Berita

Air Crew Lanud Halim Perdanakusuma Ikuti Ceramah Kesbangan

Dibaca: 70 Oleh 25 Jun 2015Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Memasuki bulan puasa tahun 2015 ini bagi umat muslim di tanah air, tentu sedikit banyak berpengaruh terhadap aktifitas harianya, tidak terkecuali bagi yang berprofesi sebagai penerbang dan air crew. Untuk itu, guna tetap memelihara kemampuan terbang bagi penerbang dan air crew yang bertugas di Lanud Halim Perdanakusuma di saat bulan puasa, Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra) TNI Angkatan Udara “dr Saryanto”, Jakarta mengadakan ceramah kepada sekitar 350 air crew di Gedung Serbaguna Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (24/6).

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono, S.IP., S.E., M.M., yang diwakili Komandan Skadron Udara 31 Letkol Pnb E. Wisoko., S.E., M.Si., (Han)., dalam pengantarnya menyatakan ucapan terima kasihnya atas ceramah Kesehatan Penerbangan (Kesbangan) yang akan disampaikan oleh tim dari Lakespra. Ditambahkannya selama ini air crew, khususnya penerbang yang bertugas di Lanud Halim Perdanakusuma senantiasa menjalani medical check up di Lakespra TNI AU “dr Saryanto”, Jakarta.

Ceramah menampilkan dua pembicara yaitu Kolonel Kes Dr Aplin Ismunanto, Sp.B., yang menjabat Kepala Departemen Aeroklinis Lakespra dr Saryanto dan Letnan Kolonel Kes Dr Iwan Trihapsoro, Sp. KK. Ceramah pertama menyoroti tentang dampak HIV-AIDS bagi personel militer, sedangkan Letkol Kes dr Miftahul Firdos, S.PS., mengetengahkan ceramah tentang program penurunan berat badan bagi awak pesawat TNI Angkatan Udara. Dalam ceramah kedua disampaikan, sebagai penerbang diwajibkan minimal mempunyai kategori kesehatan yang baik dan baik sekali. Oleh karena itu, air crew dituntut untuk memelihara kesehatan, kebugaran dan kesemaptaan dirinya secara prima guna pelaksaaan tugas-tugas penerbangan dengan aman.

Baca juga:  Danlanu El Tari Menghadiri Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Ke-89

Ditambahkan upaya memelihara kesehatan harus diperjuangkan, dipertahankan dan ditingkatkan derajatnya. “Godaan untuk mengkonsumsi makanan berlemak dan karbohidrat begitu tinggi, untuk itu kuncinya adalah mengurangi kuantitasnya,” tegas Letkol Kes Dr Iwan Trihapsoro, Sp. KK. Apabila sulit mengendalikan konsumsi makanan maka badan perlahan-lahan akan masuk dalam kategori gemuk bahkan obesitas,serta dampak lainnya sehingga tidak akhirnya tidak diizinkan untuk terbang. Demikian pula pada saat puasa, dianjurkan untuk mengendalikan diri terhadap berbagai makanan yang menyebabkan banyaknya kalori yang diserap tubuh, sebagai sumber munculnya kegemukan.

Sementara itu, dalam wawancara dengan Letnan Kolonel Pnb Lilik Eko Susanto, S.E., Komandan Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma yang mengawaki pesawat CN 235 dan 295 selama bulan puasa kegiatan penerbangannya hanya dilaksanakan di bawah pukul 10.00 pagi, tiap harinya. Hal ini untuk menghindari menurunnya gula darah air crew yang berpengaruh pada menurunnya tingkat konsentrasi saat terbang. “Kecuali dalam pelaksanaan misi terbang dapat dilaksanakan kapan saja, dengan syarat crewnya harus fit dalam pelaksanaannya,” ujarnya. Untuk pelaksanaan kegiatan terbang sendiri, yang utama adalah pelaksanaan program-program satuan, latihan terbang yang sifatnya profesiensi, kurang diprioritaskan.

Baca juga:  Bertepatan dengan Hari Bakti TNI AU, Lanud Adisutjipto kembali laksanakan Vaksin untuk masyarakat

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel