Berita

BAKSOS KOOPSAU I DI KABUPATEN BENGKAYANG

Dibaca: 3 Oleh 18 Nov 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Dalam rangka Bakti TNI Terpadu 2011 yang mengambil tempat di Kabupaten Bengkayang, Singkawang – Kalimantan Barat, Tim Kesehatan Koopsau I dibawah Kordinator Kesehatan Kakes Koopsau I Letkol Kes dr. P. Aribowo mengadakan pengobatan massal.

Pengobatan massal yang dilaksanakan mulai tanggal 15-17 dan ditutup pada hari ini 18 November 2011 mampu menyedot simpatik warga sekitar yang membutuhkan, antusias warga terlihat dengan dipenuhinya RSUD Bengkayang dan RS. Lanud Singkawang II sebagai tempat yang digunakan untuk melayani pengobatan tersebut.

Dalam sambutan tertulisnya Pangkoopsau I Marsda TNI Sunaryo berharap penyelenggaraan Bakti TNI Terpadu ini dapat memberikan motifasi kepada masyarakat dalam membangun daerahnya masing-masing yang merupakan bagian dari pembangunan nasional, lebih lanjut Pangkoopsau I juga mengajak kepada seluruh warga sekitar Bengkayang agar dapat ikut serta memperdayakan wilayah pertahanan sehingga dapat tercipta stabilitas keamanan demi mempertahankan keutuhan NKRI.

Melihat tingginya antusias warga sekitar yang mengikuti pengobatan massal Pangkoopsau I melalui Letkol Kes dr. P. Aribowo juga berpesan agar kegiatan ini dapat dijadikan contoh dan dapat mempererat silahturahmi antara TNI dan warga sekitar, karena kegiatan tersebut dapat mendekatkan diri kepada warga sekitar khususnya mereka yang membutuhkan bantuan kesehatan.

Baca juga:  Dankorpaskhas Ikuti Upacara Ziarah di TMP Kusuma Negara

Dalam Pengobatan Massal ini juga melibatkan sedikitnya 70 Personel terdiri dari 8 dokter spesialis, 4 dokter gigi, 3 dokter umum, 47 paramedis, serta 8 pendukung yang kesemuanya diikutkan dari beberapa perwakilan dari tim kesehatan RSPAU dr. Esnawan Anatariksa, Lakespra Saryanto, Lakesgilut, RS. Lanud Supadio, RS. Lanud Suryadharma serta RSUD Bengkayang. Dalam pelayanan pengobatan tersebut pula tercatat 838 pasien pengobatan umum, 209 pasien pengobatan gigi, 103 pasien khitanan massal, 25 apseptor KB/MOW, dan 125 pasien operasi katarak.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel