Berita

Atraksi Terjun Payung Pukau Masyarakat Pontianak

Dibaca: 22 Oleh 03 Feb 2016Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Sebanyak 16 penerjun free fall gabungan dari atlit terjun payung TNI Angkatan Udara (Paskhasau), Wanita Angkatan Udara (Wara) dan Fasida Kalbar menampilkan atraksi terjun payung yang memukau masyarakat kota Pontianak di Stadion Sultan Syarif Abdulrahman, Selasa (2/2).

Dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules dengan tail number A-1318 yang diawaki captain pilot Kapten Pnb Ade dan co pilot Lettu Pnb Gustana dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Satu persatu para penerjun lompat dan tak lama berselang semua parasut mengembang dengan sempurna. Sementara itu di dalam stadion para penonton bertepuk tangan dan berdecak kagum menyaksikan atraksi terjun payung tersebut. Para penerjun menari-nari diudara dan ada tiga penerjun yang menampilkan atraksi formasi diudara membuat para penonton yang ada didarat tambah terpesona dengan kehebatan penerjun tersebut.

Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Tatang Harlyansyah, S.E dihadapan para awak media mengatakan jumlah penerjun yang melaksanakan penerjunan sebenarnya ada 41 peterjun namun yang mendarat di GOR ini hanya 16 sedangkan selebihnya mendarat di Lanud Supadio.

Baca juga:  Kasau Besuk Mantan Danseskoau

“Dari 16 penerjun terdapat tiga penerjun dari Fasida Kalbar yang berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak dalam Pra PON tempo hari, tentunya ini tiket kita untuk ke PON di Jabar mendatang. Dan ini merupakan titik tolak kita untuk membina penerjun-penerjun kita yang akan datang,” kata Danlanud Supadio yang didampingi para pengurus Koni dan Fasida Kalbar.

Dalam pelaksanaan pembinaan ini, lanjut Danlanud, memang masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus kita pikirkan bersama sebagai masyarakat Kalbar. Dukungan yang ada masih sebatas operasional berupa tiket dan uang saku dalam melaksanakan kegiatan even Nasional Sedangkan untuk kegiatan harian sangat minim sekali, padahal para penerjun ini harus kita bina dan dipupuk skillnya, ini membutuhkan latihan yang kontinyu.

Danlanud menambahkan Fasida Kalbar dibawah Lanud dan bekerjasama dengan Universitas Tanjung Pura (Untan). Jadi banyak sekali sebenarnya yang harus dipikirkan bersama oleh masyarakat Kalbar. Yang pertama sarana dan prasarana, memang salah satunya dukungan fasilitas yang membutuhkan biaya yang tinggi seperit parasut yang harganya cukup mahal sekitar 120 juta. Nah untungnya disini ada Lanud jadi kita dari Fasida Kalbar dibantu pihak Lanud mendukung latihan terjun payung dengan menumpang pesawat yang dicombain dengan latihan yang ada. Demikian juga dengan Untan selain mahasiswa dan UKMnya juga memberikan dukungan seperti parasut dan lainnya. Jadi ini kolaborasi yang baik sekali antara Lanud dengan Untan yang tentunya ini demi Kalbar guna menunjang olah raga digantara salah satunya terjun payung.

Baca juga:  Kemajuan Organisasi Pia Ardhya Garini Tak Lepas dari Peran Senior di Pisau

“Untuk kedepannya, saya selaku Ketua Fasida Kalbar dan Lanud Supadio tetap berkomitmen untuk tetap mendukung kegiatan Fasida Kalbar, khususnya cabor terjun payung. Dengan latihan yang ada di Lanud kita kombain dan diikutsertakan penerjun kita. Dan Insya Allah dengan seijin Allah SWT saya mengharapkan yang di Prapon hanya 2 medali maka pada PON Jabar saya berharap ada empat atau lima medali emas. Untuk itu saya mohon doa pada masyarakat Kalbar agar peterjun Fasida Kalbar dapat menorah prestasi yang membanggakan di PON Jabar nanti,” jelas Danlanud

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel