Berita

AWALI 2018, DAN LANUD ABD. SALEH INGIN WUJUDKAN ”ZERO ACCIDENT”

Dibaca: 82 Oleh 04 Jan 2018Tidak ada komentar
AWALI 2018, DAN LANUD ABD. SALEH INGIN WUJUDKAN ”ZERO ACCIDENT”
#TNIAU 

TNI AU. Safety meeting disertai peluncuran buku Safety Booklet tahun 2017 yang digelar Rabu  (3/1) di gedung Binayudha Lanud Abdulrachman Saleh adalah keinginan untuk melanjutkan hasil program kerja tahun 2017 yang telah sukses menghasilkan “Zero Accident” dalam kegiatan penerbangan pada seluruh Satuan / Skadron Udara yang ada di Lanud Abdulrachman Saleh. “Sehingga di tahun 2018 diharapkan juga tercapainya kembali Zero Accident untuk seluruh Skadron udara di Lanud Abd. Saleh, atau program Zero Accident menuju Safety Culture 2018, demikian harap Komandan Lanud Abd. Saleh Marsma TNI Julexi Tambayong.

Turut hadir dalam rapat Safety Meeting di gedung Binayuda Lanud Abd. Saleh Komandan Wing 2 Lanud Abd. Saleh Kolonel Pnb Hermawan Widhianto, S.E., Kadisops lanud Abd. Saleh, Kadispers, Kadislog, Komandan Skadron Udara 32, Komandan Skadron udara 4, Komandan Yonko 464, Komandan Denmatra, Kasilambangja Lanud Abd Saleh beserta seluruh aircrew yang berdinas di Lanud Abd. Saleh, pengurus Fasida Provinsi Jawa Timur dan para atlet olahraga dirgantara.

Baca juga:  Yonko 464 Paskhas Hadapi Uji Kesiapan Operasi Satuan T.A. 2017

Kepala Seksi Keselamatan terbang dan kerja Lanud Abd. Saleh Letkol Pnb Suryo Anggoro, M.Tr. (Han) sebagai leading factor melaksanakan upaya-upaya untuk meraih Zero Accident dapat terwujud pada tahun 2018 dengan cara Pertama, pembenahan seluruh program kerja, dan Kedua, evaluasi jangka waktu berkala untuk mencegah terjadinya accident terdiri dari faktor 4 M ( M= manusia, M = media, M = machine dan M = management).

Faktor manusia sangat erat kaitannya dengan culture (budaya). Budaya untuk selalu menerima perintah atasan secara bulat-bulat tidak dapat sepenuhnya bisa diterapkan dalam dunia penerbangan. Jika seorang komandan skadron udara menerima perintah atasan untuk melaksanakan suatu misi, sementara kondisi alutsistanya kurang memadai kesiapannya akan berpotensi menimbulkan pelanggaran yang pada akhirnya menyebabkan accident/incident.  Faktor media yang meliputi cuaca yang dapat menganggu pesawat terbang maupun penglihatan penerbang ketika melaksanakan penerbangan. Faktor machine / alat atau pesawat yang mengalami trouble dapat menyebabkan incident maupun accident dan factor management yaitu kebijakan yang tidak berbasis pada safety / keselamatan merupakan salah satu kesalahan organisasi.

Baca juga:  Pangkoopsau I Hadiri Upacara 17 Agustus di Balai Kota Jakarta

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel