Pustaka

ASPERS KSAU: Garda Depan Pembinaan Personel TNI AU

Dibaca: 218 Oleh 27 Des 2012Tidak ada komentar
ASPERS KSAU: Garda Depan Pembinaan Personel TNI AU
#TNIAU 

JAKARTA (Suara Karya): Profesionalisme TNI Angkatan Udara (AU) tidak hanya diukur dengan parameter pencapaian keberhasilan dalam tugas operasi udara dengan pengerahan kekuatan udara, tetapi juga ditentukan oleh kualitas manusia yang mengawakinya bukan kuantitasnya.

Betapapun canggihnya alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki tidak akan mampu memberikan cukup arti terhadap suksesnya embanan tugas yang dibebankan jika tidak didukung personel yang berkualitas.

Dalam hirarkinya, pengadaan serta pembinaan personel TNI AU yang meliputi penyediaan pendidikan, penggunaan, dan pemisahan personel TNI AU berada di bawah tanggung Asisten Personil Kepala Staf Angkatan Udara (Aspers KSAU) yang saat ini dijabat oleh Marsekal Muda (Marsda) TNI Mawardi.

Tentu saja, ini bukanlah pekerjaan yang ringan, sebab dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 10 tahun 2009 tentang susunan organisasi TNI, dikatakan bahwa tugas Aspers KSAU yaitu bertugas membantu KSAU dalam menyelenggarakan fungsi staf umum TNI AU di bidang personel yang meliputi klasifikasi, pendayagunaan, pengawakan, rencana kebutuhan, pemeriksaan dan pengendalian inventarisasi, pengawasan dan pengendalian penggunaan serta pengawasan dan pengadaan, dan pembinaan personel yang meliputi penyediaan pendidikan, penggunaan, perawatan, dan pemisahan personel TNI AU.

“Jabatan itu amanah yang harus dijaga dan harus dilaksanakan dengan baik,” kata Marsda TNI Mawardi dalam sebuah kesempatan di Jakarta, baru-baru ini.

Akabri Udara angkatan 1981 itu menilai TNI AU sebagai suatu angkatan bersenjata yang mengawaki alutsista dengan bobot teknologi canggih memerlukan personel yang memiliki kualitas profesional, terampil, dan memiliki jiwa juang dan kesamaptaan yang tinggi.

Pria kelahiran Medan, 16 November 1958 yang pernah menjadi Kepala Dinas Perawatan Personel TNI AU itu menganggap pemberdayaan personel harus terus diupayakan agar mampu mendorong dan menggali lebih dalam lagi potensi-potensi yang dimiliki TNI AU.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengintegrasikan pengetahuan yang terserak di setiap bagian untuk selalu mengembangkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. “Dengan upaya itu diharapkan kita akan mampu menyelaraskan diri dengan setiap perubahan yang terjadi. Karena kita menyadari bahwa semakin mutakhirnya alutsista, menuntut sumber daya manusia yang profesional dalam pengawakannya,” kata mantan Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.

Untuk itu, mantan Waaspers KSAU, itu menganggap kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk mendorong keberanian mengambil dalam keputusan dengan resiko yang terukur demi kemajuan TNI AU di era persaingan global saat ini.

Sejatinya, Aspers KSAU merupakan jabatan strategis dalam pengelolaan kebijakan AU sebagai tulang punggung “Air Power” atau kekuatan Dirgantara Indonesia. Melalui Aspers KSAU, keputusan-keputusan strategis terkait pembinaan personel TNI AU dirancang sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan pimpinan AU. “Karena itu, pembinaan personel diarahkan untuk menghasilkan personel-personel yang berkualitas,” ujarnya.

Sebab, dinamika pembinaan personel dan tenaga manusia tidak akan pernah selesai dan akan selalu timbul masalah baru karena selaras dengan tuntutan perkembangan organisasi dihadapkan dengan lingkungan yang selalu berubah, sehingga diperlukan penanganan yang berbeda pula. (M Kardeni)

Sumber: www.suarakarya-online.com

Baca juga:  K. 32

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel