Berita

AWAK PESAWAT KOOPSAU I TERAPUNG DI LAUT PAMEUNGPEUK, GARUT, JABAR

Dibaca: 8 Oleh 15 Mei 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Jakarta (Pen Koopsau I) – Semalam suntuk 60 awak pesawat Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau I) terapung di laut yang ganas arus dan gelombangnya, serta berusaha menghindar dari serangan tembakan musuh, akhirnya dengan susah payah nyawa mereka dapat tertolong setelah pasukan kawan menemukan awak pesawat yang naas itu setelah pesawat yang ditumpanginya kena musibah dalam operasi atau pertempuran dan awak pesawat berusaha menyelamatkan diri di Pantai Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Demikianlah salah satu skenario kegiatan air pada Latihan Survival Tempur tahun 2009, yang dilaksanakan Komando Operasi TNI Angkatan Udara I (Koopsau I) di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat dari tanggal 23 sampai dengan 25 Juni 2009.

 

Sebelumnya awak pesawat atau pelaku latihan telah melaksanakan pelajaran gladi lapang terdiri dari Kompas siang, turun tebing, baca peta, bivak / Konsolidasi, pendadakan, kompas malam, Box stelling/Formasi pertahanan, pemberian perintah operasi, resistance, interogasi, pelolosan, rintangan sungai, Kerjasama Pesawat Terbang, jalan kompas, pengetahuan survival, sanjak/jalan mundur, How To Fight, survival air dan menembak.

Baca juga:  Prajurit Yonko 463 Paskhas Apel Khusus di Lanud Iswahjudi

 

Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Imam Sufaat dalam sambutan penutupan Latihan Survival Tempur ” Madhi Yudha ” 2009 di Pantai Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, Jumat, (25/6) mengatakan dengan berakhirnya latihan yang berlangsung selama 4 hari ini berarti, kita baru saja menyelesaikan salah satu program latihan, guna lebih meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan profesionalisme awak pesawat, serta meningkatkan Staf Makoopsau I dalam manajemen operasi dan latihan, khususnya dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian latihan Survival Tempur ” Madhi Yudha”. Pangkoopsau I berharap apa yang telah saudara-saudara peroleh selama latihan, hendaknya dapat dijadikan pegangan untuk pengembangan selanjutnya, karena tiada jalan pintas untuk menjadi ”Airman ” yang profesional dan memiliki semangat serta jiwa juang yang tinggi, tanpa latihan-latihan seperti yang kita laksanakan ini.

 

Sasaran latihan yaitu terwujudnya pemahaman/penguasaan teori dan prinsip-prinsip SERE (Survival, Evasion, Resistance, dan Escape) dengan baik, dan terwujudnya kemampuan, ketrampilan dan cara bertindak yang benar dalam menghadapi keadaan darurat dalam melaksanakan SERE, serta terwujudnya kesiapsiagaan operasi awak pesawat guna menjamin keberhasilan tugas Koopsau I.

Baca juga:  PIA Ardhya Garini cabang 14 /D I Lanud Padang ziarah ke TMP

 

Acara penutupan ditandai dengan Pelepasan tanda peserta latihan oleh Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Imam Sufaat kepada masing-masing perwakilan Komando Latihan Letnan Kolonel Penerbang Yayok, Pelatih Mayor Pasukan Anang Baskoro dan Pelaku Letnan Dua Navigator Prasetyo.

 

Pelaku Latihan diikuti Para Penerbang dan Ground Crew yang datang dari Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Suryadarma Kalijati, Lanud Pekanbaru, dan Lanud Supadio Pontianak, berjumlah 60 dan Pelatih dan Kolat berjumlah 110 personel.

 

Pelajaran yang ingin dikembangkan yaitu mekanisme/prosedur permintaan pertolongan/bantuan dari para survivor kepada Tim SAR, Teknik dan taktik untuk dapat bertahan hidup dalam situasi dan kondisi emergency, dan teknik dan teknik untuk menghindar dari bahaya musuh yang menghadang serta sistem dukungan logistik untuk kelancaran pelaksanaan latihan.

 

Diluar skenario latihan, sehari sebelum Penutupan Latihan Koopsau I juga melaksanakan malam gembira berupa hiburan band dan pesta kembang api yang disugukan kepadam masyarakat setempat sebagai ungkapan kedekatan TNI AU dengan masyarakat setempat.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel