Berita

Upacara Hari Bakti ke-72 TNI AU di Lanud El Tari

Generasi Muda Lanud El Tari Harus Memberikan Pengabdian Yang Terbaik Kepada Tni Angkatan Udara
#TNIAU 

TNI AU. Upacara dalam memperingati “Hari Berkabung AURI”, sebagai Hari Bakti TNI Angkatan Udara setiap tanggal 29 Juli merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Hari Bakti tersebut. Sebagai upaya dalam mengenang keteladanan, pengabdian dan pengorbanan para pejuang Angkatan Udara dalam membela serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bertempat di depan Hanggar Penfui Lanud El Tari Kupang, Senin (29/07/2019).

Bertindak sebagai Irup Komandan Lanud El Tari Kolonel Pnb Agus Setiawan, S.T. Turut hadir dalam kegiatan upacara peringatan Hari Bakti Ke-72 TNI Angkatan Udara, para Kadis, Dansatpomau, Dansatrad 226 Buraen, Dankipan C Yonko 466 Paskhas, para pejabat Lanud, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/D.III Lanud El Tari Ny. Betty Agus Setiawan, Ketua IKKT Satrad 226 Buraen, PIA Ardhya Garini anak ranting Kipan C Yonko 466 Paskhas dan Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara

Tema peringatan tahun ini ”Bakti Pahlawan Udara Menjadi Tonggak Sejarah, Bakti Generasi Penerus Membangun Kejayaan Angkatan Udara”. Maka, spirit Hari Bakti TNI Angkatan Udara harus dimanifestasikan dalam proses pembangunan postur kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang profesional dan modern. Kita tidak boleh lengah dan abaikan, karena tugas TNI Angkatan Udara tidak semakin ringan.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., yang dibacakan oleh Komandan Lanud El Tari Kolonel Pnb Agus Setiawan, S.T. Dalam rangka Peringatan ke-72 Hari Bakti TNI Angkatan Udara tahun 2019, menyampaikan peringatan setiap tanggal 29 juli ini bukan hanya menjadi nostalgia sejarah semata namun terus menjadi kompas moral bagi generasi penerus untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada TNI Angkatan Udara. Hari Berkabung AURI”, kita peringati adalah rangkaian peristiwa yang terjadi ketika tiga pesawat TNI Angkatan Udara mengudara dari landasan pacu Lanud Maguwo dan menyerang garis pertahanan Belanda di tiga kota, yaitu Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

dalam penyerangan, ketiga pesawat tersebut diawaki oleh kadet penerbang Mulyono dengan juru tembak Dulrachman, kadet penerbang Sutardjo Sigit dengan juru tembak Sutardjo, dan kadet penerbang Suharnoko Harbani dengan juru tembak Kaput, mereka adalah kadet-kadet sekolah penerbang TNI Angkatan Udara yang belum memiliki pangkat di pundaknya.

Lebih lanjut, serangan ini menjadi monumental karena menjadi operasi serangan udara pertama dalam sejarah TNI Angkatan Udara. Serangan ini menjadi bukti jiwa patriotisme, cinta tanah air, dan sikap anti kolonialisme dari seluruh personel Angkatan Udara atas Agresi Militer Belanda Pertama, beberapa jam pasca serangan tersebut, Belanda ternyata melancarkan serangan balasan dengan mengirim dua pesawat P-40 Kitty Hawk untuk menembak jatuh pesawat Dakota VT-CLA yang sedang membawa bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Malaya.

Dalam peristiwa itu, delapan orang gugur, termasuk tiga putra terbaik Angkatan Udara, yaitu Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Komodor Udara Agustinus Adisutjipto dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wiryokusumo, momen gugurnya ketiga pahlawan udara tersebut mengingatkan kita, bahwa selalu ada risiko dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit udara. Namun tidak boleh sekalipun, sedetik pun, ada rasa ragu, gentar, apalagi takut. Menjadi prajurit Udara adalah jalan hidup yang dipilih Tuhan untuk kita. Kita, prajurit udara, adalah prajurit yang lahir dan tumbuh besar bersama negara.

Selanjutnya setelah usai upacara peringatan Hari Bakti ke-72 TNI Angkatan Udara. Danlanud El Tari di dampingi Ibu Ketua Pia Ardhya Garini Cabang 5/D III Lanud El Tari, para kadis, Dansatrad 226 Buraen dan pejabat Lanud El Tari Mengunjungi Para Purnawirawan TNI AU dan menyerahkan Tali Asih dalam bentuk sembako dan uang tunai sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa dan pengabdian yang diberikan untuk kejayaan Angkatan Udara.

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel