Berita

60 ORANG TAGANA SUMSEL UJI KEMAMPUAN DI LANUD PALEMBANG

Dibaca: 15 Oleh 27 Agu 2013Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Sesuai data dari International Strategy for Disaster Reduction (ISDR), Indonesia menduduki urutan ke-7 diantara negara-negara rawan bencana.

Terkait dengan hal tersebut, sekaligus memperhatikan akselerasi penanggulangan bencana di daerah yang demikian cepat, baik kelembagaan maupun program, maka perlu penyamaan mind set dan pengkayaan paradigma penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial yang menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana, salah satunya adalah pelayanan dalam shelter.

Oleh karenanya perlu pemahaman dan peningkatan keahlian lebih lanjut bagi para petugas shelter melalui kegiatan Pemantapan Petugas Shelter Penanggulan Bencana. Dan untuk mengantisipasi serta menindaklanjutinya, Tagana (Taruna Tanggap Bencana) Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada dibawah Kementerian Sosial, dengan 60 orang Tagana perwakilan dari 15 Kota Kabupaten se-Sumsel, melaksanakan Latihan Pemantapan Shelter di Lanud Palembang, Selasa (27/8).

Dipilihnya Lanud Palembang sebagai tempat latihan ini didukung dan disambut baik oleh Komandan Lanud (Danlanud) Palembang, Letkol Pnb Ramot Sinaga dengan menyediakan fasilitas tempat latihan dan mengirimkan personel Lanud Palembang sebagai instruktur dan pendamping latihan.

Baca juga:  Upacara Bendera Salah Satu Perwujudan Semangat Kebangsaan Dan Cinta Tanah Air.

Menurut penuturan Kadin Sos Prov. Drs. H. Apriadi, M.Si. melalui penanggung jawab latihan Amir Sutrisna, AKs. bahwa latihan pemantapan ini terdiri dari pemantapan kemampuan pembuatan shelter dan menekankan beberapa hal terkait pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar kelompok rentan dalam shelter. Kelompok rentan tersebut antara lain para disabilitas, lanjut usia, anak-anak/bayi dan ibu hamil.

Dalam situasi darurat, penanganan permasalahan terhadap kelompok rentan ini sering terlupakan sehingga sering menjadi second service. Sehingga dengan kegiatan ini, diharapkan para peserta yang merupakan petugas shelter perwakilan dari 15 kota kabupaten se-Sumsel dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuannya sebagai petugas shelter penanggulangan bencana yang profesional dan handal, mengingat Tagana adalah sebagai ujung tombak terdepan dalam penanggulangan bencana baik saat tanggap bencana maupun pasca bencana dan dituntut dapat memahami tentang peran dan fungsinya dalam menanggulangi bencana.

Sisi lain harus memahami benar bahwa kedudukan dan peranan shelter dalam penangulangan bencana adalah sangat strategis karena sebagai sentral pelayanan dan informasi penanggulangan bencana meskipun sifatnya sementara dan darurat karena terkait pemenuhan kebutuhan dasar, diantaranya dapur umum lapangan, evakuasi, logistik pemulangan pengungsi, advokasi sosial, psikososial, serta pendampingan sosial yang akan diikuti dengan bentuk kegiatan lainnya. (Pentak Lanud Palembang).

Baca juga:  SAFETY MEETING WINGDIKUM DAN JAJARAN

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel