BeritaFoto

Banjir Bandang Sentani Jayapura Lanud Silas Papare Kena Dampaknya

Dibaca: 296 Oleh 18 Mar 2019Tidak ada komentar
Banjir Bandang Sentani Jayapura Lanud Silas Papare Kena Dampaknya
#TNIAU 

TNI AU.          Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr.(Han) menerima kunjungan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring  saat meninjau lokasi banjir bandang di Lanud Silas Papare Jayapura, Minggu (17/3/2019).  

Pada Sabtu malam (16/3/2019), banjir bandang menerjang kawasan Sentani dengan membawa material lumpur, pasir, batu dan pohon.

Pukul 17.00 WIT
Hujan deras mengguyur kawasan Sentani, Jayapura. Hujan tersebut turun sangat deras.

Pukul 18.00 WIT
Hujan mengalami fluktuatif dengan curah hujan menjadi deras mencapai 50.5 mm/jam.

Pukul 22.00-00.00 WIT
Ketika hujan deras di gunung maka palung sungai yang ada di sekitar Sentani tidak mampu menampung. Kemungkinan indikasi bahwa sebelumnya terjadi longsoran-longsoran yang kemudian membendung alur-alur sungai di hulu.

“Itulah yang menyebabkan mengapa terjadi banjir bandang dengan material kayu-kayu gelondongan, batu-batu sedimen banyak yang dialurkan ke bagian hilirnya. Kemudian menerjang 9 kelurahan-kelurahan di kecamatan Sentani.

Jumlah korban bencana banjir bandang di DistrikSentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga Minggu sore, terus bertambah menjadi 63 orang.

Baca juga:  Distinguish Graduate Visit Seskoau di Singapura

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyatakan, 17 jenazah telah berhasil teridentifikasi di RS Bhayangkara, Kota Jayapura dan 11 di antaranya sudah diserahkan kepada keluarga.

“Proses identifikasi akan dilanjutkan sampai jam 8 malam. Setelah itu besok akan dilanjutkan kembali sampai semua jenazah teridentifikasi,” katanya, Minggu sore.

Polda Papua juga mencatat, bencana banjir bandang tersebut juga telah mengakibatkan korban luka sebanyak 43 orang. Korban luka dirawat di Puskesmas Sentani Kota, RS Yowari, RS Marthen Indey dan RS Bhayangkara.

Kamal mengungkapkan, kerugian material yang disebabkan bencana tersebut cukup banyak, yaitu 350 rumah rusak berat, 3 jembatan rusak berat, 8 drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 gereja rusak berat, 1 masjid rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 ruko rusak berat dan 1 pasar rusak berat.

Hingga kini, tim gabungan terus berusaha melakukan evakuasi, pembersihan jalan dan pencarian korban yang hilang.

Menurut BPBD Provinsi Papua, bencana banjir bandang Sentani menerjang 4 kelurahan di Distrik Sentani, yaitu Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo, Sentani Kota dan Doyo Baru.

Baca juga:  TADARUSAN PIA AG BAKORCAB MADIUN

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel