Berita

54 Aircrew Jajaran Koopsau II Selesai Latihan Survival Tempur

Dibaca: 5 Oleh 05 Mei 2011Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Sebanyak 54 orang penerbang (aircrew) jajaran Komando Operasi TNI AU (Koopsau) II telah selesai mengikuti latihan survival tempur. Mereka berasal dari beberapa Skadron Udara yang ada di Lanud jajaran Koopsau II, masing-masing dari Lanud Iswahyudi Madiun, Lanud Abdulrachman Saleh Malang serta Lanud Sultan Hasanudin, Makassar. 

Latihan survival yang dikemas dengan nama sandi Wanatirta Yudha 2011 itu, ditutup oleh Kas Koopsau II Marsma TNI Ida Bagus Anom mewakili Pangkoopsau II Marsekal Muda (Marsda) TNI R. Agus Munandar, dalam suatu upacara militer, di Tope Jawa, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/5). Ikut hadir, Komandan Lanud Sultan Hasanudin, Kolonel Pnb Barhim, para pejabat teras Makoopsau II, Pejabat Kosekhanudnas II, pejabat Lanud Sultan Hasanudin serta Skadron Paskhas 466. 

Latihan survival tempur, yang berlangsung sejak tanggal 2 Mei 2011 lalu, mengambil Lokasi ajang latihan adalah kawasan hutan, gunung dan danau Tope Jawa, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Materi latihan meliputi baca peta, melaksantelah kompas siang, kompas malam, membaca tanda-tanda SAR (Search and Rescue), bivak, serta survival di hutan dan air. Selama berlatih, para pelaku yang mayoritas adalah penerbang muda berpangkat Perwira Pertama (Pama), juga telah melaksanakan praktek penghindaran dari hadangan ”musuh, pelolosan dari ”tawanan musuh” serta mempertahankan diri dari tekanan para ”Introgator”. 

Baca juga:  Entry Briefing Tim Wasrikkap Itjenau di Seskoau

Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal Muda (Marsda) TNI R. Agus Munandar, dalam amanat Tertulisnya mengatakan pentingnya latihan survival tempur bagi para penerbang muda. Menurutnya, latihan telah menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam melaksanakan tugas-tugas operasi penerbangan. Melalui latihan survival tempur, para penerbang telah mendapatkan pengetahuan sekaligus ketrampilan dalam menghadapi situasi emergency di daerah yang dikuasi musuh. 

Dalam suatu operasi penerbangan Lanjut Pangkoopsau II, , tidak menutup kemungkinan, awak pesawat harus melaksanakan survival dikarenakan pesawat yang diterbangkanya mengalami accident maupun incident dikarenakan tertembak musuh. Dalam situasi tersebut, para awak pesawat dituntut untuk mampu melaksanakan survival, sehingga terbebas dari tangkapan maupun tawanan musuh. 

”Pemahaman dan ketrampilan survival tempur bagi awak pesawat, khususnya penerbang mutlak dikuasi, sehingga bila dihadapkan dengan situasi emergency pada operasi penerbangan yang sesungguhnya kalian sudah tahu harus berbuat apa dan bagaimana” ujar Pangkoopsau II. 

Bertindak sebagai Pemimpin Umum Latihan kali ini, Pangkoopsau II Marsda TNI R. Agus Munandar, sementara Direktur Latihan dijabat oleh Asisten Operasi (Asops) Kas Koopsau II Kolonel Pnb Andyawan M. Putra dan selaku Komandan Latihan Letkol Pnb Didik, sementara Untuk pelatih dan instruktur, melibatkan para Instruktur Paskhas dari Skadaron Paskhas 466 Lanud Sultan Hasanudin, Makassar. Demikian Penkoopsau II menginformasikan.

Baca juga:  Tim Wasrik BPK RI Kunjungi Lanud Halim Perdanakusuma

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel