halaman

BAB VI : PEMBINAAN KEKUATAN DAN KEMAMPUAN TNI ANGKATAN UDARA

Dibaca: 2717 Oleh 10 Jan 2010Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

26. Umum.   Pembinaan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang maksimal akan melahirkan kekuatan dan kemampuan dalam mengatasi setiap ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.  Pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara diperlukan untuk mendapatkan daya tangkal dan mendukung upaya diplomasi agar memperoleh posisi tawar yang memadai pada setiap penyelesaian suatu konflik antar negara.   Dalam rangka mengamankan wilayah perbatasan darat, laut, dan udara diperlukan adanya pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang profesional, modern dan kuat.  Pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara ditujukan untuk mewujudkan postur TNI Angkatan Udara yang meliputi struktur kekuatan, kemampuan dan gelar sehingga mampu melaksanakan tugas OMP dan OMSP.

 

27. Pertimbangan.  Berbagai hal yang menjadi pertimbangan dalam melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara adalah sebagai berikut :

 

a. Urgensi.   Penyelenggaraan pembinaan harus mempertimbangkan urgensi pencapaian suatu tingkat kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang diinginkan melalui proses sesuai dengan daur pembinaan secara tepat dan benar, baik pada masa damai maupun secara khusus menghadapi ancaman nyata. 

 

b. Risiko.   Penyelenggaraan pembinaan harus mempertimbangkan faktor risiko yang diperhitungkan terhadap pencapaian hasilnya.

 

c. Profesionalitas.  Penyelenggaraan pembinaan harus standar untuk mewujudkan performance dengan  mempertimbangkan tingkat profesionalitas yang diharapkan.

 

d. Teknis.   Penyelenggaraan pembinaan harus mempertimbangkan faktor teknis dikaitkan dengan tingkat kepadatan materiil dan bobot teknologi.

 

e. Legalitas.  Penyelenggaraan pembinaan harus mempertimbangkan ketentuan-ketentuan hukum dan prosedur yang baku, baik hukum nasional, hukum internasional yang telah diratifikasi, maupun kebiasaan-kebiasaan umum yang berlaku secara universal dan lokal.

 

f. Keamanan dan Keselamatan.   Penyelenggaraan pembinaan harus mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan sekaligus mencegah timbulnya kerugian, baik materiil maupun personel.

 

28. Pokok-Pokok Pembinaan.  Penyelenggaraan pembinaan TNI Angkatan Udara dilakukan dalam satu siklus pembinaan secara berkelanjutan, meliputi semua aspek yang berpengaruh terhadap pencapaian tugas TNI Angkatan Udara.   Di setiap eselon, pembinaan tersebut dilakukan secara terpadu, terencana dalam penentuan tujuan, pentahapan sasaran, penerapan sistem dan metode yang baku untuk setiap jenjang.   Pembinaan TNI Angkatan Udara ditujukan untuk mewujudkan Postur TNI Angkatan Udara guna mengatasi setiap ancaman militer dan ancaman bersenjata serta mampu melaksanakan tugas OMP dan OMSP.   Penyelenggaraan pembinaan TNI Angkatan Udara merupakan tanggung jawab Kepala Staf TNI Angkatan Udara dalam penyelenggaraan pembinaan khas matra udara.  

 

 

29. Kekuatan TNI Angkatan Udara.   Kekuatan TNI Angkatan Udara merupakan totalitas sinergi kekuatan yang meliputi  organisasi, personel, materiil, fasilitas dan jasa, sistem dan metode, serta anggaran yang didayagunakan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

 

30. Pembinaan Kekuatan TNI Angkatan Udara.  Pembinaan kekuatan TNI Angkatan Udara sangat diperlukan dalam upaya memenuhi kebutuhan dan kesiapan operasional yang mampu mengikuti perkembangan sistem senjata modern agar selalu siap untuk menghadapi kemungkinan datangnya ancaman. 

 

a. Tujuan Pembinaan Kekuatan.   Pembinaan kekuatan TNI Angkatan Udara ditujukan untuk memenuhi kualitas dan kuantitas kekuatan TNI Angkatan Udara yang tepat serta berdaya guna secara maksimal, sehingga mampu melaksanakan tugasnya.

 

b. Sasaran Pembinaan Kekuatan.   Sasaran pembinaan kekuatan TNI Angkatan Udara ditetapkan sebagai berikut :

 

1) Tercapainya tingkat kesiapan kekuatan alutsista yang optimal. 

 

2) Tercapainya tingkat kesiapan operasional yang tinggi untuk dapat diproyeksikan guna melaksanakan berbagai operasi udara secara tepat waktu. 

 

3) Tercapainya pola penggelaran kekuatan udara yang bersifat fleksibel berdasarkan persyaratan operasional, sehingga mampu mengantisipasi ancaman yang dipersepsikan.

 

4) Tercapainya tingkat keterpaduan sistem kesenjataan udara yang solid dan memadai untuk melaksanakan tugas-tugas OMP dan OMSP. 

 

5) Tercapainya tingkat efektivitas organisasi, sistem dan metode, kepemimpinan dan manajemen serta anggaran dalam mendorong dan menggerakkan elemen-elemen kekuatan udara pada pencapaian hasil pembinaan secara optimal dan aman. 

 

6) Terwujudnya kesiapsiagaan satuan, kelancaran proses pembinaan kemampuan dan terpeliharanya moril serta kesejahteraan personel melalui pembinaan pangkalan yang meliputi bangunan perkantoran, perumahan, fasilitas pendidikan, medan latihan dan sarana prasarana lainnya yang diperlukan untuk memudahkan kegiatan pembinaan satuan maupun memperlancar dalam pelaksanaan tugas.

Baca juga:  Pelibatan Dalam Operasi Dan Latihan

 

c. Asas Pembinaan Kekuatan.  Penyelenggaraan pembinaan kekuatan TNI Angkatan Udara mengacu kepada asas pembinaan secara universal serta disesuaikan dengan lingkungan sistem pertahanan nasional, yakni :

 

1) Asas Manfaat.   Pembinaan yang dilaksanakan harus berdaya guna atau berfaedah bagi penciptaan kondisi kekuatan nyata TNI Angkatan Udara yang memiliki keunggulan dalam penggunaannya.

2) Asas Keterpaduan.   Pembinaan yang dilaksanakan harus secara ter-integrasi dan saling terkait antar subsistem kekuatan TNI sehingga tercipta persamaan persepsi dalam penggunaan kekuatan nantinya. 

3) Asas Jangka Panjang.  Pembinaan yang dilaksanakan harus sesuai dengan perencanaan jangka panjang dan strategis sehingga terjadi efisiensi penggunaan sumber daya selain tanggap terhadap perubahan yang terjadi pada masa yang akan datang.

4) Asas Pencapaian Sasaran.   Pembinaan yang dilaksanakan harus meng-hasilkan suatu kondisi nyata pertahanan secara tepat dan terukur sesuai dengan sasaran-sasaran yang telah ditentukan.

5) Asas Realistis.  Pembinaan yang dilaksanakan harus menyesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang tersedia dengan memperhatikan kemampuan dukungan dari pemerintah ke depan.

6) Asas Responsif. Pembinaan yang dilaksanakan harus selalu tanggap dan menyesuaikan diri dengan  perubahan lingkungan dan kebijakan makro tentang pertahanan negara.

7) Asas Objektif. Pembinaan yang dilaksanakan harus selalu berorientasi kepada pencapaian sasaran penggunaan kekuatan untuk melaksanakan operasi pertahanan dan keamanan.

8) Asas Efisiensi Anggaran.   Pembinaan yang dilaksanakan harus mampu men-dayakan potensi sumber daya yang tersedia secara minimal untuk pencapaian hasil yang ditentukan serta semaksimal mungkin mampu mengeliminasi kemungkinan pemborosan, manipulasi dan korupsi dalam pelaksanaannya.

 

d. Objek Pembinaan Kekuatan.   Objek pembinaan kekuatan TNI Angkatan Udara pada intinya adalah organisasi, personel, kepemimpinan dan manajemen,  materiil dan jasa, sistem dan metode serta anggaran, dengan berpedoman sebagai berikut :

 

1) Organisasi.   Organisasi TNI AU dikembangkan ke arah organisasi yang efisien pada kondisi damai dan efektif dalam kondisi krisis dan perang. 

2) Personel.   Pembinaan personel pada hakikatnya mencakup aspek pembinaan tenaga manusia (Binteman) dan aspek pembinaan personel individu (Binpers) TNI Angkatan Udara, dilakukan di satuan-satuan kerja dan di lembaga-lembaga pendidikan, sebagai berikut :

 

a) Pembinaan Tenaga Manusia.   Pembinaan tenaga manusia adalah kegiatan pembinaan terhadap tenaga manusia sebagai sumber daya utama yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dengan tujuan untuk menentukan kebutuhan tenaga manusia yang berkualitas (beriman, bertaqwa, bermoral, bermental, intelektual dan fisik yang baik) dan kuantitatif serta pengembangan dalam pemanfaatannya melalui suatu pengkajian pendayagunaan.

 

b) Pembinaan Fungsi Personel.   Pembinaan fungsi personel adalah pembinaan terhadap personel secara individu dengan tujuan untuk menyiapkan personel yang sanggup dan mampu secara optimal mengemban setiap tugas yang dihadapi, penyelenggaraannya dimulai sejak diterima sebagai prajurit sampai dengan berakhirnya masa dinas yang bersangkutan dalam organisasi, yang terdiri atas penyediaan, pendidikan, penggunaan, perawatan, dan pemisahan.

 

c) Pembinaan Mental.   Nilai kejiwaan harus tercermin didalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak prajurit, berlandaskan moral yang baik, semangat dan motivasi pelaksanaan tugas, serta diarahkan untuk membentuk insan prajurit yang bertumpu pada jati diri TNI.

 

d) Pembinaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.   Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah prasyarat dalam pengembangan intelektual personel, agar memiliki ketajaman persepsi, kejelian analisis dan keluasan wawasan.   Pembinaan intelektual dikembangkan selaras dengan perkembangan pendidikan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilaksanakan melalui pendidikan dan latihan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut sesuai dengan siklus peningkatan kemampuan.

 

e) Pembinaan Jasmani.   Pembinaan jasmani merupakan upaya mendasar yang sejajar dengan pembinaan kejiwaan dan pengetahuan, untuk membentuk prajurit agar memiliki kualitas dan kesamaptaan jasmani serta kesehatan yang setiap saat siap melaksanakan tugas.

f) Pembinaan Kepemimpinan TNI Angkatan Udara.  Pembinaan kepemimpinan TNI Angkatan Udara diarahkan kepada penyesuaian kultur TNI Angkatan Udara terhadap peran TNI yang dapat mewujudkan pemimpin yang beriman, bertaqwa, bermoral, berkarakter dan tangguh dalam pengabdiannya serta bertanggung jawab dan berani menanggung jawab.   Wujud penyesuaian kultur TNI Angkatan Udara adalah peningkatan moral dan etika dengan maksud agar Pancasila, UUD 1945, Sumpah Prajurit, Sapta Marga, 8 Wajib TNI, dan 11 asas kepemimpinan TNI menjadi pedoman sikap dan perilaku prajurit  dalam  pergaulan di lingkungannya sendiri maupun di masyarakat luas.    Peningkatan moral dan etika yang terhormat bagi prajurit harus diterapkan  dalam sikap dan perilaku prajurit dimanapun berada dan bertugas yang merupakan citra positif jati diri TNI Angkatan Udara.   Citra positif jati diri TNI Angkatan Udara ini harus mencerminkan  sebagai bagian dari rakyat, lahir dan berjuang bersama rakyat, demi membela kepentingan negara, dalam peran sebagai alat pertahanan NKRI.   Peningkatan moral dan etika prajurit juga harus dapat meningkatkan kesadaran hukum dan penegakan hak asasi manusia, agar kiprah dan keberadaannya senantiasa diterima dan dicintai masyarakat.   Sikap prajurit TNI Angkatan Udara dalam menghadapi perkembangan situasi yang sangat dinamis dan sarat dengan perubahan ini, dituntut untuk selalu menyadari dan memahami nilai, karakter dan jati diri TNI/TNI Angkatan Udara dalam tugas pengabdiannya.   Penyadaran ini ditujukan agar senantiasa dapat berpegang teguh pada prinsip, berpijak pada posisi yang benar, dan tidak terombang ambing dalam berbagai kepentingan golongan atau aliran, agar TNI Angkatan Udara tetap menjadi kekuatan yang solid, kompak dan terhormat dalam menentukan sikap dan tindakan dengan dilandasi kesetiaan yang tinggi kepada bangsa dan negara.   Sikap Prajurit TNI Angkatan Udara dalam menghadapi ancaman, dituntut untuk senantiasa berpedoman pada hakikat TNI/TNI Angkatan Udara sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional serta Tentara Profesional.  

Baca juga:  Galeri Foto Sementara

 

3) Materiil, Fasilitas dan Jasa.   Materiil, fasilitas dan jasa perlu dikembangkan agar memiliki keandalan layak pakai secara teknis dan mampu mendukung pelaksanaan tugas. Kegiatan pembinaan dilaksanakan melalui upaya perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, perbaikan dan penghapusan dalam rangka melengkapi kebutuhan TNI Angkatan Udara. 

 

4) Sistem dan Metode :

 

a) Pembinaan Sistem.   Mekanisme kegiatan yang diatur oleh dasar atau pedoman, petunjuk  dan prosedur yang berlaku untuk menyelenggarakan dan membina fungsi-fungsi di TNI Angkatan Udara,

 

b) Pembinaan Metode.   Teknis pengaturan dalam mekanisme kegiatan yang diberlakukan untuk menyelenggarakan dan membina fungsi-fungsi di TNI Angkatan Udara.

 

c) Pembinaan Manajemen.   Pembinaan Manajemen TNI Angkatan Udara diarahkan kepada pengelolaan pertahanan negara matra udara meliputi perencanaan, penyelenggaraan dan pengawasan dalam membina, membangun, menggunakan kemampuan dan kekuatan alutsista  yang  dilaksanakan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang rawan terhadap bencana alam.   Pembinaan manajemen TNI Angkatan Udara harus memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi, Hak Asasi Manusia, kesejahteraan umum, lingkungan hidup, ketentuan hukum nasional, internasional dan kebiasaan internasional.

 

5) Anggaran.   Pembinaan anggaran TNI Angkatan Udara diarahkan guna menjamin terlaksananya seluruh kegiatan pembinaan TNI Angkatan Udara yang dibiayai dari anggaran pertahanan negara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  Anggaran harus dapat dipertang-gungjawabkan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas serta efisiensi, yang pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengelolaannya dilakukan oleh Sistem Pengawasan Internal (SPI) dan Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) Republik Indonesia.

 

31. Kemampuan TNI Angkatan Udara.   Kemampuan TNI Angkatan Udara dalam upaya pertahanan negara dilaksanakan melalui berbagai bentuk operasi, baik yang bersifat mandiri maupun sebagai bagian dari suatu operasi gabungan yang akan memberikan efek kejut, daya hancur yang tinggi dalam mencapai keberhasilan atau  menentukan kemenangan di semua aspek dan dimensi perang.   Untuk dapat mempunyai efek kejut dan daya hancur yang tinggi, maka kekuatan TNI Angkatan Udara harus optimal, berkemampuan profesional dan selalu siap serta mampu untuk dihadapkan kepada segala bentuk ancaman terhadap negara dan bangsa yang bakal dihadapi.   Kemampuan TNI Angkatan Udara yang meliputi kemampuan-kemampuan dalam bidang intelijen, pertahanan, keamanan, pemberdayaan wilayah pertahanan dan dukungan harus dapat diproyeksikan dalam berbagai bentuk operasi yang sudah ditentukan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI. 

Baca juga:  Perwira PSDP Penerbang TNI

 

32. Pembinaan Kemampuan TNI Angkatan Udara.   Perubahan dan perkembangan lingkungan strategis dan kemajuan Iptek di bidang teknologi persenjataan, sangat mempengaruhi teknik dan strategi perang pada saat ini.  Hal tersebut mendorong TNI Angkatan Udara untuk selalu meningkatkan kemampuannya agar dapat mengimbangi dan menghadapi setiap ancaman yang bakal terjadi khususnya yang datang melalui media udara.  Upaya untuk meningkatkan kemampuan yang diwujudkan dalam bentuk pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara diarahkan agar mampu melaksanakan tugas TNI Angkatan Udara di bidang intelijen, pertahanan, keamanan, pemberdayaan wilayah pertahanan dan dukungan guna mendukung kegiatan TNI Angkatan Udara. 

 

a. Tujuan Pembinaan Kemampuan.  Tujuan pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara ditujukan untuk mencapai tingkat kemampuan yang profesional agar dapat mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara.

 

b. Sasaran Pembinaan Kemampuan.   Sasaran pembinaan kemampuan  TNI Angkatan Udara sebagai berikut :

 

1) Terwujudnya keterpaduan penggunaan kekuatan TNI Angkatan Udara.

2) Terwujudnya kemampuan TNI Angkatan Udara yang dapat mendukung tugas pokok TNI dalam rangka OMP dan OMSP.

3) Tercapainya tingkat profesionalisme prajurit yang meliputi kemampuan, keahlian, dedikasi/loyalitas, moril dan sifat-sifat keperwiraan untuk mampu melaksanakan tugas yang diemban.

4) Tercapainya tingkat pemilikan dan penguasaan teknologi terkini yang mengutamakan  produksi dari  industri dalam negeri, dengan memperhatikan berbagai aspek yang berhubungan dengan kelangsungan operasional dibandingkan jika menggunakan produksi dari luar negeri.

 

c. Asas Pembinaan Kemampuan.  Penyelenggaraan pembinaan kemampuan Angkatan Udara mengacu pada asas pembinaan secara universal dan disesuaikan dengan pola pembinaan TNI yang melingkupi :

 

1) Asas  Tujuan.   Pembinaan seluruh sumber daya diarahkan pada pencapaian tujuan secara tepat dan dapat memilih serta mendahulukan hal-hal yang penting dengan memperhatikan karakteristik kekuatan udara.

2) Asas Kenyal.   Pembinaan kemampuan dilaksanakan untuk mampu menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi yang relatif cepat berubah.

3) Asas Desentralisasi.  Pengelolaan sumber daya diselenggarakan melalui proses perencanaan dan pengendalian terpusat dengan pelaksanaan yang didesentralisasikan.

4) Asas Keterpaduan.   Pembinaan kemampuan dilaksanakan berdasarkan keterpaduan antara pembinaan fungsi yang satu dengan fungsi lainnya. 

5) Asas Kemandirian.   Pembinaan kemampuan diarahkan pada pemberdayaan sumber daya dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri.

6) Asas Penguasaan Profesi.   Penguasaan profesi yang dilandasi oleh airmanship, tanggung jawab dan disiplin tinggi merupakan faktor yang menentukan keberhasilan pembinaan.

d. Objek Pembinaan Kemampuan.    Objek pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara sebagai berikut :

 

1) Kemampuan Intelijen.  Pembinaan kemampuan intelijen disiapkan untuk dapat berfungsi sebagai alat deteksi dini/penginderaan dini, dalam upaya pencegahan  dini pada penyelenggaraan OMP dan OMSP.      

2) Kemampuan Pertahanan.  Pembinaan kemampuan pertahanan  disiapkan untuk melaksanakan penyerangan udara, pengendalian udara, dukungan udara, dan eksploitasi informasi sebagai tugas TNI Angkatan Udara dalam  penyelenggaraan  OMP  guna menangkal,  menindak  dan  mengatasi ancaman dari luar negeri yang datang dari dan atau melalui udara terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara serta  keselamatan bangsa. 

3) Kemampuan Keamanan. Pembinaan kemampuan keamanan  disiapkan untuk dapat melaksanakan dukungan udara, pertahanan udara dan eksploitasi informasi sebagai tugas TNI Angkatan Udara dalam penyelenggaraan OMSP guna menghadapi dan menanggulangi ancaman dalam negeri yang datang dari dan atau melalui udara terhadap integritas wilayah negara serta  keselamatan bangsa.  

4) Kemampuan Pemberdayaan Wilayah.   Pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara untuk membina dan memberdayakan unsur kedirgantaraan nasional sebagai cadangan udara maupun dukungan udara yang dapat mendukung pelaksanaan tugas-tugas TNI Angkatan Udara pada masa damai maupun perang.

5) Kemampuan Dukungan.  Pembinaan kemampuan yang disiapkan untuk dapat mendukung kemampuan intelijen, kemampuan pertahanan dan kemampuan keamanan, pemberdayaan wilayah pertahanan udara, membantu Pemda dan Polri, perwujudan perdamaian dunia dan dukungan kemanusiaan dalam rangka pencapaian keberhasilan tugas TNI Angkatan Udara.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel