Berita

Antisipasi Klaster Pesantren, TNI AU Wiriadinata Sumbang APD Covid -19 ke Pondok di Tasikmalaya

Dibaca: 19 Oleh 08 Okt 2020Tidak ada komentar
Antisipasi Klaster Pesantren, TNI AU Wiriadinata Sumbang APD Covid -19 ke Pondok di Tasikmalaya
#TNIAU 

TNI AU. Peningkatan kasus covid -19 di Kota Tasikmalaya yang cukup masif di Kota Tasikmalaya saat ini mendapat perhatian banyak pihak termasuk salah satunya TNI AU Wiriadinata Cibereum, Kota Tasikmalaya.

“Kondisi ini tentunya menjadi perhatian semua pihak termasuk kami TNI yang selama ini terus bekerja sama dengan pihak pemerintah dalam hal penanganan virus corona ini,” ujar Komandan Lanud Wiriadinata Letkol Nav Djoko Purnomo, S.M melalui Kapentak Lanud Wiriadinta namana Lettu Sus Eko Muamar Harizon usai kegiatan bakti sosial di Pondok Pesantren Mafthahul Khoer Cintapada di Kampung Cintapada Kelurahan Setia Negara Kecamatan Cibereum, Rabu, 7 Oktober 2020.

Untuk itu lanjut Eko, pemberian bantuan alat – alat penanganan dan pencegahan penyebaran covid -19 ke masyarakat menjadi sangat penting termasuk bantuan berupa sembako dalam rangka membantu pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat ditengah kondisi pandemi covid -19.

“Termasuk salah satunya ke lingkungan pesantren apalagi seperti kita tahu peningkatan covid di Kota Tasik saat ini salah satunya berasal dari klaster pesantren,” katanya.

Baca juga:  Briefing Penerbangan Saat “New Normal” di Lanud Abdulrachman Saleh

Eko juga menjelaskan, kegiatan bansos tersebut masih dalam rangka rangkaian HUT TNI ke -75 dan juga mengawali tugas komandan lanud baru. “Bantuan ini diberikan semata mata niat baik yang tulus dari Lanud Wiriadinata,” katanya.Khusus untuk Pesantren Cinta pada tambah dia, selama ini telah memiliki hubungan baik dengan keluarga besar TNI AU Lanud Wiriadinata.

“Untuk itu sebagai komandan lanud baru kami ingin melanjutkan apa yang sudah dijalin oleh komandan lanud sebelumnya. Dengan cara memberikan bantuan sosial,” ungkap Eko.

Menurutnya, bakti sosial itu juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Bahkan sudah dilaksanakan sejak dulu. Untuk bantuan sendiri ujar dia, berupa sembako, masker dan wastafel lengkap dengan sabun.

“Termasuk bender sosialisasi dalam penerapan 3M di pondok Pesantren. Nantinya para santri ini bisa langsung membaca dan melihat untuk pencegahan Covid-19,” tutur dia.

Kegiatan itu juga, sebagai bentuk kontribusi lanud Wiriadinata dalam pencegahan Covid-19 di klaster Pesantern yang akhir-akhir ini banyak ditemukan di Kota Tasikmalaya.

Baca juga:  Pangkoopsau II Perintahkan Seluruh Personel Koopsau II dan Jajaran Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Saja

“Salah satunya kekhawatiran itu, makanya kami ikut mencegahnya dengan meberikan batuan untuk pencegahan. Disamping juga membantu pemerintah daerah dalam penaganan Covid-19,” katanya.

Sementara Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mafthahul Khoer Cintapada, Kurtubi Yusuf bersyukur dengan adanya bantuan dari lanud Wiriadinata, berupa sembako, tempat cuci tangan.

Pasalnya semua itu sangat dibutuhkannya khususnya dalam pencegahan Covid-19. “Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat. Karena ini bisa dimanfaatkan untuk para santri agar mencegah virus Covid-19,” kata dia.

Khususnya, untuk makanan bisa bermanfaat bagi santrinya, utamanya untuk santri yatim piatu. “Untuk makanan mudah-mudahan barokah,” kata dia.

Kurtubi menjelaskan, Pondok Pesantren Mafthahul Khoer Cintapada terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara mewajibkan santeri menerapkan protokol kesehatan bila ada keperluan ke luar Pesantren.

Sedangkan bagi orang tua untuk sementara tidak bisa bertemu langsung dengan para anak-anaknya yang mondok di pesantren Cintapada. “Itu (Orang tua,Red) sudah kami lakukan sebanyak tiga kali selama Covid-19 ini tidak boleh bertemu langsung. Bahkan bila ada yang berkunjung hanya sampai pintu gerbang saja,” ujar dia.

Baca juga:  Lanud Adisutjipto Tetap Laksanakan Tugas Pokok Latihan Penerbangan

Bahkan pihak pesantren juga menerapkan 3M, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak selama berada di dalam pondok pesantren. “Agar terpantau pergerakan para santri kami membuat pos jaga selama 24 jam, itu untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di Pondok pesantren,” ungkapnya.***

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel