Berita

Aksi Demo Warga, Klaim Aset TNI AU Lanud Wiriadinata

Dibaca: 19 Oleh 22 Jul 2016Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Personel Lanud Wiriadinata yang kesehariannya disibukkan dengan berbagai aktifitas kerja, Kamis(21/7) tiba-tiba dikejutkan dengan suara sirine dari ruang Opslat tanda berkumpulnya seluruh anggota, untuk segera menuju ke gudang GPL mengambil peralatan PHH. Dengan sigap, dalam hitungan waktu 10 menit, satu SST pasukan Lanud Wiriadinata telah berkumpul dan siap dengan peralatan PHH, seperti tongkat dan tameng.

Tidak berselang lama Kadisops Lanud Wiriadinata Mayor Lek Edi sanjaya, S.Ip. datang dan memberikan instruksi kepada Dan SST PHH dan para anggota untuk melaksanakan penghadangan warga yang berdomisili disekitar Lanud Wiriadinata yang melaksanakan unjuk rasa dan berusaha masuk ke wilayah Lanud Wiriadinata, dikarenakan mereka menuntut meminta pengukuran kembali batas tanah antara Lanud dengan Warga, dan menghentikan pelaksanaan pemagaran lahan yang saat ini tengah dikuasai oleh pihak Lanud Wiriadinata.

Komandan SST PHH Lettu Kal Shofii setelah menerima instruksi dan perintah dari Kadisops segera membawa pasukan untuk melaksanakan penghadangan terhadap pengunjuk rasa yang akan masuk ke area Mako Lanud Wiriadinata. Sementara itu Kadisops didampingi Dansatpom dan Kaintelpam serta TIM Aset Lanud Wiriadinata datang, guna melaksanakan negoisasi kepada para perwakilan pengunjuk rasa. Pelaksanaan negoisasi sendiri berjalan cukup alot, apalagi dengan semakin bertambahnya pengunjuk rasa yang diperkirakan berjumlah 100 orang membuat suasana semakin memanas, dan secara tiba-tiba tim negosiator dikejutkan dengan suara-suara teriakan dan lemparan dari arah kerumunan massa ke arah pasukan PHH.

Baca juga:  PERINGATAN HUT KE-48 WARA DI LANUD RAI

Pada kondisi massa yang mulai berbuat anarkis tersebut, dengan tegas Kadisops Lanud Wiriadinata segera memerintahkan pasukan PHH untuk menghalau para pengunjuk rasa, dengan sigap dan cepat pasukan PHH melaksanakan penghalauan dengan prosedur tetap yang sudah dikuasai setiap anggota. Namun tetap saja dalam situasi yang sangat panas tersebut dan tindakan anarkis yang tidak terkendali dari pihak pengujuk rasa, membuat pasukan PHH bertindak lebih tegas di bantu dengan semprotan air dari Damkar. Sehingga mulai tampak dari kelompok massa yang berdemo mundur dan terjatuh akibat terinjak-ijak oleh temannya sendiri.

Dalam keadaan mencekam tersebut, Kadisops Lanud Wiriadinata Mayor Lek Edi sanjaya, S.Ip. segera memerintahkan petugas kesehatan merapat ke tempat kejadian guna melakukan evakuasi dan pertolongan kepada korban. Dengan cepat dan tanggap, Tim Medis yang sudah terlatih kemampunnya, segera menuju kesasaran dan memindahkan para korban ke Area Triase. Mereka bertindak profesional, tanpa memandang siapa korban baik dari pihak anggota PHH maupun pendemo langsung mendapatkan tindakan pertolongan pertama.

Baca juga:  DANLANUD SUPADIO TINJAU KESIAPAN BAKTI SOSIAL DI LIKU

Akhirnya Dalam kurun waktu 60 menit pengunjuk rasa sudah dapat dihalau dan Pasukan PHH juga berhasil menagkap 3 orang provokator untuk diamankan guna diambil keterangannya oleh anggota Intel dan Satpom Lanud Wiriadinata sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian dengan tuduhan melakukan demo tanpa ijin dan melaksanakan demo dengan anarkis. Demikian sekelumit skenario Latihan PHH yang disampaikan oleh Kepala Dinas Opersai Lanud Wiriadinata Mayor Lek Edi sanjaya, S.Ip. pada saat kegiatan simulasi Latihan PHH 2016 di Lanud Wiriadinata.

Sementara itu, Komandan Lanud Wiriadinata Letkol Pnb Rony Armanto, S.E., M.M. dalam keterangannya pada saat memantau dan meninjau langsung jalannya kegiatan Latihan PHH mengatakan, Latihan simulasi PHH di Lanud Wiriadinata ini dilaksanakan selama dua hari, dimana pada hari kedua ini pasukan PHH melakukan simulasikan kegiatan di area depan Gerbang Mako Lanud wiriadinata dan sebelumnya pada hari pertama pasukan PHH telah menerima dan me-refresh kembali prosedur tentang penanganan terhadap tindakan anarkis dari pengunjuk rasa, seperti mengadakan pengisolasian wilayah pengunjuk rasa, negoisasi, perintah bubar, pendorongan massa dengan menggunakan tameng, menyemprot air dengan mobil pemadam kebakaran (damkar) kearah pengunjuk rasa.

Baca juga:  1 Flight Pesawat Tempur Sukhoi Mengikuti Latihan Bersama Di Australia

Kesemua tahapan tersebut harus selalu dilatihkan agar setiap anggota paham benar akan tugasnya “siapa berbuat apa” dengan demikian dalam menangani pengunjuk rasa tidak ada kesan kita berbuat arogan ataupun brutal yang mengarah pada tindakan pelanggaran hukum dan HAM, saat melaksanakan tugas dalam mengendalikan kerusuhan massa. “ Jadi tujuan latihan ini disamping merefresh kembali tentang Prosedur Penindakan Huru Hara juga untuk melihat kesiapan Personel apabila diminta bantuannya oleh Kepolisian untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kepolisian dalam penanganan kerusuhan atau kekerasan yang terjadi di wilayah Tasikmalaya ini … Jelas Dan Lanud.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel