Berita

18 hari, Latihan Terbang Malam di langit Yogyakarta

Oleh 19 Jan 2016 Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Dalam waktu 2 minggu kedepan, langit Yogyakarta dan sekitarnya akan diwarnai gemuruh pesawat Latih pesawat Grob G 120 TP-A yang sedang melaksanakan operasi Pendidikan Latihan Terbang Malam bagi Siswa Sekbang Angkatan 89. Acara Pembukaan Latihan Terbang malam bagi siswa Sekbang angkatan 89 ditandai dengan Selamatan dan doa bersama di Musolla Al Huda Wingdik terbang Lanud Adisutjipto Senin (18/1).

Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Imran Baidirus, S.E. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Latihan Terbang malam bukanlah rutinitas karena kekurangwaspadaan akan berakibat fatal dan gagalnya tujuan latihan”, Kita harus peduli dengan membangun budaya safety di setiap kegiatan yang dilaksanakan agar dalam pelaksanaan latihan, dari awal hingga selesainya program latihan. Laksanakan prosedur penerbangan dengan benar dalam situasi aman maupun krisis sehingga mengurangi resiko terjadinya “accident” maupun “incident” yang tidak kita harapkan. Road map to zero accident harus dipegang teguh dan dilaksanakan secara konsisten.

Acara Pembukaan Latihan Terbang Malam diawali dengan Sholat Maghrib bersama dan dilanjutkan dengan acara doa bersama serta pemotongan tumpeng oleh Komandan Lanud Adisutjipto yang disaksikan oleh Kadisops Kol Pnb Bonang Bayu Aji, Kadispers Kol Pnb Dedy Susanto, Kadislog Kolonel Tek Jeffry D. Ritiaw, Dan Skadik 101 Letkol Pnb Sukarno, Skadik 102 Letkol Pnb Sri Rahardjo, Danskatek 043 Letkol Tek Taufik, Para Kasi, para instruktur dan siswa sekbang lainnya. Dalam latihan terbang malam siswa akan menerbangkan pesawat Grob G 120 TP-A dengan mengambil area seputaran Di Yogyakarta, khususnya di atas Lanud Adisutjipto.

Baca juga:  Pangkoopsau I Membuka Pelaksanaan Safety Meeting Lambangja Koopsau I

Komandan Skadik 102, Letkol Pnb Sri Rahardjo menjelaskan Latihan Terbang Malam siswa Sekbang Angkatan 89 khusus penerbang angkut ini diikuti oleh 18 siswa yang pelaksanaannya dijadwalkan akan digelar selama 18 hari, mulai tanggal 18 Januari hingga tanggal 2 Februari mendatang. Dalam kesempatan latihan terbang malam, akan dilaksanakan sebanyak 219 jam terbagi dalam 199 shorti

Letkol Pnb Sri Rahardjo juga menambahkan Latihan Terbang Malam merupakan salah satu bagian dari serangkaian tahapan pendidikan yang wajib ditempuh oleh siswa di Sekolah Penerbang. “Siswa harus dapat melaksanakan dengan baik dan dinyatakan lulus,” ujarnya. Apabila gagal maka akan berakibat terganggunya proses pendidikan selanjutnya. Terbang malam mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda dengan siang hari, sehingga untuk melaksanakan terbang malam dilaksanakan familirisasi cahaya warna merah dan melatih kepekaan terhadap cahaya. Terbang malam mempunyai tingkat resiko yang lebih tinggi sehingga saat take off dan landing harus benar-benar safety. Untuk perbandingan terbang malam mengunakan 40% visual dan 60% instumen sedang siang sebaliknya, tegasnya.

Baca juga:  Danlanud Soewondo Pimpin Apel Khusus HUT Ke-72 Korpaskhas Tahun 2019 di Wilayah Medan

Terbang malam digelar untuk meningkatkan profesionalisme baik skill maupun kemampuan terbang para calon penerbang. Selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya, tentunya kesiapan seluruh komponen pendukung harus tetap terjaga termasuk para crew pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi Pendidkan yang dilaksanakan.

Keterangan gambar :

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel