Berita

AWAK PESAWAT LANUD HALIM “TERAPUNG DI DANAU CIHUNI, SUBANG”

Dibaca: 16 Oleh 21 Mei 2010Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Keadaan cuaca yang akhir-akhir ini sangat cepat berubah, dari citra satelit cuaca terlihat pertumbuhan awan yang hampir merata meliputi daerah Jakarta dan Jawa Barat. Sebuah pesawat angkut dengan enam puluh penumpang yang sedang melaksanakan misi operasi dari Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta mengalami kerusakan mesin, posisi dilaporkan saat berada di area Cilacap dengan heading mengarah ke Bandung. Beberapa jam kemudian pesawat tersebut belum juga mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma sesuai waktu yang direncanakan.

 

Setelah pesawat dinyatakan hilang, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma marsekal Pertama TNI Bagus Puruhito segera memerintahkan pencarian posisi hilangnya pesawat.dari pantuan radar Jakarta Approach, dilaporkan posisi pesawat terakhir yang terpantau di radar berada pada jarak 50 nm sebelah tenggara Bandung kemudian pesawat hilang dari pantuan radar dan komunikasi terakhir dilaporkan 5 menit setelah hilangnya pesawat dari radar, pilot melaporkan posisi pesawat berada 20 nm approaching Bandung dan meminta menurunkan ketinggian dari 16.500 ft ke 6500 ft untuk melaksanakan terbang visual. Sontak ruang operasi Lanud Halim Perdanakusuma sekejab ramai di datangi pejabat Lanud mulai dari Skadron Udara dan para pejabat lainnya ingin mengetahui bangaimana keadaan pesawat dan awaknya.

Baca juga:  Pangkosekhanudnas IV Hadiri Pelantikan Bupati Kabupaten Biak

 

Beberapa jam setelah pesawat dinyatakan hilang, Ruang Operasi Lanud Suryadarma, Kalijati melaporkan bahwa ada sekelompok masyarakat di sekitar Lanud Suryadarma melihat sebuah pesawat terbang sangat rendah dan jatuh di hutan beberapa kilometer dari Lanud Suryadarma. Mendengar berita tersebut Tim SAR TNI Angkatan Udara bersama penduduk setempat segera melaksanakan pencarian, tetapi karena cuaca tidak memungkinkan dan haripun mulai gelap maka akan sangat berbahaya apabila pencarian korban tetap diteruskan saat itu dan diputuskan pencarian akan dilanjutkan keesokkan harinya.

 

Pada hari pertama Tim SAR mendapatkan titik terang dengan ditemukannya bangkai pesawat yang jatuh, tetapi tidak ditemukan seorangpun awak pesawat maupun penumpangnya, hanya ditemukan banyak jejak kaki manusia menuju kesuatu arah. Tim SAR menyimpulkan bahwa mereka semuanya Crew dan penumpang selamat dan semalam di hutan mereka makan seadanya dari makanan yang masih tersisa serta memanfaatkan hasil hutan yang mereka temui.

 

Awak pesawat dan penumpang, dengan memanfaatkan peralatan dan logistik yang ada mencoba bertahan hidup serta mencari bantuan pada masyarakat disekitar daerah tersebut sambil menunggu datangnya bantuan dari Tim SAR yang sedang melaksanakan pencarian.

Baca juga:  Danlanud Sim Mengantar Danguskamla Koarmada I

 

Hari ke 3 juga menggunakan bantuan dari informasi yang didapat dari Tim SAR dan penduduk setempat yang telah menelusuri tanda jejak kaki lewat darat. Dengan beberapa informasi dan tanda-tanda yang ada akhirnya para awak pesawat dan penumpang dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Selanjutnya dilaksanakan pertolongan sampai kemudian para Survivor dapat diselamatkan semuanya tanpa ada yang cedera serius.

 

Kejadian tersebut merupakan skenario latihan Survival Dasar yang dilaksanakan oleh Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma, selama tiga hari yang ditutup oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Bagus Puruhito di Lapangan Sepak Bola Desa Cihuni Cipendey, Subang, Jawa Barat, Rabu (31/3).

 

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Bagus Puruhito mengatakan dengan berakhirnya latihan Survival Dasar ini berarti kita baru saja menyelesaikan salah satu program latihan guna lebih memantapkan profesionalisme para awak pesawat. Latihan ini bukan merupakan akhir dari segala latihan, namun baru merupakan dasar kemampuan survival, saudara-saudara masih akan dihadapkan dengan latihan survival selanjutnya survival tempur. Komandan Lanud Halim mengharapkan apa yang telah diperoleh selama mengikuti latihan ini hendaknya dapat dijadikan pegangan untuk pengembangan selanjutnya, karena tiada jalan pintas untuk menjadi survivor yang profesional dan handal tanpa latihan-latihan seperti yang telah kita laksanakan ini.

Baca juga:  Halal Bi Halal Di Lanud Sultan Hasanuddin

 

Sasaran Latihan terwujudnya kemampuan personel/awak pesawat dalam menghadapi keadaan darurat, mampu bertahan hidup di darat dan di air serta terwujudnya mental dan fisik yang kuat dalam menghadapi kemungkinan emergency penerbangan bila dihadapkan dengan tugas pokok Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma.

 

Sedangkan macam latihan taktis dan pasukan, sifat latihan satu pihak terkendali dan methode latihan geladi lapangan survival dasar. Uapacara penutupan dihadiri Komandan Lanud Suryadarma, Komandan Wingditekkal, Muspida Kabupaten Subang dan para Tokoh Masyarakat setempat.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel