Berita

APEL NAPAK TILAS PUPUTAN MARGARANA

Dibaca: 115 Oleh 21 Nov 2013Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Bukti nyata, tidak dapat dipungkiri. Lihatlah, penderitaan rakyat menghebat. Mengancam keselamatan rakyat bersama. Tambah–tambah kekacauan ekonomi menjerat leher rakyat. Keamanan terganggu, karena tuan memperkosa kehendak rakyat yang telah menyatakan kemerdekaannya.

Sekali merdeka , tetap merdeka.

Itulah sebagian petikan surat yang ditulis Letkol I Gusti Ngurah Rai membalas surat dari pihak Belanda NICA sebelum terjadi perang “puputan margaran” yang dibacakan pada apel peringatan bersejarah 67 tahun silam.

Apel peringatan yang dilaksanakan di Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana yang diikuti Personel lanud Ngurah Rai unsur TNI AD, TNI AL, Polri, unsure Muspida serta Legiun Veteran Indonesia berlangsung secara hikmad dibawah gerimis hujan yang membasahi tempat pelaksanaan kegiatan. Bertindak selaku pimpinan Apel Wakil gubernur Bali Ketut Sudikerta.

Perang Puputan merupakan salah satu Pertempuran Rakyat Indonesia yang terjadi di Bali melawan kolonialisme Belanda untuk mempertahankan Kemerdekaan. Pertempuran ini dipimpin oleh Kepala Divisi Sunda Kecil Letkol I Gusti Ngurah Rai. Dimana pasukan TKR diwilayah ini bertempur dengan habis habisan untuk mengusir Pasukan Belanda yang kembali setelah kekalahan Jepang, untuk menguasai kembali wilayahnya yang direbut Jepang pada Perang Dunia ke 2, mengakibatkan seluruh Pasukan I Gusti Ngurah Rai gugur sebagai kusuma bangsa yang kemudian dikenang sebagai “Perang Puputan”.

Baca juga:  Wara Surabaya Memenangkan Lomba Cha Cha

Untuk mengingat peristiwa bersejarah tersebut setiap tahunnya pada tanggal 20 November di peringati sebagai hari perjuangan rakyat bali atau lebih dikenal dengan sebutan “Puputan Margarana”

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel