Berita

Awak dan Penumpang Heli TNI AU H- 3215 Ditemukan

Dibaca: 7 Oleh 01 Des 2014Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Awak Helikopter TNI Angkatan Udara jenis Super Puma dengan nomor ekor H-3215 yang melakukan pendaratan darurat di Papua telah ditemukan oleh team Heli SAR pada pukul 11. 36 waktu Indonesia timur beserta awak pesawat dan 10 penumpangnya dalam keadaan selamat, Senin (1/12). Ruang operasi (Ruops) Lanud Jayapura memberikan keterangan bahwa team heli SAR telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan saat ini melakukan evakuasi awak pesawat maupun penumpangnya untuk dibawa ke Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. 

TNI AU pagi ini berhasil menurunkan tiga personel Para Rescue dan seorang anggota Basarnas Papua lewat tehnik meluncur tali (rappling) ke lokasi para survivor. Tiga personel Paskhas dan Paramedis TNI AU segera merawat dan menyiapkan personel yang bisa dievakuasi dengan tehnik Hoist atau dikerek ke helicopter serta selanjutnya tinggal di lokasi untuk menemani dan merawat korban yang terluka untuk evakuasi berikutnya. Hingga sori total 8 personel telah dievakuasi lewat udara ke Jayapura, sedang 6 orang masih di lokasi dengan ditemani personel Para Rescue TNI AU untuk menunggu evakuasi. 

Baca juga:  Dengan Etiket Bentuk Akhlak Dan Kepribadian

Heli Super Puma TNI Angkatan Udara yang mengalami musibah tersebut dalam misi tugas penerbangan dari Lanud Jayapura menuju Distrik Kiwirok daerah perbatan Papua dengan Papua Nugini guna mendukung Kodam dalam operasi geser pasukan pengaman perbatasan dengan status Bawah Kendali Operasi (BKO) pada Kodam XVII Cenderawasih. .Pesawat diterbangkan oleh Captain Pilot Mayor Pnb Apu Tarigan. dan Copilot Lettu Pnb.Surya Mega, dengan Juru Mesin Udara Lettu Tek Rigvo. dan Pelda Hadi. Sebagai penumpang adalah 10 prajurit TNI AD dari Batalyon Infantri 133 Yudha Sakti, Padang Sumatra Barat. 

Kejadian bermula sejak Jumat siang 28/11) pukul 14.00 waktu setempat pesawat mengalami putus komunikasi dengan Ruang Operasi Jayapura setelah terbang selama 35 menit dari Lanud Jayapura. Namun selanjutnya pada pukul 16.15 Copilot Lettu Pnb. Surya Mega berhasil menghubungi dengan telepon satelit yang memang kelengkapan pesawat TNI AU. Dikabarkan pesawat mendarat darurat diantara Batom dan Kiwirok pada ketinggian 4500 kaki dan semua awak selamat. Setelah itu operasi penyelamatan dilakukan dengan pesawat TNI AU, TNI AD dan dari Airfast. 

Baca juga:  Lanud Manuhua Sukseskan Torch Relay Asian Games 2018

Sesungguhnya pada pagi harinya pesawat heli ini sudah terbang menghantarkan prajurit TNI AD dari Yonif 133 Yudha Sakti Padang dengan rute Sentani – Iwur – Sentani. Pada penerbangan kedua dengan rute Sentani- Kiwirok- Sentani pesawat terpaksa mendarat darurat saat terbang meninggalkan check point Batom menuju Kiwirok. Karena Lokasi pendaratan cukup terpencil sehingga survivor hanya bisa menggunakan telepon satelit karena tidak bisa menggunakan telepon selular atau alat komunikasi radio pesawat. 

Awak pesawat dan penumpang selama tiga hari menjalani survival dengan mengandalkan bekal logistic dan obat-obatan yang memang menjadi bekal pasukan dan standar kelengkapan pesawat TNI AU. Selama proses penyelamatan yangt digunakan sebagai base Camp adalah Batom dengan mengerahkan pesawat Cassa dan Helikopter Super Puma TNI AU serta helikopter Bell TNI AD dan Airfast. Sejak hari Minggu lokasi dan komunikasi sudah berjalan baik sehingga pada hari Senin ini personel Para Rescue TNI AU bisa masuk untuk merawat dan menyiapkan evakuasi.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel