Berita

Bandara Husein Sastranegara Lakukan Pencegahan Dini Virus Corona

BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA LAKUKAN PENCEGAHAN DINI VIRUS CORONA
#TNIAU 

TNI AU.  Virus korona (koronavirus) sedang mewabah di China. Untuk mengantisipasi mewabahnya virus ini ke Indonesia melalui Bandara Husein Sastranegara sebagai gerbang utama Indonesia ke Jawa Barat dari dunia internasional, untuk melakukan pencegahan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara Husein Sastranegara bekerja sama dengan Satpomau Lanud Husein Sastranegara melakukan tes virus corona melalui alat Term Scanner di twrminal kedatangan Internasional Bandara Husein Sastranegara, Selasa (28/01/2020).

Virus ini dikabarkan telah menyerang puluhan orang dan membuat nyaris sepenjuru Asia waspada. Para ilmuwan China mengidentifikasi penyakit ‘misterius’ ini sebagai strain baru dari coronavirus yang berada dalam satu keluarga dengan sindrom pernapasan akut parah atau SARS dan sindrom pernapasan Timur-Tengah atau MERS.

“Seminggu yang lalu sudah bergerak. Masalah itu di Soekarno Hatta dan sekarang di mulai di Bandara Husein Sastranegara, ada otoritas yang menangani masing-masing. Mereka sudah melakukan upaya-upaya,” kata Bapak R. Iwan Winaya Mahdar, Manager Of Airport Maintenance Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Lebih lanjut Bapak Iwan menambahkan tidak menutup kemungkinan jika virus itu akan mendarat di Indonesia melalui Bandara Husein Sastranegara. Namun, pihaknya sudah memiliki dua tahap pencegahan sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi melalui alat Term Scaner di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Husein Sastranegara.

Baca juga:  Syukuran HUT Bekmatpus ke 26 di Gusang II Surabaya

“Tidak menutup kemungkinan (virus korona ke Indonesia). Kami sudah terapkan pencegahan standar dan fungsi tertentu (pencegahan khusus),” jelas Iwan.

Sementara itu Kepala Kesehatan Bandara Husein Sastranegara Ibu dr. Amriyah Suci Maharani “Orang yang terkena virus akan terdetek seperti panas badan dan lain-lain. Begitu mereka masuk bandara akan dideteksi suhu tubuh. Kalau ada keanehan kelaziman di atas rata-rata akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” imbuh dia.

“Sekarang ada lagi. Ya memang kita ini sebagai pintu gerbang apapun bisa lewat sini. Hal paling penting kewaspadaan kita mencegah penyakit-penyakit itu,” tegas dia.

Dalam berita sebelumnya, virus korona (koronavirus) jenis baru yang terdeteksi di China pada bulan Desember 2019 lalu dilaporkan sudah menelan dua korban jiwa. Sejauh ini ada 60 kasus yang sudah terkonfirmasi, namun menurut peneliti kemungkinan angka aslinya lebih besar dari dugaan.

Studi yang dilakukan oleh MRC Centre for Global Infectious Disease Analysis yang merupakan badan penasehat untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan saat ini virus sudah menyebar menimbulkan sekitar 1.700 kasus.

Baca juga:  Pengecekan Senjata dan Amunisi di Lanud Zam

Peneliti mengetahuinya dengan memperhitungkan kondisi wabah di China dan penemuan dua kasus baru di Thailand serta Jepang.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel