Berita

Asah Kemampuan Tempur, Personel Skadron Udara I Lanud Supadio Laksanakan Terbang Malam

Dibaca: 76 Oleh 18 Sep 2018September 20th, 2018Tidak ada komentar
Asah Kemampuan Tempur, Personel Skadron Udara I Lanud Supadio Laksanakan Terbang Malam
#TNIAU 

TNI AU. Personel Skadron Udara (Skadud) 1 Wing Udara 7 Lanud Supadio, terus mengasah kemampuan dan profesionalitasnya. Salah satu cara adalah dengan rutin menggelar latihan terbang malam.

Pada bulan September 2018 ini, latihan terbang malam yang diselenggarakan setiap bulannya ini, mulai digelar pada Senin (17/9). Dalam sepekan ke depan, para penerbang pesawat tempur Hawk 100/200 tersebut, dipastikan akan selalu mewarnai langit Bumi Khatulistiwa setiap malam
Menurut Komandan Skadron (Danskadron) I, Letkol Pnb Supriyanto, frekuensi latihan terbang malam memang terus ditingkatkan. Hal ini, tuturnya sejalan dengan intruksi pimpinan, agar kemampuan personel Skadron I semakin meningkat.
“Frekuensi penerbangan malam diperbanyak. Dari setahun dua kali, menjadi setiap bulan sekali. Kali ini, kita laksanakan sepekan lamanya,” kata Danskadron.
Latihan terbang malam ini, papar Letkol Pnb Supriyanto, melibatkan seluruh unsur, baik penerbang maupun ground crew, dan didukung oleh personel Lanud Supadio. Diharapkan,  dengan semakin banyaknya frekuensi latihan terbang malam, maka kemampuan para penerbang semakin meningkat.
“Sehingga dalam kondisi dan situasi apa pun, personel Skadron 1 tetap siap melaksanakan tugas operasi. Latihan terbang malam juga meningkatkan dan mempertahankan kemampuan, serta terpeliharanya keahlian terbang dalam situasi siang maupun malam hari,” ujarnya.
Terbang malam, lanjut Danskdron, mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Ada perbedaan yang spesifik, dibanding terbang siang hari. Pada terbang malam, kata Letkol Pnb Supriyanto, seorang penerbang hanya mengandalkan instrument pesawat dan peralatan pendukung yang ada di kokpit.
“Kalau malam, seorang penerbang benar-benar dituntut untuk siap dan waspada, serta disiplin dalam berbagai hal, karena adanya, keterbatasan jarak pandang. Oleh karenanya, penerbang wajib cekatan serta tepat dalam mengambil keputusan bila terjadi hal-hal yang tidak terduga,” tutur penerbang dengan call sign ”Beaver” tersebut.
Selain itu, latihan terbang malam juga menjadikan para fighter Elang Khatulistiwa untuk meningkatkan konsentrasi dan akurasi pengendalian pesawat.
“Setiap penerbang malam ini harus memiliki konsentrasi tinggi, sehingga saat bermanuver terbang dengan berbagai formasi, dapat terlaksana dengan baik dan aman,” ungkapnya.
Latihan terbang malam ini, lanjut Supriyanto, didukung oleh satuan-satuan kerja di jajaran Lanud Supadio, Pomau, Batalion Komando (Yonko) 465 Paskhas, Detasemen Pertahanan (Denhanud) 473 Paskhas, PT Angkasa Pura (Persero), Bandara Internasional Supadio, dan Airnav.
IMG-20180919-WA0037
Baca juga:  BASKET BALL PERSAHABATAN, LANUD HUSEIN SASTRANEGARA VS SCORPIO

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel