Berita

41 Tahun Musdirla

Dibaca: 16 Oleh 22 Mei 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Pend Adi. Peringatan berdirinya Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala diadakan dengan sederhana namun khitmad. Acara digelar di mushola setempat, Jumat (16/4) dan dihadiri oleh seluruh anggota museum beserta keluarga. Tidak ada lagu “Selamat Ulang Tahun” seperti yang lazim dinyanyikan di setiap perayaan ulang tahun, kecuali alunan pembacaan Surat Yassin yang dikumandangkan oleh anggota museum sebagai pengisi acara. Selain pembacaan Surat Yassin, acara juga diisi dengan siraman rohani oleh Ustadz Mahmuddin.

 

Dalam sambutannya Kepala Musdirla Letkol Sus Drs. Sudarno menjelaskan di usia yang ke-41 tahun ini, keberadaan Museum Dirgantara Mandala bukan saja menjadi kebanggaan TNI AU saja, namun juga bagi masyarakat Yogyakarta, karena Musdirla sudah menjadi ikon wisata khususnya wisata edukasi bernuansa dirgantara.

 

Musdirla adalah Museum Pusat TNI AU yang menyimpan ratusan koleksi. Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri dari puluhan pesawat terbang, foto peristiwa sejarah, seragam mantan para Kepala Staf TNI AU maupun para perintis dan pendahulu Angkatan Udara serta replika bangkai pesawat Dakota VT-CLA, korban penembakan pesawat Kitty Hawk Belanda.

Baca juga:  KOMANDAN LANUD ABD BERIKAN TALI ASIH KE ANGGOTANYA

 

Sejarah berdirinya Museum Dirgantara Mandala dalam buku panduan terbitan Musdirla dijelaskan Musdirla diresmikan tanggal 4 April 1969 oleh Menteri Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Roesmin Nurjadin. Mula pertama berdirinya Musdirla berlokasi di kawasan Markas Komando Wilayah Udara V (Makowilu) Jalan Tanah Abang Bukit Jakarta Pusat.

 

Kepala Musdirla menerangkan seiring perkembangan dan banyaknya koleksi khususnya pesawat terbang, lokasi museum mengalami beberapa kali pindah tempat. Setelah pindah dari Jakarta ke ksatrian AAU, pada tahun 1984 museum menempati gedung pabrik gula di kawasan Lanud Adisutjipto hingga sekarang ini. “Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan pada tanggal 29 Juli 1984,” jelasnya

 

Melihat dari catatan di buku tamu, pengunjung museum datang dari beberapa kalangan. Mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Kepala Museum merinci, kunjungan ke museum akan mencapai puncaknya pada saat liburan sekolah. Namun demikian Kepala Musdirla juga mempersilahkan bagi mahasiswa yang akan mengadakan penelitian untuk skripsi, museum siap untuk membantu menyiapan data-data.

Baca juga:  Danlanud Halim Perdanakusuma Tutup Latihan Dasar Survival

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel