Berita

50 HA ASSET TANAH TNI AU BERHASIL DIAMANKAN LANUD PALEMBANG

Dibaca: 67 Oleh 21 Jan 2013Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Lanud Palembang, Senin (20/1). Bagaikan memecah batu karang di laut dalam, dari segala penjuru ombak dan badaipun datang, bergulung, menerjang menghantam berusaha tuk hancurkan mental dan semangat para paderi dalam upaya menyelamatkan sebagian dari negeri. Sejarah panjang yang membawa citra baik Sumatera Selatan dan nama besar Pangkalan Udara Talangbetutu sekarang Lanud Palembang di kancah perjuangan kemerdekaan Indonesia kala itu, ternoda oleh persoalan berkepanjangan yang rumit dan membelit sehingga menjadikan Lanud Palembang menjerit sakit.

Kiprah Pangkalan Udara Talangbetutu (Lanud Palembang) di masa lalu, tercatat telah menorehkan tinta emas di deretan agenda perjuangan panjang kemerdekaan Indonesia. Sungguh ironis dan sangat disayangkan apabila ruh perjuangan matra dirgantara terus dibiarkan terjepit, meronta, ternoda, bahkan hancur dan tenggelam oleh gelombang nafsu angkara murka.

Lanud Palembang bangkit ; Rencana disusun, koordinasi dengan pihak-pihak terkait dilaksanakan bahkan langkah persuasif dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat disekitar pangkalanpun selalu dilakukan.

Fakta dilapangan memang tak semudah membalikkan sebuah telapak tangan. Seluruh pemikiran dan tenaga tercurah untuk menemukan dan menjawab sebuah misteri yang akhirnya lambat laun mulai terkuak, selanjutnya mencari solusi bagaimana cara mengatasi dan menyelesaikan persoalan terkait sengketa asset tanah TNI AU yang diduduki masyarakat sesuai UU dan prosedur hukum yang berlaku dengan langkah bijak tanpa menimbulkan masalah yang baru.

Baca juga:  LOMBA FOTO HUT TNI AU KE-66 DI LANUD HALIM

Dengan tidak mengabaikan aspek hukum, tanpa kenal waktu, langkah-langkah konkritpun dijalankan. Dibawah kendali lapangan Komandan Lanud (Danlanud)) Palembang, Letkol PNB Adam Suharto, meski jalanan yang harus ditempuh panjang, terjal dan berliku dengan segala konsekuensi yang ada, roda missi operasi pengamanan asset tanah TNI AU Lanud Palembang tetap terus dijalankan. Doktrin yang menjadikan nafas pengabdian ditanamkan agar selalu menjaga kekompakan, semangat dan kerja keras dengan dilandasi pengabdian tulus tanpa pamrih oleh Pimpinan TNI AU senantiasa ditunjukkan team asset gabungan dari Lanud Palembang maupun Pam asset Kompi Batalyon 462 Paskhas sehingga mampu tetap terus terjaga dengan baik. Selain itu, pada setiap kesempatan yang ada Danlanud selalu menegaskan bahwa sekecil apapun yang di kerjakan adalah dalam rangka mengemban missi tugas Negara yang mulia, untuk kepentingan Negara sesuai yang diamanatkan UU melalui Pimpinan TNI Angkatan Udara.

Berkat upaya keras dan melalui proses panjang yang dijalankan, akhirnya link-link mulai terbuka sehingga membuahkan hasil nyata. Setelah asset tanah TNI AU yang di duduki warga RT.31 Kelurahan Sukadadi, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang seluas kurang lebih 60 hektar terdiri pekarangan, rumah dan kebun dengan jumlah penduduk 134 KK sudah berhasil diamankan beberapa waktu lalu, kini menyusul berhasil diamankan kembali asset tanah TNI AU seluas kurang lebih 50 hektar terdiri pekarangan rumah dan kebun. Wilayah tersebut selama ini didiami oleh 23 KK merupakan wilayah RT.42, Kelurahan Kebun Bunga,

Baca juga:  Sinergitas TNI-Polri, Lanud Sugiri Sukani dan Polsek Jatiwangi Majalengka Melaksanakan Kegiatan Berbagi Takjil dan Sembako Gratis

Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. Kedua wilayah RT tersebut adalah berada di dalam areal bourders Lanud Palembang yang secara keseluruhan memiliki wilayah seluas kurang lebih 720 hektar merupakan asset tanah Kemenhan Cq. TNI Angkatan Udara di bawah pengawasan langsung Lanud Palembang, Sumatera Selatan.

Sementara Team Asset dan Pam Asset menjalankan missinya, sisi lain alat beratpun terus dioperasikan untuk melakukan pengerjaan land clearing di wilayah aman dengan tetap mendapatkan pengawalan ketat dari Pamtup, POMAU Lanud Palembang serta Pam Asset Kompi Batalyon 462 Paskhas.

Ditegaskan Danlanud, dengan keberhasilan yang sudah dicapai tersebut, diharapkan agar tidak menjadi terlena dan merasa lekas berpuas diri, akan tetapi justru semakin termotivasi dengan tetap terus menjaga kekompakan sehingga keseluruhan missi operasi yang dijalankan dapat diselesaikan dengan lancar, aman, berhasil dan tuntas sehingga dapat dijadikan sebagai sebuah kebanggaan pribadi, korps maupun satuan. Tugas kedepan masih panjang, kerja cerdas dan kerja ikhlas tetap menjadi pegangan, tegas Danlanud.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel