BUKU TAMU

David Ryan
Persyaratan pendaftaran calon Taruna AAU melampirkan foto kopi daftar nilai kolektif yang telah dilegalisasi dan buku raport asli...
David Ryan
Bagaimana dengan surat persetujuan/Ijin orang tua/wali yang diketahui oleh kepala desa/lurah setempat, surat pernyataan belum per...
Taufan Gumilang Amirudin
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Untuk test administrasi apa saja persyaratannya ? apakah harus datang dengan orang tua karena terdapat su...
Nabilatan Rosyid
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya siswa SMA lulusan tahun ini, mengisi pendaftaran online Taruna AAU, pada langkah 2 "form profil...
Dian Bagus
Pak boleh minta alamat Lanud Surabaya dan RS Angkatan Udara Surabaya ? Terimakasih.
Retno Ayu Priyani
Ass. admin yang terhormat, Saya anak SMK jurusan Akuntansi lulusan tahun ini, apakah bisa mengikuti pendaftaran calon Taruni AAU ?...
Diandra Anggara P.
Assalamu'alaikum, Pak saya dari SMA jurusan IPS apakah bisa mengikuti pendaftaran calon Taruna AAU (Karbol) ?
Rizka NR
Assalamu'alaikum, Apakah pendaftaran gelombang ke 2 sudah dibuka? dan kapan waktu pelaksanaannya ?
Wahyudin
Selamat malam, Pak, kapan buka pendaftaran Bintara PK TNI AU ?
Aprian Adiframbudhi
Setelah saya membaca persyaratan pendaftaran Taruna/Taruni AAU, mengapa harus lulusan SMA jurusan IPA? apakah jurusan IPS tidak me...
Sylvia Adetari Rahmah
Asslamu'alikum Wr. Wb. Untuk pendaftaran calon Taruni melalui online bagaimana ya pak ? sedangkan di website online hanya ada Taru...
Ismail Nurhakim
Apakah ada pendaftaran untuk daerah Bali ? dan bagaimana pendaftaran onlinenya ? terima kasih.
Mega Puspitaningtyas
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kapan dilaksanakan pendaftaran CPNS, apakah tahun ini ? saya lulusan D3 Perawat Gigi Poltekkes Kemen...
Darmawan
Saya warga Yogyakarta bangga dengan TNI AU. Sering mengajak anak nonton Drumband Karbol AAU. Ingin usul bagi AAU agar dari pemain...
Asdin Amroe
Waktu pemanggilannya kapan? apakah setelah daftar ulang langsung dipanggil atau hari lain? mohon bantuannya, terima kasih.

Red Flag Nellis Latihan Perang Udara Amerika

Penulis: 
Mayor Pnb Azhar Aditama

Tertarik dengan teknologi senjata masa kini? Tertarik dengan bentuk perang udara modern? Jawabnya ada di Nellis Air Force Base, Nevada, USA, tepatnya di Red Flag, sebuah satuan di bawah USAF Warfare Centre yang merupakan sarana latihan yang bertujuan memberikan simulasi perang. Hebatnya, Red Flag mampu memberikan tantangan dan ancaman paling realistik yang disesuaikan dengan medan tempur sesungguhnya. 

USAF Warfare Centre berlokasi di Nellis Air Force Base, Las Vegas, Nevada, tepatnya berdampingan dengan pusat Casino terbesar di USA.   Pangkalan tersebut dijuluki "Home of The Fighter" yang memang berisikan beberapa skadron pesawat tempur di bawah naungan USAF Air Combat Command.   Di Nellis AFB tersebut juga terdapat kandang tim aerobatic USAF - Thunderbirds yang mereka juluki "The US Ambasador in Blue".  Ke tempat inilah saya bersama seorang rekan, Mayor Pnb Setiawan dikirim oleh TNI Angkatan Udara untuk mengikuti latihan "perang-perangan".  Mayor Pnb Setiawan adalah penerbang F-16 dari Skadron 3 Lanud Iswahyudi, sedangkan saya, penerbang Hawk 200 dari Lanud Pekanbaru. 

Setelah embargo Amerika terhadap Indonesia berakhir, ini kali pertama TNI AU mengirimkan kembali penerbang tempurnya untuk mengikuti jalannya latihan. Kami dilibatkan bersama perwira dari beberapa negara, seperti Brasil , Peru , Swedia, Yordania, dan Mesir.  Tentu saja latihan ini memberi pengalaman luar biasa buat kami. Apalagi latihan Red Flag sendiri sudah dimulai sejak lama (1975) dan telah melibatkan 28 negara seperti Israel, Perancis, Jerman, Saudi Arabia dan lain-lain.  Selain partisipan dari berbagai negara, Red Flag juga melibatkan berbagai satuan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat yang memiliki satuan udara seperti Air Combat Command, Air Reserve Guard, US Navy, US Marine, Pacific Air Force, Air Mobility Command dan US Army. 

Melibatkan 100 pesawat 

Latihan tersebut dilaksanakan empat sampai lima kali dalam setahun dan kali ini dilaksanakan pada bulan Juli 2008. Bentuk latihan yang digelar antara lain air lift, air to air, surface attack, deep interdiction, close air support, combat search and rescue, command & control, intel, surveillance & reconnaissance dan suppression of enemy air defenses.   Pada latihan ini, dilibatkan sekitar 100 pesawat tempur dan angkut, kendaraan tempur darat, dan beragai perangkat elektronika teknologi canggih. 

Keseluruhannya digelar di Nellis AFB yaitu Nevada Test and Training Range, sebuah padang gurun luas di Nevada,  tempat latihan yang di dalamnya terdapat simulasi landasan, simulasi kota, simulasi pasukan darat dengan konvoi kendaraan lapis bajanya dan sistem artileri pertahanan udara yang terintegrasi dengan sistem radarnya. Semuanya dibuat realistis, dengan perbandingan 1:1, sehingga seperti benar-benar menghadapi musuh sungguhan.  Sampai-sampai pesawat-pesawat yang di tugaskan sebagai pesawat musuh, mereka mau merubah warna pesawatnya seperti warna pesawat-pesawat buatan blok Timur. 

Yang menarik, sistem pertahanan udaranya benar-benar memiliki rudal dari darat ke udara yang dapat diluncurkan walaupun kemampuan jangkauan ketinggiannya masih tergolong aman.   Dan karena areal latihan adalah gurun pasir tak berpenghuni, tembakan dapat dilakukan tanpa khawatir mengenai sasaran yang tidak diinginkan. 

Untuk mengukur ketepatan tembakan, Red Flag memiliki sistem penilaian perkenaan yang disebut TOSS (Television Ordnance Scoring System) untuk sasaran darat dan NACTS (Nellis Air Combat Training System) untuk sasaran di udara.  Hal ini yang digunakan sebagai sarana pengkajian ulang dari berbagai bentuk latihan sehingga mendapatkan saran dan masukan untuk meningkatkan profesionalisme individu dan satuan yang akurat.   

Ancaman Luar Angkasa 

Kalau di Indonesia kita hanya mengenal tiga ancaman yaitu dari darat, laut, dan udara, maka Amerika menambahkan ancaman luar angkasa dalam sistem pertahanannya. Hal ini merupakan pengembangan perang elektronika (pernika) yang melibatkan kemampuan satelit sebagai ancaman maupun senjata perang. Jamming dari satelit terhadap kemampuan komunikasi musuh yang berwujud barrier and point defense, maupun jammer GPS dilaksanakan demikian rupa, sehingga menjadi senjata yang andal untuk melumpuhkan musuh. 

Apabila dilihat dari bentuk latihan Red Flag, memang merupakan latihan yang mengintegrasikan berbagai kekuatan yang dihadapi dengan berbagai ancaman mulai dari udara, darat dan luar angkasa sehingga sangat ideal dalam latihan simulasi kampanye militer.   Hal ini paling menarik perhatian saya karena sistem kampanye militer yang dilaksanakan sangat lengkap.  Bentuk-bentuk ancaman tersebut, disuguhkan Red Flag menjadi simulasi ancaman-ancaman yang terintegrasi berbentuk Air Aggressor, Integrated Air Defence Simulation, Opposing CSAR Aggressor, Info Ops Aggressor dan Space Aggressor. 

Dengan melihat latihan Red Flag Nellis 08-3 ini, saya dapat mengukur kemampuan sistem yang dibangun Amerika dalam melindungi negaranya.  Latihan yang hanya melibatkan  unsur udara saja telah mampu melakukan banyak hal, apalagi bila dilaksanakan operasi gabungan yang melibatkan seluruh unsur yang ada. Dan dapat pula saya bayangkan, bila Amerika melibatkan seluruh sekutunya untuk menggempur satu negara, seperti yang pernah dilakukannya di Irak.  Sungguh, betapa dasyat hasilnya. (Mayor Pnb Azhar Aditama, penerbang tempur Lanud Pekanbaru) ***Dispenau

 

VIDEO