BUKU TAMU

Barista Geoinformatik
Selamat siang. Mohon bantuan alamat kantor Dinas Survei dan Pemotretan Udara (Dissurpotrudau) TNI AU Halim Perdanakusuma, atas ban...
Mikail Abdurrozaq Dzulakromi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Setelah daftar online dan cetak form, apakah langsung daftar ulang sebelum akhir pendaftaran ? atau...
Putri Anita
Setelah daftar online, apakah bisa daftar ulang di Lanud yang sudah ditentukan lewat batas akhir tanggal daftar Bintara PK TNI AU...
Eka Sujati
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apakah mendaftar Bintara PK TNI AU melampirkan SKCK ? saat saya daftar oline dan cetak formulir pendaftar...
Haekal
Saya lulusan SMA Jurusan IPS sedang sekolah penerbangan, apakah bisa mendaftar menjadi Penerbang TNI AU atau ada korps lain Pak ?
Ias
Pak, kalau hari ini saya mendaftar online apakah boleh, menyerahkan berkas dua hari berikutnya ? mohon dibalas ya Pak.
Muh. Haruna
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana contoh surat permohonan menjadi Bintara PK TNI AU ?
Nellyandre F.
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Untuk persyaratan sehat jasmani dan rohani, apakah perlu melampirkan surat keterangan sehat dan bebas Nar...
Landy Ltc
Untuk pendaftaran Bintara PK TNI AU, apakah akte kelahiran dilegalisir juga ? bagaimana jika tempat tinggal berbeda dengan tempat...
Niken Pratiwi
Selamat pagi, Berapa nomor kontak yang bisa hubungi untuk outing bersama TNI AU di Lanud Husein Sastranegara ?, seperti yang saya...
Mary
Informasi dari website, Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdul Rachman Saleh menerima masyarakat umum yang ingin berkunjung, mohon inf...
Fitria Febriani
Assalamualaikum Wr. Wb. Apakah pengisian nilai rata-rata pendaftaran online itu, gabungan dari nilai UN dengan nilai yang ada...
Irma J.
Selamat siang.. Kapan penerimaan Perwira PK TNI dan PNS TNI AU untuk lulusan S1 Fakultas Peternakan, akredetasi A ? terima ka...
Hikma Nurhasanah
Salam, Apakah menjadi prajurit TNI AU dikenakan biaya ? dan untuk perempuan, posisi apa yang ada ? terima kasih.
Ria Resi
Apakah tidak ada toleransi untuk mata minus, bisa diterima menjadi TNI AU ? terima kasih.

Pesawat Jet Tempur T-50 Golden Eagle Pertama Buatan Indonesia

Kita Pasti sering berfikir, dengan semua kapasitas dan teknologi yang dimiliki, kenapa sampai sekarang Indonesia belum dapat membuat Jet tempur sendiri? Akhirnya PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang berkerja sama dengan Korea Selatan telah siap mengerjakan proyek pengembangan model pesawat tempur T-50 Golden Eagle senilai US$8 miliar.

Dari sumber berita yang beredar saat ini, Direktur Integrasi Pesawat PT DI Budiwuraskito mengemukakan sejumlah sarana dan prasarana yang dimiliki badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mampu mengerjakan pesawat tempur sejenis T-50 Golden Eagle yang merupakan pengembangan pesawat oleh Korea Selatan-Amerika Serikat. “Kalau memroduksi sendiri [pesawat tempur] belum bisa, tetapi kalau bergabung dengan Korea Selatan bisa terlaksana,” katanya.

PT DI memiliki pengalaman dalam bidang kualifikasi dan sertifikasi dalam memproduksi pesawat-pesawat terbaik yang berkecepatan rendah seperti CN-235. Sementara itu, Korea Selatan berpengalaman dalam memroduksi pesawat berkecepatan tinggi atau melebihi kecepatan suara (1 mach) T-50 Golden Eagle. “PT DI memiliki lahan, laboratorium, ruang perakitan, sumber daya manusia, dan lain-lain. Jadi sebetulnya tinggal penggabungan teknologi saja,” katanya.

Budi mengatakan pengembangan dan pembangunan model pesawat yang ditawarkan Korea Selatan baru untuk jenis tempur (fighter), sementara pengembangan model pesawat jenis lainnya seperti jenis stealth (siluman), belum masuk program.

Dia menilai kerja sama pengembangan pesawat tempur kemungkinan bisa diwujudkan pada tahun ini setelah pemerintah Korea Selatan memberikan lampu hijau atas program kerja sama. “Pemerintah Korea Selatan tinggal menunggu persetujuan parlemennya dalam program pengembangan pesawat ini,” katanya.

Di bidang penguasaan teknologi pesawat terbang, Indonesia telah terkenal sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri. Walaupun di bidang pemasaran produksi pesawatnya sendiri harus kita akui cuma masih kalah dalam mengembangkan dan memasarkannya ke seluruh dunia.

Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, beberapa negara mulai mengalihkan perhatiannya ke pesawat buatan Indonesia, sebut saja Malaysia, Pakistan, UAE, Philipina, dan Korea Utara, serta beberapa negara lainnya. CN-235 tampaknya akan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas di beberapa tahun kedepan setelah lebih banyak negara yang sadar akan kehandalannya. Malaysia sendiri berencana memesan 4 pesawat tambahan untuk menambah jumlah pesawat CN-235 yang sudah mereka miliki.

spesifikasi T- 50 Golden Eagle:

Karakteristik umum

* Kru: 2
* Panjang: 42 ft 7 in (12.98 m)
* Lebar sayap: 30 ft 1 in (9.17 m)
* Tinggi: 15 ft 8.25 in (4.78 m)
* Berat kosong: 14,200 lb (6,441 kg)
* Berat maksimum lepas landas: 26,400 lb (11,985 kg)
* Mesin: 1× General Electric F404 afterburning turbofan
o Dorongan kering: 11,925 lbf (53.07 kN)
o Dorongan dengan afterburner: 17,775 lbf (79.1 kN)

Performa

* Kecepatan maksimum: Mach 1.4
* Jarak jangkau: 1,150 mi ()
* Batas tertinggi servis: 48,000 ft (14,630 m)

Persenjataan

* Guns: 1× M61A1 Vulcan 20 mm Gatling gun
* Rockets: LAU-3/68
* Missiles:
o Air-to-air: 2× AIM-9 Sidewinder
o Air-to-ground: 6× AGM-65 Maverick
* Bombs: 5× CBU-58 cluster, 9× Mk 82, 3× Mk 83/MK 84, and 9× Mk 20.

 

follow-us

VIDEO