Berita

Akibat Asap, Personil Lanud Spo Gunakan Masker

Dibaca: 11 Oleh 31 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Kalimantan Barat diprediksi memasuki musim kemarau yang berlangsung hingga bulan Oktober mendatang. Keadaan ini ditandai dengan curah hujan yang menurun sejak tiga minggu terakhir. Setiap datangnya musim kemarau Kalbar termasuk propinsi yang mengalami bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Untuk mengantisipasinya pemerintah telah menyiagakan pesawat helikopter yang telah standby di main Apron Lanud Supadio. Dan untuk mencegah penyakit yang diakibatkan oleh asap maka Rumkit Tingkat III dr. Muhammad Sutomo membagikan masker kepada personel jaga di jajaran Lanud Supadio.

Danlanud Supadio mengatakan anomali cuaca di Pontianak mulai berubah dari musim hujan ke musim kemarau. Keadaan ini sudah ditandai dengan curah hujan yang akhir-akhir ini mulai menurun. Setiap datangnya musim kemarau tentunya kita harus mewaspadai terjadinya bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penyakit yang diakibatkan oleh asap.

“Untuk mengantisipasi karhutla pemerintah melalui Badan Nasional Penanggunalangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan pesawat Helikopter untuk mendukung kegiatan pencegahan Karhutla di Kalimantan Barat. Untuk di Lanud Supadio distandbykan Helikopter Bolcow (B-105) dan helikopter Kamov untuk patroli dan water booming. Helikopter ini telah melaksanakan water boombing setiap hari untuk memadamkan titik api yang tersebar diwilayah Pontianak dan kabupaten Kubu Raya sekitarnya,” ujar Danlanud Supadio sesaat usai pelaksanaan pembagian masker, Minggu (30/7) di pos penjagaan Mako Lanud.

Baca juga:  LANUD SUPADIO GELAR PERALATAN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN PANGKALAN

Danlanud menambahkan Pangkalan TNI AU Supadio sangat mendukung BNPB dalam pencegahan Karhutla di Kalbar dan mudah-mudahan keadaan seperti ini tidak berlangsung lama. Bagi masyarakat yang akan membuka lahan untuk berladang, janganlah membersihkan lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat luas.

Pada kesempatan yang sama Karumkit Tingkat III dr. Muhammad Sutomo Letkol Kes dr. M.T. Rahman, Sp.Rad menjelaskan bahwa kualitas udara di wilayah Pontianak umumnya dan sekitar wilayah Kubu Raya saat sekarang kurang bagus. Hal ini disebabkan oleh anomali cuaca yang sudah berubah dari musim hujan ke musim kemarau dan diperparah dengan adanya asap akibat kebakaran lahan.

“Untuk mengantisipasinya maka Lanud Supadio melalui rumkit membagikan masker kepada seluruh anggota di jajaran Lanud dan terutama kepada personel yang melaksanakan tugas jaga agar terhindar dari penyakit yang diakibatkan asap. Para anggota yang tugas jaga sangat riskan terkena dampak asap karena mereka berada diluar ruangan selama bertugas,” pungkasnya.

 

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel