TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Baret Paskhas Resmi Terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM

By 30 Nov 2017Berita, Korpaskhasau
2017-12-04-pen-korpaskhas-baret

TNI AU. Dalam rangka mencegah terhadap oknum atau institusi yang mencoba meniru serta memakai model dari baret Paskhas, maka berdasarkan Sertifikat Kementerian Hukum dan HAM RI tentang desain industri, desain “Baret Paskhas” terhitung mulai tanggal 30 Januari 2017 secara resmi terdaftar sebagai baret yang dilindungi oleh hukum dengan titik berat perlindungan pada kombinasi warna.

“Dengan telah terbitnya Sertifikat Desain Industri Baret dan Emblem Paskhas tersebut maka penggunaan baret Paskhas beserta emblemnya tidak diperbolehkan untuk dipakai oleh masyarakat, lembaga dan institusi lain di luar Korpaskhas,” Tegas Komandan Korpaskhas Marsda TNI T. Seto purnomo dalam rapat khusus beserta seluruh Pejabat Korpaskhas.

Baret Paskhas dengan warna jingga tersebut mempunyai latar belakang historis yaitu ketika operasi penerjunan payung pertama oleh 13 personel Angkatan Udara Republik Indonesia pada hari Jum’at tanggal 17 Oktober 1947 di Sambi Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Terlihat mentari pagi di ufuk timur yang berwarna jingga mengiringi prajurit keluar dari pesawat udara untuk memulai baktinya kepada bangsa dan negara. Nuansa jingga tersebut yang kemudian menjadi warna baret Prajurit Paskhas.

Warna jingga merupakan perpaduan dari warna merah dan kuning. Warna merah bermakna keberanian dan kerelaan berkorban sedangkan warna kuning bermakna kejujuran dan keluhuran budi. Lis berwarna hitam yang mendasari Baret Jingga bermakna keteguhan hati. Warna jingga pada Baret Paskhas bermakna bahwa para prajurit Paskhas mempunyai jiwa keberanian dan jiwa kerelaan berkorban yang tinggi didukung dengan keteguhan hati yang mantap.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Baret Paskhas Resmi Terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM