Berita

AAU TIDAK SEGAN BERHENTIKAN ANGGOTA YANG MELANGGAR HUKUM

Dibaca: 7 Oleh 01 Feb 2012Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Lembaga Akademi Angkatan Udara (AAU) tidak segan-segan untuk melepas anggotanya dengan upacara pemberhentian tidak hormat apabila mencoba-coba melanggar Hukum demikian dikatakan Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI Bambang Samoedro, S.Sos. saat memimpin Apel khusus Minggu pertama bulan Februari yang diikuti seluruh Anggota AAU baik Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS serta Karbol di Lapangan Dirgantara Ksatrian AAU Yogyakarta, Rabu (1/2).

Saat ini masalah Tranparansi dan Ketaatan Hukum, menjadi prioritas dalam mengukur kualitas kinerja suatu organisasi. Seperti kita ketahui bersama pemerintah dan penyelenggara negara tengah berupaya membangun sistem dan budaya kerja yang bersih dan taat aturan namun untuk membangun kesadaran itu bukan hal yang mudah dibutuhkan keteladanan dan keberanian untuk bertindak tegas serta menjujung tinggi aturan dalam pengambilan keputusan. Sedangkan untuk masalah ketaatan hukum masih terlihat kecenderungan beberapa anggota yang mencoba-coba melanggar hukum. Hal ini disebabkan adanya masalah ketidak harmonisan dalam keluarga, pelanggaran berlalu lintas, dan desersi. Oleh sebab itu gubernur menghimbau kepada seluruh anggota baik Perwira, Bintara, Tamtama, dan PNS termasuk Karbol, untuk kembali kepada rule yang benar dan jangan pernah mencoba-coba melanggar aturan yang berlaku.

Baca juga:  Sosialisasi Program Asabri

Dalam kesempatan yang sama Gubernur mengingatkan tentang pentingnya masalah kebersihan yang harus mendapat tempat prioritas dan menjadikan kebersihan menjadi bagian keberhasilan program AAU sebagai pilot project tata kelola lingkungan hidup di Lembaga Pendidikan.

Sebagai akhir dari sambutannya, Gubernur AAU menekankan kepada seluruh peserta Apel untuk dijadikan pedoman dan perhatian dalam bertugas yakni Pertama, melaksanakan janji dengan berprilaku dan hidup berlandaskan Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan 8 wajib TNI secara konsisten dan ikhlas. kedua, Gubernur menekankan kepada Anggota AAU untuk menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan pribadi, keluarga dan dinas.

ketiga, jadikan AAU sebagai rumah kedua, sehingga keberadaan para anggota benar-benar menjadi bagian dari solusi permasalahan di AAU bukan sebaliknya, keberadaannya justru menjadi masalah bagi lembaga ini. keempat, Gubernur mengajak para anggota untuk berbuat dari hal yang kecil namun dapat berdampak besar dan jangan membiasakan kesalahan menjadi hal yang wajar yang dapat berdampak besar. (Pen AAU).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel