.Sehingga tepatlah apabila pasilitas di Lanud Sultan Iskandar Muda ini segera di prirotaskan, mengingat perkembangan Internasional menuntut demikian.

Selain itu keberadaan Lanud Sultan Iskandar Muda sangat rawan terhadap ancaman dan berada dalam posisi sulit.Hal itu karena dislokasi Lanud ini berada pada pertahanan wilayah Barat Indonesia.Dalam hal ini, kitapun patut menyadari akan kecil anggaran pertahanan keamanan yang dimiliki Indonesia, namun demikian Pemda Aceh sangat bijaksana dan selalu mendukung percepatan pembangunan Lanud Sultan Iskandar Muda.

Menurut sejarah, Masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, 1016-1045 H(1607-1636 M), memiliki pertahanan yang tangguh dan sukar dihancurkan oleh Negara manapun.Sehingga nama Sultan Iskandar Muda pada waktu itu disegani dan diakui akan keberhasilannya dalam memimpin pemerintahannya.Dan kini nama itu disandang oleh Pangkalan TNI AU.

Sejalan dengan pesatnya pembangunan Nasional yang diwarnai oleh perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan tantangan berat yang harus dihadapi TNI AU untuk menjaga dan mengamankan wilyah Dirgantara, untuk mencapai tugas itu, diperlukan Angkatan Udara yang kuat dan modern, untuk itulah TNI AU terus melakukan pembangunan sehingga terwujud postur kekuatan penangkal yang profesioanal, Efektif, Efesien dan modern.

TNI AU telah tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan yang handal sebagai pertahanan keamanan melindungi wilayah Udara Nasional.”Apa yang telah dicapai TNI AU saat ini tidak dapat dipisahkan dari pertahanan dan jasa pejuang pelopor dari putra putri terbaik TNI AU terdahulu yang secara tulus dan ikhlas telah memberikan darma baktinya”Pesan Kasau pada upacara HUT TNI AU ke 51, 9 April 1996.

TNI AU sebagai ujung tombak pertahanan dan keamanan Negara, dituntut harus mampu beroperasi siang dan malam dalam segala cuaca.Tugas pokok TNI AU adalah: Pertama, mempertahankan wilyah Dirgantara Nasioanal dan Penegak Hukum di Udara bersama sama dengan segenap komponen pertahanan keamanan Negara lainnya.Kedua, mengembangkan potensi Nasional menjadi kekuatan pertahanan kemanan Negara di Dirgantara. Ketiga, mengamankan dan menyukseskan perjuangan bangsa dalam mengisi kemerdekaan serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Dirgahayu Daerah Istimewa Aceh dan Dirgahayu Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda.

Komandan

-

_________________________________________________________________________

 

follow-us

VIDEO