Berita

46 tahun Wanita TNI AU, WARA HARUS CERDAS MANTAPKAN JATI DIRI

Dibaca: 9 Oleh 16 Mei 2010Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Kepala Staf TNI AU(Kasau) Marsekal TNI Subandrio minta agar di usianya yang ke-46, prajurit Wanita TNI Angkatan Udara (WARA) lebih cerdas dalam memilih dan memantapkan jati dirinya, baik sebagai prajurit TNI maupun selaku wanita Indonesia yang beretika dan berbudaya timur. Hal itu menurut Kasau karena kedepan, bangsa Indonesia umumnya dan TNI AU khususnya akan menghadapi tantangan perkembangan teknolgi komunikasi yang begitu cepat.

 

Disatu sisi, perkembangan itu memang akan membawa dampak positif berupa makin mudahnya dalam mengakses informasi, yang berarti akan menambah wawasan dan pengetahuan para prajurit Wara. Namun disisi lain perkembangan teknologi komunikasi juga membawa dampak buruk berupa munculnya nilai-nilai budaya asing (barat) yang terkadang tidak sesuai, bahkan bertentangan dengan budaya bangsa sendiri.

 

“Kemampuan diri untuk membentuk pribadi yang kuat, akan membangun citra positif prajurit Wara sebagai prajurit kebanggaan TNI Angkatan Udara” kata Kasau.

 

Pernyaaan tersebut disampaikan Kasau dalam amanat tertulis upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Wara yang ke-46, di Makoopsau II Makasar, yang dibacakan Kepala Staf Koopsau II Marsekal Pertama (Masma) TNI Dede Rusamsi, Rabu (12/8). Upacara yang diikuti seluruh Wara se-Makassar itu, dihadiri para pejabat Koopsau II, Lanud Sultan Hasanudin, Kosekhanudnas II, perwakian dari Wan NI (Kowad, Kowal), Polwan, serta para pengurus PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II.

Baca juga:  ELANG KHATULISTIWA TIBA DI BUMI KHATULISTIWA

 

Kasau menambahkan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hal yang mutlak harus dicapai dan dimiliki oleh SDM TNI AU, tidak terkecuali Wara. Diharapkan para prajurit Wara tidak terjebak pada rutinitas yang hanya akan menghambat dinamika organisasi dan menjauhkan dari pemikiran-pemikiran kritis dan inovatif.

 

“Saya beharap, kedepan sosok prajurit Wara akan senantiasa siap tampil, tidak saja sebagai pribadi yang kuat, namun sekaligus juga sebagai prajuri yang memiliki intelektualitas tinggi dan konfiden dalam menghadapi tantangan tugas” tegas Kasau.

 

Dalam catatan sejarah, perekrutan wara dimulai sejak tahun 1963. Selama 46 tahun pengabdiannya, Wara telah banyak menorehkan presasi, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Wara juga sudah diikutkan dalam pengiriman kontingen PBB dibeberapa negara konflik. Dibidang hukum dan disiplin, Wara juga punya catatan positif, yaitu kecilnya jumlah Wara yang melakukan pelanggaran. Demikian Kapen Koopsau II Mayor Sonaji Wibowo, SIP menginformasikan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel