Berita

Bakorda AU Bandung Peringati Hari Jadi TNI Angkatan Udara Ke-71

Dibaca: 25 Oleh 10 Apr 2017Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Puncak peringatan ke-71 hari jadi TNI Angkatan Udara wilayah Bakorda(Badan Koordinasi Daerah) Bandung diselenggarakan dengan upacara militer, Minggu (9/4), di lapangan upacara staf 2 Lanud Sulaiman dengan Inspektur upacara Wadan Koharmatau (Wakil Komandan Komando Pemeliharaan Materil Angkatan Udara) Marsekal Pertama TNI Hadi Suwito, S.E., yang juga dihadiri para pejabat di lingkungan TNI AU Bakorda Bandung, para pejabat TNI-Polri, pejabat jajaran Muspida, dan diikuti para perwira, bintara, tamtama, dan PNS.

Peringatan hari jadi TNI Angkatan Udara perlu kita jadikan sebagai introspeksi, apakah TNI Angkatan Udara saat ini telah mampu memainkan peran, tugas, dan fungsinya sebagai penjaga kedaulatan negara di udara ? Jujur harus kita akui bahwa masih banyak ruang yang bsa kita perbaiki agar tugas yang telah diamanahkan negara kepada TNI Angkatan Udara dapat dijalankan sesuai dengan perundang-undangan.

Demikian amanat Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wadan Koharmatau yang juga mengatakan bahwa membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan adalah pertama-tama, dan tahap utamanya adalah membangun jiwa.

Baca juga:  Prajurit Lanud Supadio Gelar Doa Bersama

“Jiwa prajurit penjaga dirgantara bukan hanya pintar tapi harus dilandasi dengan jiwa kesatria, militan, loyal, dan profesional, yang disebut sebagai jiwa Airmanship . Pintar tidak diimbangi dengan sifat kesatria tidak akan bertanggungjawab, pintar tanpa militansi akan mudah menyerah dan pintar tidak punya loyalitas akan menjadi disertir” kata wadan Koharmatau saat membacakan amanat KSAU.

Selanjutnya Kasau menekankan kepada seluruh airmanship, agar selalu bertindak dan bersikap sesuai dengan kode etik Prajuurit TNI, yaitu Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, dan Sebelas Azas Kepemimpinan. Disamping itu, salah satu konsekuensi logis dari airmanship adalah faktor keselamatan terbang dan kerja yang menjadi tolak ukur keberhasilan dalam setiap embanan tugas.

Disampaikan pula khusus untuk pengadaan alutsista, saya tegaskan agar dikelola secara transparan, akuntabel, dan disesuaikan dengan prinsip-prinsip keuangan yang berlaku. Ketiga hal tersebut harus dilaksanakan mulai dari tingkat pengambil kebijakan sampai dengan pelaksana di lapangan. Apabila ketiga hal tersebut dapat kita laksankan dengan konsisten dan penuh tanggung jawab, maka alutsista TNI Angkatan Udara akan bebas dari korupsi, bermartabat, dan terpercaya sehingga menjadi pelopor dalam menciptakan clean goverment dan good goverment.

Baca juga:  PANGKOSEKHANUDNAS IV MENGHADIRI PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2012 DI BIAK

KSAU pun menyatakan bahwa saat ini wilayah udara bukan lagi lahan kosong yang tidak bermakna, melainkan menjadi bagian wilayah yang sangat menentukan bagi kedaulatan suatu negara, kepentingan nasional, dan kelangsungan hidup suatu bangsa.” Membangun Angkatan Udara yang modern diperlukan anggaran yang besar termasuk dukungan politik negara. Point penting yang harus kita pahami, yaitu modernisasi TNI Angkatan Udara akan menjadi sia-sia, apabila tanpa diwaki oleh prajurit yang berjiwa kesatria, militan, loyal, dan profesional,” kata Irup.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen yang dituangkan dalam tema peringatan, yaitu “ Dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyan, dan Profesional, TNI Angkatan Udara Bersama Rakyat Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel