Berita

Bandara Halim Perdanakusuma Sudah Over Capacity

Dibaca: 217 Oleh 02 Jun 2016Tidak ada komentar
Bandara Halim Perdanakusuma Sudah Over Capacity
#TNIAU 

Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M. menilai bahwa, operasional bandara Halim Perdanakusuma saat ini sudah terlalu padat, semrawut dan over capacity. Untuk itu Pangkoopsau I, berinisiatif mengundang para pengelola yang terlibat dalam operasional bandara Halim Perdanakusuma untuk membahas permasalahan operasional Bandara yang sudah padat dan mulai mengkhawatirkan safety penerbangan, bertempat di Ruang Rapat Suryadarma Makoopsau I, Rabu, (25/5).

Rapat koodinasi bandara Halim ini dipimpin langsung oleh Pangkoopsau I dan dihadiri oleh Para Pejabat Makoopsau I, Pejabat Lanud Halim Perdanakusuma, otoritas bandara, Angkasa Pura II, Air Navigation, para operator penerbangan seperti Batik Air, Citilink, Sriwijaya Air dan operator penerbangan sipil lainnya baik yang reguler maupun charter.

Mengawali rapat Pangkoopsau I secara tegas mengatakan bahwa rapat koordinasi yang dilaksanakan adalah untuk membahas permasalahan yang terjadi saat ini di bandara Halim Perdanakusuma, khususnya untuk keselamatan penerbangan/safety’’. “No Offence, No Personal Interest, It Only About Safety”, ujar alumnus AAU 86 yang saat ini menjabat Panglima Koopsau I.

Setelah rapat dibuka oleh Pangkoopsau I, selanjutnya masing-masing operator yang terlibat di bandara Halim Perdanakusuma diberikan kesempatan untuk paparan yang terkait di bidangnya dalam pengelolaan bandara. Paparan dimulai dari pihak Lanud Halim, dilanjutkan Angkasa Pura, Air Navigation, Otoritas Bandara, setelah itu baru dilaksanakan diskusi membahas persoalan Bandara Halim, yang intinya untuk mencari solusi dengan prioritas safety, security dan pelayanan.

Baca juga:  Pembekalan Panglima TNI Kepada Perwira Siswa Seskoau Angkatan-48

Pihak TNI AU dalam hal ini Lanud Halim Perdanakusuma menyampaikan data dan fakta tentang kegiatan operasional Skadron Udara TNI AU, operasional penerbangan reguler, serta operator penerbangan carter/kargo dikaitkan dengan kesiapan infrastuktur yang ada di bandara serta kaitan dengan slot jadwal penerbangan. Dari paparan tersebut disampaikan bahwa kegiatan penerbangan di bandara Halim sudah sangat padat dan pengelolaan parkir, ruang tunggu dan check in sudah tidak kondusif lagi. “Satu hal yang sangat penting akibat dari semua hal tersebut menyebabkan latihan penerbangan TNI AU menjadi terganggu, seperti dari 7 Flight direncanakan, hanya mampu dilaksanakan 3 sampai 4 sorti saja. Kondisi ini menyebabkan profisiensi para penerbang mengalami degradasi”, ujar Kadis Ops Lanud Halim Kolonel Pnb Damanik.

Selanjutnya dari pihak Angkasa Pura II menyampaikan bahwa, operasional bandara Halim memang sudah Over Capacity, terutama jadwal penerbangan dari jam 06.00 sampai 12.00 yang sudah melewati batas normal. Untuk itu pihak Angkasa Pura sudah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi padatnya jadwal penerbangan dan kesemrawutan dalam melayani pelanggan seperti ruang X-Ray, Waiting Room, Ruang Check in, dan fasilitas parkir. Untuk itu pihak Angkasa Pura menyampaikan agar dilakukan reschedule dan penataan infrastuktur yang saat ini sudah tidak memadai lagi.

Baca juga:  Wadanseskoau Buka Penatris Seskoau A-53

Dari pihak Air Navigation mengakui kepadatan yang terjadi dalam pengaturan penerbangan baik penerbangan militer maupun sipil, bahkan mereka mengatakan berdasarkan kondisi saat ini agar tidak ada lagi slot penambahan jadwal penerbangan. Pihak ATC secara tegas mengakui sudah kewalahan dalam melayani penerbangan dan kondisi ini apabila dibiarkan akan  berakibat fatique bagi operator ATC dan ini dapat berakibat fatal bagi keselamatan penerbangan.

Dalam diskusi antar pihak yang terlibat pengelolaan bandara, semuanya mengakui bahwa operasi bandara Halim saat ini sudah over capacity dan semua pihak sepakat untuk melakukan penataan dan penambahan infrastuktur serta reschedule jadwal penerbangan reguler selama kondisi bandara masih seperti saat ini, maka tidak ada penambahan jadwal penerbangan dan penambahan operator penerbangan baru.

Diakhir rapat Pangkoopsau I selaku penguasa wilayah dan bertanggungjawab terhadap keselamatan penerbangan secara tegas mengatakan bahwa, “Saat ini dengan melihat kondisi padatnya jadwalnya penerbangan dan keterbatasan infrastruktur pendukung, maka harus dilakukan penataan kembali pengelolaan bandara Halim untuk keselamatan penerbangan,baik penataan jadwal penerbangan dan fasilitas pendukung seperti pengaturan lalulintas udara, pengaturan ground movement pesawat, kapasitas bandara, pengaturan parkir dan traffic scheme”. Kejadian-kejadian yang terjadi di bandara seperti accident Batik Air dengan Trans Nusa dan lainya merupakan suatu warning bagi kita semua untuk tidak main-main dengan masalah safety atau keselamatan penerbanagan. TNI AU menyadari penggunaan Bandara Halim sebagai enclave sipil juga bermafaat bagi masyarakat luas dan menopang padatnya Bandara Soekarno Hatta. Namun hal tersebut tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan penerbangan.

Baca juga:  PAGKOOPSAU 1 INTERIOR CABIN HERCULES HARUS CERAH DAN TIDAK GELAP

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel