Berita

ATLET SENIOR DAN YUNIOR SALING BERLOMBA DI AKHIR KEJURNAS TERBANG LAYANG

Dibaca: 14 Oleh 18 Okt 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Hingga hari ke tujuh menjelang berakhirnya Kejuaraan Nasional (kejurnas) olah raga Terbang Layang di Pusat Pendidikan Terbang Layang (Pusdikterla) yang terletak di Lanud Suryadarma, Kalijati, Jumat, (15/10) para atlit senior terbang layang dari propinsi di Jawa masih cukup dominan dalam 16 nomor sementara yang dipertandingkan. Mereka umumnya telah lebih dari sepuluh tahun menekuni dan terjun dalam latihan maupun pertandingan olah raga tersebut di tingkat nasional.

Hasil sementara perolehan medali yang berhasil dihimpun menyimpulkan bahwa Propinsi DKI Jakarta merupakan propinsi yang memperoleh medali terbanyak yaitu 10 emas dalam dua nomor utama yaitu nomor lama-laman melayang atau duration flight, memperoleh 7 emas pada nomor single putri, dual putri, mix double, beregu single seater putri, beregu dual seater putri, dual seater putra dan beregu dual seater putra. Sedangkan pada nomor ketepatan mendarat (precision landing) DKI Jakarta menyabet 3 nomor yaitu mix double, single seater putra dan single seater putra beregu. Dari 8 atlet Propinsi DKI Jakarta yang memperoleh medali, 5 atlet senior yaitu Imam, Dadang, Tikno, Darmansyah dan Aditya.

Baca juga:  Peringatan Hari Bakti TNI AU di Lanud Suryadarma

Sedangkan kontingen dari Propinsi Jawa Timur memperoleh emas pada empat nomor yaitu precision landing single seater putri dan beregu single seater putri. Emas ketiga pada nomor duration flight yaitu single seater putra dan beregu single seater putra. Dari empat emas tersebut semuanya diperoleh dari andil para atlet senior seperti Sugianto, Ifa Triana, Saiful da Tri Ratna. Dua medali emas berikutnya diperoleh kontingen Propinsi Jawa Barat pada nomor precision landing dual seater putri dan kontingen DI Yogyakarta pada precision landing dual seater putri beregu.

Menurut Ketua Persatuan Olah Raga Dirgantara Terbang Layang (Pordirga Terla) Marsekal Muda TNI (Purn) Prasetya yang senantiasa hadir pada setiap pertandingan, alotnya regenerasi karena belum cukup tersosialisasinya cabang olah raga dirgantara tersebut di masyarakat. “Hal ini selain memerlukan berbagai sarana prasarana peralatan udara juga memerlukan sumber daya manusia dan tentu saja dana”, ujar Kapotdirga Terla.

Selama tujuh hari pertandingan Kejurnas Terbang Layang di landasan Lanud Suryadarma kendala yang dialami atlet antara lain adalah cuaca yang tidak menentu. Karena apabila cuaca tiba-tiba mendung, hujan ataupun adanya angin yang berembus cukup keras maka pertandingan dengan terpaksa dihentikan. Apabila angin berembus cukup keras, sedangkan hari masih cukup pagi maka lokasi penariknya yang biasanya di pangkal runway dipindahkan ke ujung runway. Selain itu kendala lainnya adalah pesawat penariknya hanya dua unit yang telah berusia cukup tua. Hal ini membuat glider yang akan ditarik untuk terbang antre satu-satu untuk mengudara. Rencananya Sabtu (17/10) Kejurnas Terbang Layang akan ditutup menyisakan beberapa nomor pertandingan. Hal ini berarti dimajukan dua hari.

Baca juga:  HERCULES TNI AU AKHIRI OPERASI KEMANUSIAAN DI FILIPINA

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel