Berita

Antisipasi Bencana Karhutla, Provinsi Kalimantan Selatan Gelar Apel Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan  

Dibaca: 6 Oleh 03 Mar 2021Tidak ada komentar
Antisipasi Bencana Karhutla, Provinsi Kalimantan Selatan Gelar Apel Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan  
#TNIAU 

TNI AU. Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb M. Taufiq Arasj, S.Sos., bersama Satu SST pasukan Lanud Sjamsudin Noor mengikuti acara Apel Kesiapan Gabungan Penanganan Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Selatan Tahun 2021 yang bertempat di Lapangan Dit Sarpras Lantas Polda Kalsel Km. 21 Liang Anggang Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (02/03/2021).

Apel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh PJ. Gubernur Kalimantan Selatan Drs. Safrizal ZA., M.Si., dengan dihadiri Ketua DPRD Prov Kalsel DR. (HC) H. Supian, HK, S.H, M.H., Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., Danrem 101/Ant diwakili Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Czi M. Leo Pola Ardiansyah Saragih, S.H., Palaksa Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Iwan Hendra Susilo, S.T, M.Tr.Opsla., Kadinkes Prov Kalsel Dr. H. Muhamad Muslim, M.Kes., Ka Basarnas Banjarmasin Slamet Riyadi, Ka BPBD Prov. Kalsel Mujiyat, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, Kapolres Banjarbaru, Kapolres Banjar dan diikuti oleh unsur TNI, POLRI, Basarnas, Dishub, BNPBD, TAGANA, Mahasiswa, serta Masyarakat.

Dalam pelaksanaan Apel Gabungan tersebut, dilakukan pemeriksaan pasukan dan sarpras Karhutla, dilanjutkan penyerahan APD kepada perwakilan relawan oleh PJ. Gubernur Kalsel serta penyampaian Amanat dari PJ Gubernur Kalsel.

PJ Gubernur Kalsel Dr. Safrizal ZA, M.Si. dalam kesempatannya mengatakan meskipun saat ini kondisi cuaca masih sering terjadi hujan, namun prediksi dari BMKG pada bulan Mei akan terjadi musim kemarau. Untuk itu dalam kurun waktu dua bulan ini yakni bulan Maret hingga April dilakukan kesiapan untuk menghadapi musim kemarau yang sering kali terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kesiapan yang dilakukan meliputi kesiapan personel, peralatan, metode, dan koordinasi, semua dilakukan termasuk membentuk relawan-relawan di Desa yang langsung memonitoring hutan lahan yang luas di wilayah Kalimantan Selatan.

“Menjaga hutan dan lahan di Kalsel tidak hanya tugas aparat saja namun diharapkan perlu adanya partisipasi publik juga. Untuk itu, waktu dua bulan ini harus dapat dimanfaatkan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan baik untuk bercocok tanam maupun untuk keperluan lainnya. Dalam penanggulangan Karhutla, aparat tidak dapat bekerja dengan sendirinya namun perlu kerjasama dan peran dari stakeholder lain, baik TNI-Polri, Pemerintah Daerah, relawan, maupun pihak-pihak lainnya,” lanjut PJ Gubernur Kalsel.

Baca juga:  Bangun Komunikasi Sosial Dengan Masyarakat Dan Bantu Kesulitan Rakyat

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel