Berita

30 Perwira TNI AU, Ikuti Penataran Hukum Udara

Dibaca: 161 Oleh 22 Mei 2017Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Mabesau, Jakarta (22/5). Sebanyak 30 (tiga puluh) perwira TNI AU berpangkat Letnan Dua (Letda) hingga Mayor, mengikuti penataran hukum udara dan hukum Humaniter, yang diselenggarakan Dinas Hukum TNI AU (Diskumau). Penataran hukum yang difokuskan untuk perwira air crew (penerbang) dan Perwira Hukum TNI AU ini, dibuka Kepala Dinas Hukum TNI AU (Kadiskum) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Syahrudin Damanik, S.H, M.H, di Hotel Harper, Jakarta, Senin ( 22/5).

Dalam amanat pembukaannya, Kadiskumau Marsma TNI Syahrudin Damanik, S.H, M.H mengatakan, isu-isu hukum udara terkini, dengan berbagai dampaknya yang terus berkembang dengan pesat dewasa ini, perlu direspon dengan sikap adaptif, antisipatif dan kreatif. Dijelaskan, ada tiga isu hukum udara yang masuk kategori kekinian, yaitu Flight Information Region (FIR) Singapura, jalur penerbangan rute selatan pulau Jawa dan koridor ruang udara di atas kepulauan Natuna bagi pesawat Malaysia.

“Ketiga isu tersebut, kerap menjadi bahan perdebatan penyelenggaraan penerbangan di Indonesia, sehingga para perwira TNI AU, khususnya para awak pesawat terbang yang nota bene sebagai pelaku penerbangan, setiap saat perlu meng-up date wawasan dan pengetahuan bidang hukum udara, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas” kata Kadiskumau.

Baca juga:  Personel Lanud Roesmin Nurjadin Donor Darah

Penataran yang akan berlangsung tiga hari (22 – 24 Mei 2017) ini, menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Kadiskumau Marsma TNI Syahrudin Damanik, S.H, M.H, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Prof. DR. Supancana, DR. Siti Nurbaeti, S.H, M.H, DR. Aji Wibowo, S.H, MH, perwakilan dari Kemenhub, Kemenhan, LAPAN, Diskum TNI AL serta Kohanudnas.

Beberapa materi yang di sampaikan antara lain, isu-isu kekinian kedaulatan udara dan ruang udara, Keselamatan Penerbangan, Navigasi Penerbangan, FIR, ADIZ (Air Defence Identification Zone), Perijinan pesawat asing, serta hukum humaniter dalam pelaksanaan operasi udara.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel