Berita

24 Prajurit TNI AU Lulus KIBI

Dibaca: 3 Oleh 15 Des 2014Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

24 Prajurit TNI AU masing-masing dari satuan Koopsau II, Kosekhanudnas II, Lanud Sultan Hasanuddin dan Batalyon 466 Paskhas, Senin (15/12) Lulus Kursus Intensif Bahasa Inggris (KIBI), Angkatan Ke-4 tahun 2014, di Gedung Serba Guna Sultan Hasanuddin yang ditutup secara langsung oleh Komandan Wingdikum (Wing Pendidikan Umum) TNI AU Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey.

Pelaksanaan KIBI Angkatan Ke-4 yang dilaksanakan selama 4 bulan di Sesa (Sekolah Bahasa) Skadik 505 Sultan Hasanuddin yang terletak di Komplek Lanud Sultan Hasanuddin dengan tenaga pengajar dari Skadik 505, dengan  materi pelajaran meliputi ALCPT, Structure dan Screening, dengan studi penunjang kejuruan meliputi pengenalan dan pengoperasian Lab Bahasa Multi Media serta pengenalan internet, dibidang studi pembinaan kejuruan meliputi ilmu pengetahuan bahasa, keterampilan berbahasa, cross cultural understanding, laboratory practice dan latihan praktis, ditambah bidang studi pembinaan fisik dan program khusus.

Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey dalam kesempatan penutupan KIBI mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas khususnya berkaitan dengan alutsista TNI Angkatan Udara yang sebagian besar diproduksi oleh negara barat, dengan petunjuk pelaksanaan dan pengoperasiannya pun tentu menggunakan bahasa asing, untuk itu perlu bagi personel untuk memahami semua petunjuk dan aturan yang ada. Oleh karena itu, pimpinan TNI AU memberikan kesempatan kepada para personel Angkatan Udara untuk mengikuti pendidikan bahasa Inggris. Selanjutnya Komandan Wingdikkum Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey mengatakan, bahwa tujuan pendidikan adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus bahasa Inggris bagi prajurit TNI AU maupun PNS pada tingkat elementary ataupun intermediate. Selain itu, lanjut Komandan Wingdikum, juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan berbahasa Inggris para personel TNI Angkatan Udara, dalam menghadapi tugas-tugas kedepan, khususnya penugasan yang berhubungan dengan tugas di luar negeri karena tentunya didalamnya terdapat transfer of knowledge, transfer of technology, economic affair, bahkan cross culture understanding.

Baca juga:  Wadankodikau: Jadilah Pemimpin Yang Berkarakter

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel