Pustaka

BAS 2014 Masih Hadirkan Akrobat Pesawat Udara

Dibaca: 17 Oleh 01 Okt 2012Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Bandung – Aksi akrobat pesawat udara akan tetap mewarnai gelaran Bandung Air Show (BAS) 2014 mendatang. Tewasnya tiga orang saat aksi akrobat pada dua kali pelaksanaan BAS yakni 2010 dan 2012, tidak menyurutkan niat penyelenggara melanjutkan kegiatan serupa.

“Demo (akrobat pesawat) ini ada risikonya. Begitu ada kejadian, jangan hanya berhenti di situ saja,” kata Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono di Lanud Husein Sastranegara, Minggu (30/9/2012).

Soal teknis akrobat pesawat di acara dua tahun nanti, Umar belum bisa memastikannya. Ada evaluasi agar kecelakaan tidak kembali terjadi. Acara rutin dua tahun sekali ini merupakan rangkaian memperingati hari jadi Kota Bandung.

“Kita akan evaluasi dan pikirkan bagaimana nanti teknisnya agar pelaksanannya lebih baik,” jelas Umar.

Selain karena kecelakaan suatu risiko, BAS kembali digelar karena animo masyarakat cukup tinggi. Terlebih Bandung menurut Umar ialah kota dirgantara.

“Sebagai kota dirgantara, kita harus kuatkan (kedirgantaraan) itu. Jangan luntur karena ada kejadian (kecelakaan),” tuturnya.

Baca juga:  Personel Indobatt Belajar Bahasa Arab

Ia bahkan menyebut para pilot asing yang ikut memeriahkan BAS mengatakan kecelakaan ialah hal biasa. “Biasa ini dalam artian sebuah risiko yang dialami. Seperti naik pesawat risikonya jatuh, naik mobil risikonya tabrakan,” papar Umar.

Sementara soal pelaksanaan BAS, ia menyatakan sejauh ini belum tepat jika digelar setahun sekali. Waktu yang ideal tetap dua tahun sekali.

“Kesanggupan pemkot dua tahun. Kita juga seperti itu, biar tidak bosan, pelaksanaannya juga lebih bagus,” ucap Umar.

Pada Jumat 24 September 2010, pesawat Super Decathlon PK-NZP jatuh usai manuver di area Lanud Husein Satranegara. Pesawat itu diterbangkan Alexander Supeli yang tampil memeriahkan BAS 2010. Kecelakaan ini mengakibatkan Alex luka bakar 60 persen, patah tulang kaki, serta trauma di beberapa bagian tubuhnya seperti dada, dan perut. Sebelum meninggal pada 27 September 2010, Alex sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Peristiwa kecelakaan pesawat saat akrobat kembali terulang, Sabtu (29/9/2012), sekitar pukul 11.42 WIB. Sebuah pesawat jenis Bravo AS 202 bernomor registrasi LM 2003 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh di luar Lanud Husein Sastranegara. Pilot pesawat Bravo 202 Marsekal Pertama (Purn) Norman T Lubis, dan Kopilot Letkol (Purn) Toni Hartono, tewas di lokasi kejadian.

Baca juga:  K. 03

Sumber: //bandung.detik.com

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel