BUKU TAMU

Anggi
Salam sejahtera, Apakah menjadi militer atau tentara indentik dengan lulusan SMA, apakah lulusan SMP boleh ikut mendaftar atau tid...
Agyl Costa Rachmauli
Asalamu'alaikum Wr. Wb. Saya mahasiswa semester IV jurusan Teknik Elektro, apabila menjadi Perwira Prajurit Karier TNI AU, ak...
Rian Eza
Pak, untuk pengisian surat pendaftaran dan daftar riwayat hidup diisi menggunakan tinta warna apa ya? Mohon jawabannya. Terim...
Dian Bagus
Bagaimana cara mendapatkan surat persetujuan/ijin orang tua, surat pernyataan belum pernah menikah dan kesanggupan tidak akan meni...
Tito Sudrajat
Ass., salam hormat, Kalau SKHUN SMP hilang ingin mendaftar Pa PK TNI, apakah bisa atau tidak ? Saya sudah meminta surat kehilangan...
Frans
Pak, kelahiran tanggal 28 Maret 1992, apakah masih bisa mendaftar calon Bintara PK TNI AU ?
Tio Kory Megantara
Saya ingin mendaftar online calon Karbol AAU Tahun 2014, namun pada form isian batas lulusan tahun 2012 sedangkan saya lulusan tah...
Brian Pratama
Assalamualaikum Wr. Wb. Untuk pengisian surat pendaftaran dan daftar riwayat hidup pada saat pemanggilan calon Taruna/Taruni. Apak...
Anditia Danang Kusuma Aburisman
Assalamu'alaikum Apabila mendaftar calon Taruna AAU secara online, di formnya terdapat data nilai rata-rata dan di data nilai rata...
Nur Tri
Assalamualaikum,   Untuk persyaratan pendaftaran calon Taruna AAU dengan daftar riwayat hidup merupakan formulir dari dinas,...
Rudol
Salam hormat. Saya bertempat tinggal di Pematang Siantar, nomor telepon berapa yang bisa dihubungi untuk pendaftaran di daerah Pem...
Agus Supriatna
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya kelas 3 SMA ingin mendaftar calon Karbol, apakah selama proses pendidikan tersebut dipunggut biaya a...
Rajaa
Assalamualaikum Wr. Wb. Apakah pada waktu pemanggilan dengan membawa dokumen ijazah, akte, dll. difotocopi harus dilegalisir juga...
Hozin Muarif
Berapa nomor telepon kantor Pomau Lanud Surabaya, mohon dibalas.
Puri
Pagi. Apakah ada penerimaan calon Bintara PK Wanita TNI AU Gelombang 2 untuk tahun ini? terima kasih.

Sejarah TNI Angkatan Udara

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara, maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Peristiwa Kedua, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta itu, bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.

Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk, yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000, di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurachman Saleh beserta istri-istri mereka.

PESAWAT MERAH PUTIH PERTAMA

Hari itu 27 Oktober 1945, sehari menjelang peringatan 17 tahun Sumpah Pemuda, di Pangkalan Maguwo, Yogyakarta terlihat ada kesibukan. Nampak para teknisi sedang berada di sekitar sebuah pesawat Cureng yang bertanda bulat Merah Putih, mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah penerbangan yang direncanakan. Mereka menginginkan sebuah pesawat Merah Putih terbang hari itu, untuk membangkitkan Sumpah Pemuda.

Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Adi, adalah satu-satunya penerbang Indonesia yang berada di Pangkalan Maguwo. Hari itu, Pak Adi akan terbang bersama Cureng Merah Putih. Upaya itu membawa hasil.

Pak Adi membawa terbang Pesawat Cureng Merah Putih tersebut berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah. Itulah awal mula sebuah pesawat Indonesia bertanda Merah Putih terbang di angkasa Indonesia yang merdeka.

KSAU DARI MASA KE MASA

Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma
Laksamana Udara
Soerjadi Soerjadarma
9/04/1946 - 19/01/1962
Laksamana Madya
Omar Dani
19/01/1962 - 24/11/1965
Laksamana Muda
Sri Mulyono Herlambang
27/11/1965 - 31/03/1966
Laksamana Udara
Roesmin Noerjadin
31/03/1966 - 10/11/1969
 Marsekal TNI
Soewoto Sukendar
10/11/1969 - 28/03/1973
 Marsekal TNI
Saleh Basarah
28/03/1973 - 4/06/1977
Marsekal TNI
Ashadi Tjahyadi
4/06/1977 - 26/11/1982
Marsekal TNI
Soekardi
26/11/1982 - 11/04/1986
Marsekal TNI
Oetomo
11/04/1986 - 1/03/1990
Marsekal TNI
Siboen Dipoatmodjo
1/03/1990 - 23/03/1993
Marsekal TNI
Rilo Pambudi
23/03/1993 - 15/03/1996
Marsekal TNI
Sutria Tubagus
15/03/1996 - 3/07/1998
Marsekal TNI
Hanafie Asnan
3/07/1998 - 25/04/2002
Marsekal TNI
Chappy Hakim
25/04/2002 - 23/02/2005
Marsekal TNI
Djoko Suyanto
23/02/2005 - 15/02/2006

Marsekal TNI
Herman Prayitno
15/02/2006 - 28/12/2007

 Marsekal TNI
Subandrio
28/12/2007 - 9/11/2009
  Marsekal TNI
Imam Sufaat
9/11/2009 - Sekarang
   
 Marsekal TNI
I.B. Putu Dunia
17/12/2012 - Sekarang
   

 

VIDEO