BUKU TAMU

Mochamad Akhbar
Selamat Pagi, Apakah lulusan jurusan Akuntansi bisa mengikuti pendaftaran Bintara PK TNI AU 2015 pada bulan September Pak ? terima...
Oni Setiawan
Apakah lulusan D.4 bisa mengikuti pendaftaran Perwira PK TNI Pak ?
Puput Meinis
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apakah kondisi gigi dan mata yang normal dan sehat, juga berlaku bagi peserta seleksi Perwira PK TNI lulu...
Rosa Rosyadan
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apakah pendaftaran Tamtama PK TNI AU masih dibuka ? terima kasih.
Ryan Hadi Ray Sense
Selamat Pagi Pak. Apakah lulusan SMK Teknik Sepeda Motor bisa mengikuti pendaftaran Taruna Akademi TNI TA 2015 ? dan apakah m...
Fathoni
Salam Bapak/Ibu, Apakah ada penerimaan PNS TNI AU bulan mei 2015 ? di mana saya dapat mengetahui syarat dan prosedurnya ? ter...
Yadi
Selamat pagi Pak. Apakah Indonesia mengadakan wajib militer ? saya ingin mengikuti wajib militer, terima kasih.
Stefano
Selamat malam, Apakah ada kesempatan bagi lulusan S.2 Ekonomi, umur 30 tahun, untuk bergabung mengikuti pendidikan PSDP Penerbang...
Eka Prasetia Nugraha
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Menanyakan informasi pendaftaran bagi lulusan S.1 menjadi Perwira dan alamat website pendaftara...
Pujiasih
Selamat malam. Apakah lulusan SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan bisa mengikuti pendaftaran prajurit TNI AU pak ? terima kas...
Mikail Abdurrozaq Dzulkaromi
Selamat malam Pak, Tanggal berapa pendaftaran Perwira PSDP Penerbang TNI untuk lulusan SMA tahun 2014-2015 ? dan ba...
Anna Massie
Selamat siang Bapak/Ibu Admin, Apakah waktu pendaftaran rekrutmen dapat diperpanjang lagi ? terima kasih, salam, Anna.
Sidik
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apakah lulusan jurusan Psikologi Universitas Negeri Makassar dengan akreditasi program stu...
Osman
Selamat malam, Kapan ya pendaftaran Tamtama PK TNI AU Gelombang II ? terima kasih.
Deni Kurnia Yudantata
Pak, untuk pendaftaran prajurit TNI AU terakhir pada tanggal dan bulan apa, dengan persyaratannya apa saja, terima kasih.

Pesawat Jet Tempur T-50 Golden Eagle Pertama Buatan Indonesia

Kita Pasti sering berfikir, dengan semua kapasitas dan teknologi yang dimiliki, kenapa sampai sekarang Indonesia belum dapat membuat Jet tempur sendiri? Akhirnya PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang berkerja sama dengan Korea Selatan telah siap mengerjakan proyek pengembangan model pesawat tempur T-50 Golden Eagle senilai US$8 miliar.

Dari sumber berita yang beredar saat ini, Direktur Integrasi Pesawat PT DI Budiwuraskito mengemukakan sejumlah sarana dan prasarana yang dimiliki badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mampu mengerjakan pesawat tempur sejenis T-50 Golden Eagle yang merupakan pengembangan pesawat oleh Korea Selatan-Amerika Serikat. “Kalau memroduksi sendiri [pesawat tempur] belum bisa, tetapi kalau bergabung dengan Korea Selatan bisa terlaksana,” katanya.

PT DI memiliki pengalaman dalam bidang kualifikasi dan sertifikasi dalam memproduksi pesawat-pesawat terbaik yang berkecepatan rendah seperti CN-235. Sementara itu, Korea Selatan berpengalaman dalam memroduksi pesawat berkecepatan tinggi atau melebihi kecepatan suara (1 mach) T-50 Golden Eagle. “PT DI memiliki lahan, laboratorium, ruang perakitan, sumber daya manusia, dan lain-lain. Jadi sebetulnya tinggal penggabungan teknologi saja,” katanya.

Budi mengatakan pengembangan dan pembangunan model pesawat yang ditawarkan Korea Selatan baru untuk jenis tempur (fighter), sementara pengembangan model pesawat jenis lainnya seperti jenis stealth (siluman), belum masuk program.

Dia menilai kerja sama pengembangan pesawat tempur kemungkinan bisa diwujudkan pada tahun ini setelah pemerintah Korea Selatan memberikan lampu hijau atas program kerja sama. “Pemerintah Korea Selatan tinggal menunggu persetujuan parlemennya dalam program pengembangan pesawat ini,” katanya.

Di bidang penguasaan teknologi pesawat terbang, Indonesia telah terkenal sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri. Walaupun di bidang pemasaran produksi pesawatnya sendiri harus kita akui cuma masih kalah dalam mengembangkan dan memasarkannya ke seluruh dunia.

Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, beberapa negara mulai mengalihkan perhatiannya ke pesawat buatan Indonesia, sebut saja Malaysia, Pakistan, UAE, Philipina, dan Korea Utara, serta beberapa negara lainnya. CN-235 tampaknya akan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas di beberapa tahun kedepan setelah lebih banyak negara yang sadar akan kehandalannya. Malaysia sendiri berencana memesan 4 pesawat tambahan untuk menambah jumlah pesawat CN-235 yang sudah mereka miliki.

spesifikasi T- 50 Golden Eagle:

Karakteristik umum

* Kru: 2
* Panjang: 42 ft 7 in (12.98 m)
* Lebar sayap: 30 ft 1 in (9.17 m)
* Tinggi: 15 ft 8.25 in (4.78 m)
* Berat kosong: 14,200 lb (6,441 kg)
* Berat maksimum lepas landas: 26,400 lb (11,985 kg)
* Mesin: 1× General Electric F404 afterburning turbofan
o Dorongan kering: 11,925 lbf (53.07 kN)
o Dorongan dengan afterburner: 17,775 lbf (79.1 kN)

Performa

* Kecepatan maksimum: Mach 1.4
* Jarak jangkau: 1,150 mi ()
* Batas tertinggi servis: 48,000 ft (14,630 m)

Persenjataan

* Guns: 1× M61A1 Vulcan 20 mm Gatling gun
* Rockets: LAU-3/68
* Missiles:
o Air-to-air: 2× AIM-9 Sidewinder
o Air-to-ground: 6× AGM-65 Maverick
* Bombs: 5× CBU-58 cluster, 9× Mk 82, 3× Mk 83/MK 84, and 9× Mk 20.

 

follow-us

VIDEO